Nufatrac

By | Juli 25, 2021 |

class=”pattr”>

Produsen Nufatrac

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Nufatrac:

Nufarindo

Klasifikasi Obat:

G

Kandungan dan Komposisi Nufatrac

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Nufatrac adalah::

Itraconazole

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Nufatrac

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Nufatrac adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:

Jangka pendek : kandidiasis vulvovagin4, pitiriasis versikolor, dermatomikosis, kreatitis karena jamur, kandidiasis mulut. Jangka panjang : onikomikosis, mikosis sistemik, aspergilosis, kandidiasis, hestoplasmosis, ssporotrikosis, parakoksidiodomikosis, blastomikosis sistemik


Dosis dan Aturan Pakai Nufatrac

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Nufatrac:

:

Kandidiasis vulvovagin4 : 2 kali sehari 2 kapsul . Selama 1 hari atau 2 kapsul 1 kali sehari selama 3 hari. Pitriasis versikolor : 1 kali sehari selama 7 hari 2 kapsul . Dermatomikosis : 1 kali sehari selama 15 hari 1 kapsul . Keratitis karena jamur : 1 kali sehari selama 21 hari 2 kapsul . Kandidiasis mulut : 1 kali sehari 15 hari selama 1 kapsul . Tinea pedis atau manus : 1 kali sehari selama 15 hari 1 kapsul . Aspergilosis : 1 kali sehari selama 2 sampai 5 bulan 2 kapsul . Kandidosis : 1 sampai 2 kapsul per hari selama 3 minggu sampai 7 bulan. Kriptokokosis non meningeal : 1 kali sehari selama 2 bulan sampai1 tahun 2 kapsul . Kriptokokosis meningeal 2 kali sehari selama 2 bulan 2 kapsul . Histoplasmosis : 1 sampai 2 kali sehari selama 8 bulan 2 kapsul . Sporotrikosis : 1 kali sehari selama 3 bulan 1 kapsul . Parakoksidiodomikosis : 1 kali sehari selama 6 bulan 1 sampai 2 kapsul . Blastomikosis : 1 sampai 2 kali sehari selama 6 bulan 1 sampai 2 kapsul

Pemberian Obat Nufatrac

:

Berikan sesudah makan

Kontraindikasi Nufatrac

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Nufatrac dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:

Hamil

Perhatian Penggunaan Nufatrac

:

Menyusui, anak, gangguan ginjal dan hati


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Nufatrac Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Nufatrac?

Jika Anda lupa menggunakan Nufatrac, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Nufatrac Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Nufatrac?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Nufatrac yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Nufatrac

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Nufatrac yang mungkin terjadi adalah:

:

Mual, nyeri perut, sakit kepala, dispepsia, gangguan gastrointestinal, hipokalemia, edema, hepatitis, peningkatan enzim hati

Interaksi Obat Nufatrac

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Nufatrac antara lain:

:

Pengurangan efek dari dari rifampisin dan fenition jika dipakai bersama obat ini, penurunan absorbsi dari antasid, antagonis histamin H2

Izin, Kemasan & Sediaan Nufatrac

:

Kapsul 100 mg x 5 x 10

Price:

Rp. 21,048

Sekilas Tentang Nufarindo (Exeltis Indonesia)
PT Nufarindo merupakan suatu perusahaan farmasi yang awal mulanya berdiri dengan nama PT EMPEECO yang didirikan pada 30 April 1974 di Semarang. Pada 24 April 1977, PT EMPEECO berubah namanya menjadi PT Nusa Jaya Farma yang kemudian pada 15 Juni 1981, secara resmi digunakan nama PT Nufarindo sebagai nama resmi perusahaan.

Tahun 2012 PT Nufarindo diakuisisi oleh CHEMO Group, perusahaan multinasional asal Spanyol. CHEMO Group kemudian mengakuisisi Exeltis pada 2013 Selanjutnya CHEMO Group mendirikan perusahaan Insud Pharma untuk menggabungkan seluruh unit bisnisnya termasuk PT Nufarindo dan Exeltis Global dan kini PT Nufarindo menggunakan nama Exeltis Indonesia.

Pabrik PT Nufarindo ada di Semarang, Jawa Tengah dengan area seluas 17,8 ribu meter persegi. Produk-produk yang dihasilkan di pabrik ini merupakan produk hormonal dan non hormonal dengan berbagai sediaan seperti tablet, kapsul, liquid, semi solid, dan lain-lain. Beberapa kategori produk yang diproduksi diantaranya woman's health care, dental health care, perawatan luka, dan lain-lain. Perusahaan ini memiliki laboratorium R&D yang digunakan untuk pengembangan produk. PT Nufarindo telah menerima sertifikat CPOB untuk produk tablet dan tablet salut non beta laktam, kapsul keras non beta laktam, semi solid non beta laktam, sirup oral non beta laktam, dan produk hormonal.

Kantor pusat PT Nufarindo (Exeltis Indonesia) ada di Kirana Two Office Tower Lt. 7 Unit E, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *