Optimax Plus

Farmasi-id.com > Mata > Suplemen Mata > Optimax Plus

By | 27/02/2019

Kandungan dan Komposisi

Tiap 5 mL sirup mengandung :

  • Lutein 1 mg
  • Lycopene 0.5 mg
  • Zeaxanthin 0.35 mg
  • Vitamin E 12.5 mg
  • Vitamin C 50.0 mg
  • Seng 2.5 mg
  • Β-Karoten 10% 2.5 mg
  • Ekstrak Billbery 40.00 mg

Deskripsi

Suplemen mata dengan komposisi terlengkap, mengandung BILL formula, plus Zeaxanthin, dan antioksidan kuat

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Suplemen untuk memelihara kesehatan fungsi mata dan membantu memperbaiki mikrosirkulasi retina mata

Farmakologi

OPTIMAX PLUS mengandung bahan antioksidan dan mineral.
Lutein dan zeaxanthin adalah karotenoid yang ditemukan di makula dengan konsentrasi yang tinggi.
Kombinasi lycopene dan β-Karoten, vitamin C, seng, dan vitamin E dapat membantu memelihara kesehatan, terutama kesehatan fungsi mata.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas komponen sediaan

Efek Samping

Tidak ada efek samping yang serius pada dosis lazim yang dianjurkan.

Peringatan dan Perhatian

Karena vitamin E dalam OPTIMAX PLUS dapat menurunkan kemampuan pembekuan darah dan memperpanjang waktu pendarahan, maka vitamin E tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat antikoagulan.
OPTIMAX PLUS tidak efektif jika diberikan bersamaan dengan antasida dan makan.

Dosis dan Aturan Pakai

Kocok dahulu sebelum digunakan
Dewasa : 2 sendok takar (10mL), tiga kali sehari
Anak –anak usia 6 – 12 tahun : 1 sendok takar (5mL), tiga kali sehari
Anak – anak usia 1 – 6 tahun : ½ sendok takar (2.5mL), tiga kali sehari

Kocok dahulu sebelum digunakan

Cara Penyimpanan

Simpan pada suhu dibawah 30°C, terlindung dari cahaya.

Kemasan dan Sediaan

Dus, botol plastik @ 100 ml, sirup

Izin BPOM

SD061629541

Harga

Rp 95.000/Dus, botol plastik @ 100 ml, sirup

Produsen

Ferron Par Pharmaceuticals

Sekilas Tentang Zinc

  1. Mengatur kekebalan tubuh.

  2. Mengobati diare.

  3. Mempengaruhi proses belajar dan memori anak.

  4. Mengatasi pilek.

  5. Menyembuhkan luka.

  6. Membuat penglihatan menjadi lebih tajam.

  7. Mengoptimalkan fungsi reproduksi.

  8. Mencegah kepikunan.

  9. Membantu regenerasi sel.

  10. Sebagai antioksidan.



Sumber: tiram, daging merah, unggas, seafood (kepiting dan lobster), sereal, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu.
Sekilas Tentang Lycopene
Lycopene adalah suatu zat yang memberi warna merah pada pigmen buah dan sayur seperti pada tomat, semangka, anggur, pepaya, dan tomat. Zat ini tidak ditemui pada strawberry dan ceri namun keberadaannya justru ditemui pada sayuran hijau seperti asparagus dan peterseli. Lycopene tidak mengandung vitamin A namun ia merupakan suatu antioksidan yang baik bagi tubuh dan juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Berikut ini beberapa manfaat lycopene bagi kesehatan:

1. Sebagai antioksidan

Lycopene adalah suatu antioksidan dari keluarga carotenoid. Zat ini dapat membantu melawan radikal bebas sehingga tubuh dapat terhindar dari berbagai macam penyakit seperti stress oksidatif, kanker, diabetes, penyakit jantung, Alzheimer, dan sebagainya. Lycopene dapat membantu tubuh menangkal efek negatif dari pestisida, herbisida, beberapa jenis jamur, dan efek MSG (monosodium glutamate) dan lain-lain.

