Oestrogel

Farmasi-id.com > Hormon > Estrogen & Progesteron Serta Preparat Sintetiknya > Oestrogel

By | 24/03/2015
Produsen Lapi
Komposisi17 β-estradiol
IndikasiDefisiensi estrogen & gejala-gejala defisiensi estrogen terutama yang berhubungan dengan menopause. Utk pencegahan osteoporosis pada pasca menopause.
Dosis1 takaran (2.5 g)/hari selama 24-28 hr/bln dalam kombinasi dengan progestogen selama sekurang-kurangnya 12 hari dalam tiap siklus. Oleskan pada pagi & sore hari pada kulit yang bersih, di bagian perut, paha, lengan, atau lumbal (kecuali payudar4).
Kontra IndikasiPenyakit tromboemboli vena, penyakit trombotik arteri, perdarahan vag yang tak diketahui penyebabnya, penyakit hati berat, kanker payudar4 atau rahim.
PerhatianPemeriksaan fisik & riwayat medis & keluarga yang lengkap hrs dilakukan. Penyakit jantung emboli (hindari penggunaan obat ini). Cedera otak iskemik krn aterosklerosis, perdarahan serebral, oklusi vena retina, obesitas, diabetes dengan komplikasi, TD tinggi, kolestasis rekuren atau pruritus yang relaps selama hamil, gagal ginjal, epilepsi, asma, riwayat kanker payudar4 dalam keluarga, penyakit hati atau otospongiosis.
Efek Samping yang Mungkin Timbul Metroragia, eksaserasi epilepsi, kloasma/melasma. Hentikan penggunaan pada kasus cedera KV atau tromboembolik, ikterus kolestatik, mastopati benigna, tumor rahim, adenoma hetapik, galaktore.
Interaksi ObatAntikonvulsan, barbiturat, griseofulvin, rifabutin, rifampisin.
Kategori Keamanan Kehamilan X: Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman pada manusia ataupun keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaat yang mungkin diperoleh. Obat dikontraindikasikan bagi wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Oestrogel vag gel 0.06 %
80 g x 1’s
Sekilas tentang estrogen dan progesteron

Estrogen merupakan salah satu dari kelompok hormon steroid yang diproduksi oleh ovarium, plasenta, kelenjar adrenal dan, dalam jumlah kecil, oleh testis laki-laki. Estrogen menyebabkan perkembangan karakteristik seksual sekunder (misalnya payudara, pinggul lebih besar) pada remaja putri dan terlibat dalam pembangunan kembali lapisan rahim setelah menstruasi. Estrogen juga berperan dalam penyerapan kalsium dan keseimbangan. Penurunan estrogen pasca-menopause pada perempuan mengakibatkan demineralisasi tulang dan osteoporosis, serta gejala-gejala menopause lainnya. Senyawa mirip estrogen juga dibentuk oleh tanaman-tanaman tertentu (disebut fitoestrogen). Nama lain estrogen adalah strone, estrodiol, atau estriol.

Progesteron adalah hormon yang dikeluarkan oleh korpus luteum (massa sel yang terbentuk di ovarium di tempat di mana sel telur dilepaskan) setelah ovulasi. Progesteron berperan menyiapkan rahim untuk kehamilan. Bila kehamilan terjadi, produksi progesteron pada akhirnya akan dilakukan oleh plasenta. Bila kehamilan tidak terjadi, korpus luteum akan terpecah dalam 12-16 hari dan berhenti memproduksi progesteron, sehingga memicu menstruasi.

Progesteron berperan besar dalam perkembangan fetus. Pengaruh progesteron pada reproduksi diantaranya adalah

  1. Mempertebal dinding endometrium setelah terjadi ovulasi

  2. Menghambat produksi LH agar korpus luteum mengalami degenerasi saat tidak terjadi fertilisasi

  3. Menghambat laktasi saat kehamilan

  4. Mempersiapkan endometrium untuk implantasi zigot