Optihealth

Farmasi-id.com > Nutrisi > Nutrisi Mata > Optihealth

By | 18/02/2015

Reg. No. POM SD.081335001
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Suplemen makanan yang membantu memelihara kesehatan mata.
Komposisi
  • Billberry extract 80 mg
  • Lutein 2 mg
  • Beta-karoten 1.5 mg
  • Retinol 1500 UI
  • Vitamin B2 3 mg
  • Vitamin C 100 mg
  • Vitamin E 50 mg
  • Zn 5 mg
  • Selenium 20 mcg
Farmakologi
Suplemen makanan untuk membantu memelihara kesehatan mata.
Aturan Pakai
1 kapsul sehari
Indikasi
Kontra Indikasi
Efek Samping
Cara penyimpanan
Simpan di bawah suhu 30°C dan kering.
Peringatan dan Perhatian
Sekilas tentang nutrisi mata

Kekurangan vitamin, mineral serta nutrisi yang penting bagi kesehatan mata dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti katarak dan degenerasi makula, yaitu menurunnya penglihatan akibat penuaan pada makula atau pusat retina sebagai pengatur ketajaman pandangan. Cukupi kebutuhan nutrisi Anda sebagai berikut agar kondisi penglihatan tetap terjaga.

Beta-Carotene

Manfaat beta-carotene sebagai antioksidan bagi mata adalah mencegah terjadinya rabun senja dan mata kering. Ia juga berfungsi untuk menguatkan sel-sel mata sehingga terhindar dari bakteri dan virus. Anda bisa mendapatkan antioksidan ini pada wortel, kentang manis, bayam, dan kol.

Bioflavonoids

Fungsinya adalah mencegah katarak, glaukoma, dan penurunan fungsi retina khususnya bagi mereka yang berusia diatas 60 tahun. Anda dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan seperti buah blueberry, stroberi, anggur merah, sayuran berwarna hijau, kacang kedelai dan juga teh.

Omega-3

Omega-3 yang terdapat pada suplemen minyak ikan dan ikan seperti tuna dan salmon, dapat menangkal resiko glaukoma, sindrom mata kering serta degenerasi makula. Komponen yang terdapat dalam minyak ikan, dikenal dengan nama DHA adalah satu dari asam lemak omega-3 yang juga memiliki keuntungan bagi kesehatan lain. Dosis yang dianjurkan oleh dokter adalah 1000 mg per hari.

Lutein dan Zeaxanthin

Dua antioksidan ini ditemukan dalam jagung, kuning telur, sayuran berwarna hijau seperti bayam, brokoli, buncis, daun selada, dan paprika kuning. Zat ini dapat mencegah kerusakan retina dan lensa. Sebuah studi bahkan menyatakan lutein dan zeaxanthin mampu melindungi sel darah dari kerusakan akibat sinar ultraviolet 10 kali lebih baik daripada vitamin E.

Selenium

Manfaat yang bisa diperoleh dari selenium jika dikombinasikan dengan vitamin C dan E adalah mengurangi resiko penurunan penglihatan di usia senja serta kekeringan pada mata. Sumbernya terdapat pada udang, kepiting, salmon, kacang-kacangan, dan beras merah.

Vitamin A

Vitamin A telah terbukti sebagai vitamin yang sangat menunjang kesehatan mata sama halnya dengan beta-carotene. Selain wortel, vitamin ini banyak juga diperoleh pada daging sapi atau ayam, telur, minyak ikan cod, hati, susu dan mentega.

Vitamin C

Kegunaannya sebagai antioksidan bagi sel-sel mata dapat Anda temui pada buah jeruk, stroberi, brokoli, jambu dan paprika. Mengkonsumsi vitamin C secara rutin baik untuk mencegah dan penyembuhan penyakit katarak.

Vitamin E

Selain baik untuk kulit, vitamin E dapat berfungsi menguatkan sel-sel retina yang melemah. Sumber vitamin E antara lain terdapat pada kacang hijau, biji bunga matahari, almond, hazelnuts, kacang tanah dan sayuran hijau.

Zinc

Zinc atau seng dianggap berguna bagi penderita katarak tahap awal karena mampu menstimulasi sel-sel di lapisan paling luar lensa. Mineral ini juga membantu tubuh lebih efektif menyerap vitamin A. Daging merah, tiram, biji bunga matahari, labu, jamur, gandum, dan kacang-kacangan merupakan sumber zinc yang tinggi. Anda dapat juga mengkonsumsi suplemen zinc dalam batas 20 mg per hari.
Sekilas tentang mata dan penyakitnya

Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.


Sekilas Tentang Konimex
PT. Konimex adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Djoenaedi Joesoef (Djoe Djioe Liang) pada 8 Juni 1967 di kota Solo, Jawa Tengah. Djoenaedi Joesoef adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara dimana orang tuanya adalah pemilik dari toko obat tradisional Cina Eng Thay Hoo yang juga memiliki kemampuan untuk mengobati orang sakit.

Nama konimek merupakan kependekan dari "Kondang Import Export". Menurut pendirinya, nama itu adalah suatu harapan agar produk perusahaan ini bisa "kondang" atau "terkenal" di mana-mana. Awalnya perusahaan ini berfokus pada usaha penjualan produk obat, bahan kimia, alat laboratorium, dan alat kedokteran. Pada 1971 PT. Konimex memperoleh dukungan fasilitas PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Perusahaan ini memproduksi banyak jenis produk yang menurut pendirinya berpegang pada falsafah 3MU yaitu Mutu, Mudah, dan Murah. Produknya meliputi produk obat resep, obat OTC, vitamin, suplemen, permen, herbal, makanan ringan, minyak telon dan kayu putih, dan masih banyak lagi. Produk yang dihasilkan seperti Paramex, Konidin, Konicare, Inzana, Feminax, Zeropain, Siladex, Fungiderm, Braito, Renofit, Konilife, permen Hexos, Nano Nano, dan masih banyak lagi. Perusahaan ini cukup aktif mengiklankan produknya di televisi, radio, dan media cetak.

Fasilitas produksi PT. Konimex berlokasi di desa Sanggrahan, kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, negara Asia Tenggara, dan negara Timur Tengah. Untuk pemasarannya, perusahan ini mendirikan dua perusahaan distributor yakni PT. Sinar Intermark dan PT. Marga Nusantara.