2. Melawan kanker

Lycopene dapat membuat sistem daya tahan tubuh meningkat untuk melawan beberapa jenis kanker seperti kanker prostat, kanker payudara, dan kanker ginjal agar terhambat pertumbuhannya. Berdasarkan penelitian terhadap 46 ribu pria memperlihatkan hubungan antara lycopene dengan kanker prostat dimana pria yang mengonsumsi saus tomat dua kali dalam seminggu akan berkurang risikonya mengalami perkembangan kanker prostat hingga 30%. Peneliti meyakini konsumsi setidaknya 9 hingga 21 mg lycopene per hari dapat memberikan hasil yang baik.

3. Menjaga kesehatan jantung

Lycopene akan menurunkan kolesterol buruk LDL dan meningkatkan kolesterol baik HDL sehingga dapat menjaga kesehatan jantung sekaligus mencegah stroke.

4. Melindung kulit dari paparan sinar UV

Pada penelitian terhadap beberapa orang yang diberikan 16 mg lycopene dalam 12 minggu diketahui kulitnya menjadi lebih tahan terhadap paparan sinar UV dibandingkan dengan mereka yang tidak diberikan. Mengonsumsi lycopene baik berasal dari makanan atau suplemen sebanyak 8 hingga 16 mg membantu mengurangi kulit kemerahan hingga 40-50% akibat paparan sinar UV.

Potensi manfaat lainnya:



  • Membantu meningkatkan kesehatan mata (mencegah katarak dan mengurangi risiko degenerasi makular);

  • Mengurangi rasa nyeri neuropati yang disebabkan oleh kerusakan saraf dan jaringan;

  • Membantu mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan usia seperti kepikunan dan Alzheimer;

  • Membantu memperkuat tulang dengan menghambat kematian sel tulang dan membangun kembali sistem struktur tulang.




Berikut beberapa sumber bahan makanan yang diketahui menjadi sumber dari lycopene:

Kandungan per 100 gram:



  • Tomat: 3 mg

  • Jambu biji merah: 5,2 mg

  • Semangka: 4,5 mg

  • Pepaya: 1,8 mg

  • Anggur merah muda: 1,1 mg


Mengonsumsi lycopene secara umum aman dan memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh bila dikonsumsi dalam rentang aman yakni 8 mg hingga 21 mg per hari. Namun jika kita mengonsumsinya terlalu banyak maka dapat berisiko menimbulkan penyakit perubahan warna kulit yang dikenal dengan sebutan lycopenodermia. Lycopene sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita hamil sebab berisiko mengalami kelahiran prematur dan berat badan bayi lahir rendah.
Sekilas Tentang Lutein
Lutein (nama lain: carotenoid, xanthophyll, zeaxanthin) atau disebut juga vitamin mata adalah suatu vitamin karotenoid yang bermanfaat untuk mencegah penyakit mata seperti degenerasi makular berkaitan dengan usia, katarak, dan retinitis pigmentosa. Beberapa klaim menyebutkan bahwa lutein bermanfaat untuk mencegah kanker kolon, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Banyak produk multivitamin, suplemen makanan, obat, makanan, dan lain-lain yang menyertakan lutein dalam kandungannya dan biasanya jumlahnya relatif kecil sekira 0,25 mg per tablet (suplemen).

Secara normal, lutein ada dalam warna pigmen mata manusia (makula dan retina) yang berfungsi sebagai filter cahaya untuk melindungi jaringan mata dari bahaya sinat matahari.

Lutein aman untuk dikonsumsi oleh wanita hamil dan menyusui. Menurut peneliti, dosis lutein untuk mengurangi risiko katarak dan degenerasi makular berkaitan dengan usia adalah 6 mg per hari baik didapat melalui makanan atau suplemen. Mengonsumsi 6,9 mg hingga 11,7 mg lutein dapat menurunkan risiko penyakit tadi menjadi lebih rendah. Untuk mengurangi gejala degenerasi makular, mengonsumsi lutein 10 mg sehari dapat dipertimbangkan.

Lutein dapat dijumpai pada beberapa bahan makanan seperti brokoli, bayam, kangkung, jagung, kiwi, anggur, jeruk, zucchini, dan labu.
Sekilas Tentang Vitamin E

  1. Mencegah rambut rontok.

  2. Melancarkan peredaran darah di kulit kepala.

  3. Menyeimbangkan produksi sebum.

  4. Menjaga kadar hormon.

  5. Mengurangi efek samping obat-obatan.

  6. Mengatasi diabetes.

  7. Memperbaiki kualitas sperma.

  8. Mencegah kulit terbakar.

  9. Menjaga kesehatan kuku.

  10. Mengatasi garis-garis halus dan kerutan.



Sumber: kuning telur, tahu, bayam, kacang tanah, kedelai, almond, alpukat, udang, labu, brokoli, dan minyak biji bunga matahari.
Sekilas Tentang Beta Carotene
Beta karoten merupakan karotenoid, salah satu pigmen tanaman yang dikenal memiliki antioksidan dan efek lainnya. Zat ini cepat dikonversi menjadi vitamin A oleh tubuh. Beta-karoten sering dianggap sebagai bentuk vitamin A itu sendiri, namun sebenarnya bukan. Memiliki vitamin A dalam kadar normal adalah kunci untuk penglihatan yang baik, kekebalan tubuh yang kuat, dan sehat secara umum.

Beta-karoten populer karena sifat antioksidannya, sehingga dapat melindungi sel dari kerusakan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan banyak buah dan sayuran kaya vitamin beta-karoten dan mineral lainnya menurunkan risiko mengidap beberapa jenis kanker dan penyakit jantung. Berikut adalah beberapa manfaat dahsyat lainnya dari beta karoten:



  1. Mengurangi kerusakan retina akibat usia.

  2. Mengobati diare.

  3. Penyakit liver dan pankreas.

  4. Gangguan malabsorpsi.

  5. Berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, kanker lambung, kanker ovarian, kanker prostat, kanker kolorektal.

  6. Asma akibat aktivitas.

  7. Osteoarthritis.

  8. Kulit terbakar matahari.

  9. Displasia serviks.

  10. Tekanan darah tinggi (hipertensi).



Sumber: brokoli, kacang polong, paprika merah, melon, labu, selada, bayam, wortel, ubi manis, kale, lobak hijau, bit hijau, kubis, labu butternut squash, blewah, aprikot.
Sekilas Tentang Vitamin C

  1. Menjaga kulit tetap sehat bersinar.

  2. Menjaga kesehatan kulit.

  3. Mencegah penyakit jantung.

  4. Sebagai antioksidan.

  5. Mengobati kanker.

  6. Memerangi stroke.

  7. Memperbaiki mood.

  8. Meningkatkan kekebalan tubuh.

  9. Menyembuhkan luka.

  10. Menurunkan hipertensi.


Sumber: cabai, paprika merah, paprika hijau, kale, brokoli, pepaya, stroberi, kembang kol, kubis brussels, nanas, kiwi, mangga, jeruk.
Sekilas Tentang Ascorbic Acid (Vitamin C)
Ascorbic acid (asam askorbat) adalah suatu nutrisi yang terisolasi dalam komponen vitamin C, namun tidak seluruh ascorbic acid merupakan vitamin C. Kebanyakan orang menganggap ascorbic acid dengan vitamin C adalah sama dan ini sudah sesuatu yang umum dan lumrah.

Berikut adalah manfaat ascorbic acid:


  1. Menjaga kulit tetap sehat bersinar.

  2. Menjaga kesehatan kulit.

  3. Mencegah penyakit jantung.

  4. Sebagai antioksidan.

  5. Mengobati kanker.

  6. Memerangi stroke.

  7. Memperbaiki mood.

  8. Meningkatkan kekebalan tubuh.

  9. Menyembuhkan luka.

  10. Menurunkan hipertensi.



Sumber: cabai, paprika merah, paprika hijau, kale, brokoli, pepaya, stroberi, kembang kol, kubis brussels, nanas, kiwi, mangga, jeruk.
Sekilas tentang mata dan penyakitnya
Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.