Nilacelin

By | Juli 13, 2021 |

NILACELIN® Tablet dan Sirup
Kombinasi Kortikosteroid dan Antihistamin
– Betamethasone adalah glukokortikoid sintetik dengan efek antiinflamasi yang setara, retensi Natrium dari Betamethasone kurang dari Hydrocortisone.
Potensi Betamethasone kira-kira tiga puluh kali potensi Hydrocortisone.
– Dexchlorpheniramine maleate efektif menanggulangi efek histamin, karena itu dapat mencegah dan mengurangi gangguan alergi.

Kandungan dan Komposisi Nilacelin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Nilacelin adalah:
Tiap tablet NILACELIN® mengandung :
Betamethasone 0,25 mg dan Dexchlorpheniramine maleate 2 mg.
Tiap 1 sendok teh (5 ml) sirup NILACELIN® mengandung :
Betamethasone 0,25 mg dan Dexchlorpheniramine maleate 2 mg.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Nilacelin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Nilacelin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

NILACELIN® Tablet dan Sirup hanya untuk alergi berat yang membutuhkan pengobatan kombinasi steroid dan antihistamin dalam pengobatan penyakit :
1. Saluran pernafasan :
-Peradangan selaput lendir hidung karena alergi.
-Asma bronkial yang parah.
2. Kasus kulit :
-Dermatitis kontak.
-Eksema.
-Efek Samping yang ditimbulkan oleh obat-obat tertentu atau serum.
3. Kasus alergi mata :
-Alergi/peradangan pada konjungtiva/kornea.
-Non-granulomatous iritis dan penyakit peradangan lain pada mata.
Sekilas Tentang Obat Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Dosis dan Aturan Pakai Nilacelin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Nilacelin:

:
NILACELIN® tersedia dalam bentuk tablet dan sirup, di mana 1 sendok teh  (5 ml) sirup setara dengan 1 tablet .
– Dewasa : 1 – 2 tablet , 3 – 4 kali sehari atau
1 – 2 sendok teh, 3 – 4 kali sehari.
– Anak-anak usia di atas 12 tahun : diberikan dosis seperti dewasa.
– Anak-anak usia 6 – 12 tahun : 1/2 sendok teh, 3 kali sehari.
– Anak-anak usia 2 – 6 tahun : 1/41/2 sendok teh, 3 kali sehari.
Kontra Indikasi :
– Jangan digunakan pada infeksi jamur sistemik.
– Sensitif terhadap setiap komponen atau kortikosteroid lainnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Nilacelin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Nilacelin?

Jika Anda lupa menggunakan Nilacelin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Nilacelin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Nilacelin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Nilacelin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Nilacelin

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Nilacelin yang mungkin terjadi adalah:

:
– Pada dosis terapi Dexchlorpheniramine maleate kadang-kadang menimbulkan efek sampuling, tetapi tidak bersifat serius, yang paling
sering adalah sedasi, tetapi justru menguntungkan bagi penderita yang dirawat di Rumah Sakit atau yang perlu banyak tidur.
– Efek Samping dapat timbul bila obat dihentikan tiba-tiba atau dipakai terus-menerus dalam dosis tinggi karena dapat menyebabkan insufisiensi adrenal akut, seperti : mialgia, artralgia, dan malaise. Kadang-kadang efek sampingnya ulkus peptikum.
– Pada psikosis : dapat terjadi nervositas, insomnia, perubahan mood.
– Osteoporosis : pada fraktur vertebra, pengobatan harus dihentikan.
– Gangguan cairan dan elektrolit, muskuloskeletal, ulkus peptikum, dermatologik, neurologik, endokrin, oftalmik, dan metabolik.
Peringatan dan Perhatian :
– Penggunaan dengan dosis tinggi sebaiknya diberikan pada waktu lambung berisi, hati-hati pada pasien psikosis, jika terpaksa dosis harus dikurangi.
– Hiperkoagulabilitas darah akibat tromboemboli pada penderita yang mudah terserang trombosis intravaskuler, jadi harus ditambah antikoagulan sebagai profilaksis.
– Perhatian khusus juga harus diberikan pada penderita diabetes mellitus, ulkus peptikum, infeksi berat, hipertensi, atau gangguan kardiovaskuler.
– Pada penderita tuberkulosis, pemakaian harus dibatasi karena dapat menyebarkan penyakit.
– Pemakaian jangka panjang dapat menyebabkan katarak subkapsuler posterior, glaukoma.
– Gunakan hati-hati pada penderita dengan herpes simplex okular, kolitis ulseratif non-spesifik, abses atau infeksi piogenik lainnya, divertikulitis, anastomosis intestinal baru, insufisiensi ginjal, osteoporosis, miastenia gravis.
– Pantaulah dengan 5eksama pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak pada terapi jangka panjang.
– Pemakaian pada wanita hamil atau menyusui perlu dipertimbangkan resiko/manfaat baik untuk ibu maupun janin atau bayinya.
– Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai motor atau menjalankan mesin.

Kemasan dan Sediaan Nilacelin

:
NILACELIN® Tablet : Box berisi 100 tablet (10 strip @ 10 tablet )
No. Reg. : DKL9117802010A1
NILACELIN® Sirup : Botol berisi netto 60 ml
No. Reg. : DKL9117801937A1
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
Penyimpanan :
Tablet : Simpan di bawah 25OC.
Sirup : Simpan di bawah 25OC, terlindung dari cahaya.
Diproduksi oleh :
PT Nicholas Laboratories Indonesia
Jakarta, Indonesia

 

 

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *