OBESLIM

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antiobesitas > OBESLIM

By | 24/04/2017

Kandungan

Orlistat.

Indikasi

Dlm hubungan dg diet hipokalori ringan utk terapi pasien obesitas dg BMI ≥28 kg/m2 dg faktor-faktor risiko terkait.

Dosis

Dws 120 mg.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan bersama makanan: Berikan pd saat atau hingga 1 jam ssdh makan. Jika tdk makan atau mengonsumsi makanan tanpa lemak, dosis mungkin tdk usah diberikan.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Pasien dg sindrom malabsorpsi kronik, kolestasis. Laktasi.

Perhatian 

Hamil & laktasi.

Efek Samping

Keluar bercak-bercak berminyak, buang angin disertai keluarnya duh tubuh, keinginan mendesak untuk defekasi (BAB), feses berlemak/berminyak, peningkatan frekuensi defekasi, inkontinensia fekal.

Interaksi Obat

Peningkatan bioavailabilitas & efek penurun lemak dari pravastatin. Penurunan absorpsi Vitamin D, E, & β-carotene. Penggunaan bersama dg fibrat, acarbose, biguanid atau zat anorektik. Hipoglikemik oral.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Kemasan dan Sediaan

Dus, 3 blister @ 10 kapsul 120 mg

Izin BPOM

DKL1413319201A1

Harga

Rp 310.000/dus

Produsen

Lapi

Sekilas tentang obat antiobesitas

Obat antidiabetes adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengurangi kegemukan.
Sekilas tentang obesitas

Obesitas atau kegemukan adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma. Kegemukan sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik, meskipun sebagian kecil kasus terutama disebabkan oleh gen, gangguan endokrin, obat-obatan atau penyakit psikiatri. Hanya sedikit bukti yang mendukung pandangan bahwa orang yang gemuk makan sedikit namun berat badannya bertambah karena metabolisme tubuh yang lambat; rata-rata orang gemuk mengeluarkan energi yang lebih besar dibandingkan orang yang kurus karena dibutuhkan energi untuk manjaga massa tubuh yang lebih besar.

Pengaturan diet dan aktivitas fisik masih menjadi tata laksana utama kegemukan. Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan padat energi contohnya makanan yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat. Obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat. Apabila diet, olahraga, dan obat-obatan belum efektif, maka balon lambung dapat membantu mengurangi berat badan, atau operasi dapat dilakukan untuk mengurangi volume lambung dan/atau panjang usus sehingga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih dini dan menurunkan kemampuan penyerapan nutrisi dari makanan.