NIFURIAL

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > NIFURIAL

Kandungan

Nifuroxazide.

Indikasi

Diare akut, kolopati spesifik & non-spesifik, diare krn E.coli & staph, pada

anak & dws.

Kontra Indikasi

Kerusakan fungsi ginjal & hati. Hipertiroid, intoleransi yodium.

Perhatian

Kelainan neurologi.

Efek Samping

Neurotoksisitas berat. Nyeri abdomen, diare, pigmentasi warna hijau pada lidah, urin & feses. Kerusakan serebral.

Dosis

Dws:

1-2 sdt 3 x/hari.

Anak & bayi > 6 bln:

1 sdt 3 x/hari

< 6 bln:

1 sdt 2 x/hari.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan bersama makanan : Berikan sesudah makan.

Kemasan dan Sediaan

Nifural sirup 250 mg/5 mL, 60 mL

Harga

Rp 35.000/botol

Produsen

Medifarma

sekilas tentang obat antidiare

Antidiare adalah obat tertentu yang menghentikan atau memperlambat diare. Antidiare hanya meredakan gejala diare, seperti peningkatan frekuensi dan urgensi ketika buang air besar, antidiare tidak menghilangkan penyebabnya. Hal ini berarti bahwa segera setelah Anda berhenti mengonsumsi antidiare, diare akan kembali muncul kecuali dan belum berhenti sebelum penyebabnya diatasi. Antivirus dapat bekerja dengan memperlambat kontraksi usus, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk eksresi. Usus akan melakukan penyerapan, mengurangi kadar air tinja. Agen lain bekerja dengan mengangkat tinja, menambah volume dengan zat seperti serat.

Agen rehidrasi oral (oralit) juga dapat disebut sebagai antidiare; namun, ini tidak menghentikan atau memperlambat diare selain mengganti cairan yang keluar selama diare. Agen lain yang digunakan untuk membantu meringankan gejala diare termasuk agen antimotilitas atau agen antispasmodik. Agen antibakteri kadang-kadang dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi spesifik, seperti campylobacter atau giardia; namun, ini tidak sering direkomendasikan atau dibutuhkan.
Sekilas tentang diare

Diare merupakan penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) juga didefinisikan sebagai sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.