Nutrimax Coflusin

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Batuk > Nutrimax Coflusin

By | 08/08/2017

Kandungan dan Komposisi

  • Calcium Ascorbate 1000 mg
  • Selenium (Chelate) 50 mcg
  • OptiZinc 45 mg
  • Astragalus Extract (4:1) 100 mg
  • Quarcetin Bioflavonoids 500 mg
  • Standardized Echinacea Extract 150 mg
  • Golden Seal Root Extract (4:1) 150 mg
  • Bee Propolis 300 mg
  • Slippery Elm Extract (4:1) 75 mg
  • Odorless Garlic 300 mg
  • Standardized Ginger Extract 100 mg
  • Anise Oil 150 mg
  • Standardized Elderberry Extract 100 mg
  • Standardized White Wilow Extract 100 mg
  • Eucalyptus 100 mg
  • Pappermint 150 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

  • Membantu mengatasi batuk kering & berdahak (mengencerkan dahak/lendir untuk melegakan saluran pernafasan), demam, flu, pilek, peradangan mulut & tengorokan, bronkhitis, sinusitis dan alergi.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh terutama dimasa pancaroba / perubahan cuaca.
  • Meningkatkan Imunitas /daya tahan tubuh
  • Meredakan reaksi peradangan dan alergi
  • Pengencer dahak & pelega nafas (Ekspektoran & dekongestan)
  • Penghilang sakit/nyeri (analgetik)
  • Antibiotika alamiah (anti virus, bakteri & jamur)

Aturan Minum

Dewasa (diatas 19 tahun) :

Pencegahan : 1 tablet/hari setelah makan

Untuk mempercepat penyembuhan   :  3 x sehari 1 tablet, setelah makan.

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM

  1. SI164507581, 1 Botol plastik @ 30 tablet
  2. SI164507571,  Dus, 1 blister @ 10 tablet

Harga

Rp 195.000/botol 30 tablet

Produsen

Bactolac Pharmaceutical INC – United States

Importir

PT Suryaprana Nutrisindo

Sekilas Tentang Astragalus Membranaceus

Astragalus membranaceus memiliki tinggi sekitar 1 meter, batangnya kaku, yang berisi delapan hingga dua belas pasang daun kecil. Rimpangnya berserat, berwarna cokelat kekuningan, Sumsumnya berwarna putih kekuningan dan memiliki rasa manis seperti liroce. Bagian ini mengandung glikosida, saponin, dan asam-asam lemak yang sangat penting. Astragalus banyak tumbuh di Cina utara, Jepang, dan Korea.

Tanaman ini memiliki khasiat menambah energi, meningkatkan kekebalan tubuh, obat penguat jantung, meluruhkan air seni, mengendalikan jumlah keringat yang berlebihan, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kadar gula darah.

Sekilas Tentang Echinacea Purpurea

Echinacea purpurea adalah suatu tanaman herbal yang masih masuk ke dalam keluarga bunga matahari. Tanaman ini berasal dari Amerika Utara bagian Timur. Echinacea purpurea biasa tumbuh di hutan, padang rumput, dan saat ini juga sudah dibudidayakan. Tanaman ini memiliki bunga berwarna ungu dan berbunga sepanjang musim semi hingga akhir musim panas.

Manfaat dari Echinacea purpurea adalah untuk mengbati luka seperti luka bakar, gigitan serangga, akarnya dapat digunakan untuk mengatasi infeksi gigi, dan tenggorokan. Untuk pemberian internal bisa digunakan untuk pengobatan sakit perut, batuk, kuram perut, dan mengatasi gigitan ular.

Sekilas Tentang Selenium

  1. Membantu fungsi kognitif otak.

  2. Membantu sistem kekebalan tubuh.

  3. Penting bagi metabolisme hormon tiroid dan sintesis DNA.

  4. Mengurangi peradangan dan mencegah penggumpalan darah.

  5. Menekan jumlah virus HIV dalam darah penderitanya.

Sumber: kacang brazil, udang, kepiting, salmon, beras merah, telur, ayam, bawang putih, bayam, jamur shitake.

Sekilas Tentang Oleum Eucalypti

Oleum eucalypti merupakan minyak yang di dapat dari hasil penyulingan daun segar Eucalyptus Globulus, Labill (N.O Myrtaceae) ataupun spesies Eucalyptus lainnya. Minyak ini memiliki kandungan cineol yng banyak dan sedikit phellandrene. Ciri oleum eucalypti adalah warnanya kuning muda, tidak kental, dengan aroma camphoraceous yang segar dan memiliki rasa sedikit pedas namun dingin.

Berikut adalah beberapa manfaat oleum eucalypti:


  1. Membentuk dan memperkuat tulang dan gigi.

  2. Membantu menjaga struktur rangka dan fungsinya.

  3. Menjaga kerja jantung tetap sehat.

  4. Berperan penting dalam kontraksi dan relaksasi otot.

  5. Terlibat dalam proses pembekuan darah.

Sekilas Tentang Propolis

Propolis merupakan salah satu lapisan pada sarang lebah yang merupakan hasil penggabungan dari getah, lilin lebah, dan kotoran lebah yang memiliki ciri lengket dan berwarna cokelat kehijauan. Propolis digunakan lebah untuk memperkuat sarangnya sekaligus sebagai dekontaminasi diri sebelum mereka masuk ke dalam sarang. Propolis sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan. Pada jaman Yunani kuno, propolis digunakan untuk mengatasi plak gigi. Orang Asiria kuno menggunakannya untuk mengobati infeksi dan tumor. Sedangkan pada jaman Mesir kuno, propolis digunakan untuk pembalseman mumi.

Komposisi propolis dari setiap jenis lebah berbeda-beda tergantung pada lokasi hidup lebah itu, pohon atau tanaman apa yang mereka ambil sarinya, dan sebagainya, sehingga komposisi kimia dan manfaatnya juga berbeda-beda. Diperkirakan ada sekira 300 komponen kimia dalam propolis dan komponen terbesarnya adalah polifenol yang merupakan antioksidan untuk melawan penyakit dan radikal bebas. Biasanya lebah yang banyak menghasilkan banyak polifenol mereka menghisap sari buah-buahan, teh hijau, sayuran, dan anggur merah.

Berikut beberapa manfaat propolis bagi kesehatan:


  1. Mencegah pembentukan plak gigi.

  2. Mengatasi sariawan dan infeksi mulut lainnya.

  3. Membersihkan dan menyembuhkan luka serta mengatasi herpes.

  4. Mengurangi risiko kanker.

  5. Meningkatkan produksi kolagen.

  6. Mengobati penyakit pencernaan seperti infeksi yang disebabkan oleh H.pylori pada penderita tukak lambung.

Sekilas tentang pernapasan dan penyakitnya

Pernapasan adalah suatu proses dimana kita menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Respirasi adalah proses pembakaran (oksigen) zat-zat makanan (glukosa) di dalam sel-sel tubuh dengan bantuan oksigen dan enzim. Organ-organ pernapasan pada manusia yaitu rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus dan paru-paru, ronkiolus dan Alveolus.

Berikut adalah macam-macam penyakit pada sistem pernapasan


Faringitis

Faringitis adalah radang pada faring karena infeksi sehingga timbul rasa nyeri pada waktu menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Bakteri yang biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak merokok, ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan.

Asma

Asma adalah kelainan penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh alergi seperti debu, bulu, ataupun rambut. Global Initiative for Asthma, sebuah lembaga nirlaba internasional untu penanggulangan asma, mendefinisikan asma sebagai gangguan pada selaput pipa udara yang menyalurkan udara ke dalam paru-paru. Pada penyakit asma, paru-paru tidak dapat menyerap oksigen secara optimal. Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran bernapas. Asma dikenal dengan bengek yang disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. Asma merupakan penyempitan saluran pernapasan utama pada paru-paru. Kelainan ini tidak menular dan bersifat genetis atau bawaan seseorang sejak lahir. Kelainan ini juga dapat kambuh jika suhu lingkungan cukup rendah atau keadaan dingin, udara kotor, alergi, dan stres (tekanan psikologis).

Influenza (Flu)

Penyakit influenza disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal. Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.

Emfisema

Emfisema adalah penyakit pada paru-paru yang ditandai dengan pembengkakan pada paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara. Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus. Emfisema membuat penderita sulit bernafas. Penderita mengalami batuk kronis dan sesak napas. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.

Bronkitis

Bronkitis berupa peradangan pada selaput lendir dari saluran bronkial. Peradangan-peradangan tersebut dapat terjadi karena berbagai hal, di antaranya karena infeksi oleh mikroorganisme.

Asbestosis

Asbestosis adalah suatu penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat menghirup serat-serat asbes, dimana pada paru-paru terbentuk jaringan parut yang luas. Asbestos terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda. Jika terhisap, serat asbes mengendap di dalam dalam paru-paru, menyebabkan parut. Menghirup asbes juga dapat menyebabkan penebalan pleura (selaput yang melapisi paru-paru).

Sinusitis

Sinusitis merupakan penyakit peradangan pada bagian atas rongga hidung atau sinus paranasalis. Penyakit sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, menurunnya kekebalan tubuh, flu, stress, kecanduan rokok, dan infeksi pada gigi.

Tuberculosis (TBC)

TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyerang seluruh organ tubuh manusia, namun yang paling sering diserang adalah paru-paru (maka secara umum sering disebut sebagai penyakit paru-paru / TB Paru-paru).

Gejala-gejala penyakit TB Paru adalah: batu berdahak selama tiga minggu atau lebih, dalam dahak pernah didapati bercak darah, demam selama satu bulan lebih terutama pada siang dan sore, menurunnya nafsu makan dan juga berat badan, sering berkeringat saat malam, dan sesak nafas.

Pneumonia

Pneumonia atau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh Diplococcus pneumoniae. Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah. Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan.

Dipteri

Dipteri adalah infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. Pada umumnya, disebabkan oleh Corynebacterium diphterial. Pada tingkat lanjut, penderitanya dapat mengalami kerusakan selaput jantung, demam, lumpuh, bahkan meninggal dunia.

Renitis

Renitis merupakan peradangan pada rongga hidung sehingga hidung menjadi bengkak dan banyak mengeluarkan lendir. Gejala-gejala yang timbul pada seseorang yang menderita renitis antara lain bersin-bersin, hidung gatal, hidung tersumbat, dan berair (ingus encer). Renitis bisa timbul karena alergi atau faktor lain.

Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA)

Upper Respiratory tract Infection (URI) merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan manusia bagian atas, yaitu hidung, laring (tekak), dan tenggorokan. Penyakit ini sering dijumpai pada masa peralihan cuaca. Penyebab munculnya ISPA hampir sama dengan influenza, yaitu karena kekebalan tubuh yang menurun.

Kanker Paru-Paru

Penyakit ini merupakan salah satu yang paling berbahaya. Sel-sel kanker pada paru-paru terus tumbuh tidak terkendali. Penyakit ini lamakelamaan dapat menyerang seluruh tubuh. Salah satu pemicu kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok. Merokok dapat memicu terjadinya kanker paru-paru dan kerusakan paru-paru.

SARS

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) adalah sebuah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus Coronavirus dari ordo Coronaviridae. Virus ini menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya berbedabeda pada tiap penderita, misalnya pusing, muntah-muntah, disertai panas tinggi dan batuk. Sementara itu, gangguan yang tidak disebabkan oleh infeksi antara lain rinitis, yaitu peradangan pada membran lendir (mukosa) rongga hidung. Banyaknya lendir yang disekresikan, mengakibatkan peradangan. Biasanya, terjadi karena alergi terhadap suatu benda, seperti debu atau bulu hewan.

Rinitis

Rinitis adalah radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh virus, missal virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir meningkat.

Laringitis

Laringitis adalah radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu banyak serak.

Legionnaries

Legionnaries adalah penyakit paru-paru yang disebabkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia.

Tonsilitis

Tonsillitis adalah peradangan pada tonsil (amandel) sehingga tampak membengkak, berwarna kemerahan, terasa lunak dan timbul bintik-bintik putih pada permukaannya. Tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak (radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.

Asfiksi

Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan jaringan toksigen ke jaringan yang disebabkan oleh terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan tubuh. Asfiksi disebababkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).

Hipoksia

Hipoksia yaitu gangguan pernapasan dimana kondisi sindrom kekurangan oksigen pada pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian.Pada kasus yang fatal dapat menyebabkan kematian pada sel-sel. Namun pada tingkat yang lebih ringan dapat menimbulkan penekanan aktivitas mental (kadang-kadang memuncak sampai koma), dan menurunkan kapasitas kerja otot.
Sekilas tentang pilek

Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus pada sistem pernapasan yang terutama menyerang hidung.Tenggorokan, sinus, dan kotak suara juga dapat terpengaruh. Tanda dan gejala mungkin muncul kurang dari dua hari setelah paparan. Itu termasuk batuk, sakit tenggorokan, rhinorrhea, bersin, sakit kepala, dan demam. Orang biasanya sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari. Beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, pneumonia kadang-kadang berkembang.

Ada lebih dari 200 strain virus yang terlibat dalam penyebab pilek; rhinovirus adalah yang paling umum. Mereka menyebar melalui udara selama kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda-benda di lingkungan diikuti dengan transfer ke mulut atau hidung. Faktor risiko termasuk pergi ke tempat penitipan anak, tidak tidur dengan baik, dan stres psikologis. Gejala sebagian besar karena respon kekebalan tubuh terhadap infeksi daripada kerusakan jaringan oleh virus sendiri. Penderita influenza sering menunjukkan gejala yang sama seperti penderita pilek, meskipun gejala biasanya lebih parah di influenza.

Tidak ada vaksin untuk pilek. Metode utama pencegahan adalah mencuci tangan; tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci; dan menjauh dari orang-orang yang sakit. Beberapa bukti mendukung penggunaan masker wajah. Tidak ada obat untuk pilek, tetapi gejalanya dapat diobati.Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS, nonsteroidal anti-inflammatory drug, NSAID) seperti ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit.Antibiotik tidak boleh digunakan. Bukti tidak mendukung manfaat dari obat batuk.

Pilek adalah penyakit infeksi yang paling sering pada manusia. Rata-rata orang dewasa terkena pilek dua sampai empat kali setahun, sedangkan rata-rata anak bisa terkena enam sampai delapan kali. Pilek terjadi lebih sering pada musim dingin. Infeksi ini telah ada pada manusia sejak zaman kuno.
Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.