Nystatin (Nistatin)

By | Juli 30, 2021 |

Sediaan:

–     Tablet : 100.000 IU/ml, 500.000 IU/ml

–     Suspensi (Drop) : 100.000 IU/ml

–     Ovula (per vagin4l ) : 100.000 IU

Cara Kerja Obat:

Nystatin memiliki aktivitas antifungi (anti jamur), yaitu dengan mengikat sterol (terutama ergosterol) dalam membran sel fungi. Nystatin tidak aktif melawan organisme (contohnya: bakteri) yang tidak mempunyai sterol pada membran selnya. Hasil dari ikatan ini membuat membran tidak dapat berfungsi lagi sebagai rintangan yang selektif (selective barrier), dan kalium serta komponen sel yang lainnya akan hilang. Aksi utama nystatin adalah melawan Candida (Monilia) spp.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Nystatin (Nistatin)

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Nystatin (Nistatin) adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

–     Candidosis mulut (oral), esophagus, usus, vagin4, dan kulit.

–     Profilaksis candidiasis

–     Untuk pencegahan bagi pasien yang rentan infeksi jamur topikal

Kontra Indikasi :

Pasien yang hipersensitif terhadap Nystatin


Dosis dan Aturan Pakai Nystatin (Nistatin)

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Nystatin (Nistatin):

–     Candidosis oral, peroral, dewasa dan anak > 1 bulan, 100.000 IU setelah makan 4 x sehari biasanya untuk 7 hari; dilanjutkan selama 48 jam setelah lesi/gangguan menghilang.

–     Candidosis usus, esophagus, peroral, dewasa 500.000 IU 4x/hari ; anak > 1 bulan 100.000 IU 4x/hari; dilanjutkan selama 48 jam setelah penyembuhan klinis.

–     Candidosis vagin4lis, per vagin4l, dewasa masukkan 1 – 2 ovula saat malam untuk paling sedikit 2 minggu.

–     Dosis oral lebih dari 5.000.000 IU sehari dapat menyebabkan mual dan gangguan gastrointestinal.

Peringatan dan Perhatian :

–     Dianjurkan untuk melakukan KOH smear, kulturatau metoda diagnosa lainnya untuk menegakkan diagnosa kandidiasis dan bukannya      infeksi karena patogen lainnya.

–     Walaupun sudah terjadi perbaikan gejala pada awal pengobatan, pengobatan harus tetap diteruskan sesuai dosis yang dianjurkan.

–     Jangan digunakan untuk pengobatan mikosis sistemik.

–     Hentikan pengobatan bila terjadi iritasi atau sensitisasi.

–     Pemberian pada wanita hamil dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat dan resikonya terhadap janin.

–     Hati-hati bila diberikan pada wanita menyusui.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Nystatin (Nistatin) Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Nystatin (Nistatin)?

Jika Anda lupa menggunakan Nystatin (Nistatin), segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Nystatin (Nistatin) Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Nystatin (Nistatin)?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Nystatin (Nistatin) yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Nystatin (Nistatin)

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Nystatin (Nistatin) yang mungkin terjadi adalah:

:                    

Jarang:

–     Nystatin dapat ditolerir oleh semua umur, termasuk untuk pemakian jangka lama.

–     Pada pemakaian dosis besar jarang mengakibatkan diare, gangguan gastrointestina, mual dan muntah.

–     Rash termmasuk urtikerja jarang terjadi.

–     Steven-Johnson syndrome jarang terjadi

Sekilas Tentang Phapros
PT Phapros merupakan perusahaan farmasi Indonesia yang dirikan oleh grup usaha Oei Tiong Ham Concern (OTHC), suatu group konglomerat Tionghoa-Indonesia pada 21 Juni 1954. Group konglemat ini awalnya bergerak dibidang bisnis gula dan agro industri namun kemudian memperluas cakupan bisnisnya ke dunia farmasi. Awalnya perusahaan ini bernama NV Pharmaceutical Processing Industries disingkat "Phapros".

Pada tahun 1961, perusahaan ini dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia melalui PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Indonesia yang saat ini bernama PT rajawali Nusantara Indonesia (persero). Pada November 2000, status perusahaan ini berubah menjadi perusahaan publik dimana PT Rajawali Nusantara Indonesia memegang 53 persen saham dan sisanya dimiliki oleh publik. Pada 2019, PT Phapros diakuisisi oleh PT Kimia Farma dengan nilai 1,36 triliun.

Phapros telah memperoleh banyak sertifikat mutu seperti CPOB, CPOTB, CPAKB, PSAK, ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO/EIC 17025, dan sebagainya. Saat ini jumlah varian produk yang diproduksi oleh PT Phapros sekira 284 macam yang terbagi dalam beberapa kelompok seperti produk etikal, generik, OTC, dan agromed. Selain itu perusahaan ini juga memproduksi pesanan pihak ketiga.

Beberapa produk terkenal yang diproduksi oleh Phapros diantaranya Antimo, Pehavral, Bioneuron, Hypobhac, dan sebagainya. Produk PT Phapros telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan negara Asia Tenggara seperti Kamboja.
Produk Lainnya Dengan Kandungan Nystatin

Nystatin – Farmasi-id.com Portal Informasi Obat

Produk Lainnya Artikel Lainnya
    Komentar


    Leave a Reply

    Email address will not be published. Required fields are marked *