NEO ENTERODINE

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antidiare > NEO ENTERODINE

By | 03/11/2018

Komposisi

Attapulgite 600 mg

Indikasi

Untuk pengobatan simtomatis pada diare yang tidak diketahui sebabnya.

Farmakologi

Obat ini bekerja dengan memperlambat aktivitas usus besar sehingga usus akan menyerap lebih banyak air dan tinja akan menjadi lebih padat. Sakit perut karena diare juga dapat dikurangi dengan obat ini.

Diare umumnya bisa ditangani dengan banyak minum dan tanpa penanganan khusus. Tetapi obat antidiare juga dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi buang air besar yang dialami.

Kontra Indikasi

Lest stenosis pada GI. Demam tinggi.

Perhatian

Jangan gunakan > 2 hari atau bila disertai demam tinggi. Tidak untuk anak < 6 tahun. Insufisiensi ginjal berat.

Peringatan

  • Obat ini aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan yang sedang menyusui
  • Attapulgite tidak boleh dikonsumsi lebih dari 48 jam.
  • Pengidap diare yang juga mengalami gejala demam dianjurkan untuk tidak mengonsumsi attapulgite.
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita gangguan ginjal.
  • Selama menggunakan attapulgite, pasien sebaiknya menunggu setidaknya dua jam sebelum mengonsumsi antibiotik tetrasiklin.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Interaksi Obat

Dapat mengganggu absorpsi tetrasiklin dalam saluran cerna.

Efek Samping

Dosis 

Dosis penggunaan antidiare ini untuk tiap pasien bisa berbeda-beda. Attapulgite dapat digunakan untuk mengatasi diare pada pasien berusia 6 tahun hingga dewasa.

Dosis attapulgite tergantung kepada usia, kondisi pasien, serta tingkat keparahan diare. Takaran umum yang dianjurkan untuk penderita diare dewasa adalah 1.260 mg pada konsumsi pertama dan tiap selesai buang air besar. Sementara dosis maksimal penggunaannya adalah 7.560 mg per hari.

Pemberian Obat

Attapulgite bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Penting bagi pasien untuk tetap banyak minum cairan guna mencegah dehidrasi selama diare. Jika diare tidak kunjung membaik selama 48 jam, segera hubungi dokter karena obat ini tidak boleh diminum lebih dari dua hari.

Konsumsi antibiotik tetrasiklin juga sebaiknya tidak bersamaan dengan attapulgite. Antidiare ini dapat memengaruhi penyerapan tubuh terhadap antibiotik tersebut.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 2 strip @ 10 tablet 600 mg

Izin BPOM

DBL9206307310A1

Produsen

Erela

Sekilas Tentang Attapulgite

Attapulgite merupakan obat yang biasa digunakan dalam pengobatan diare. Ia bekerja dengan cara menyerap atau mengikat bakteri dan racun serta mengurangi kehilangan air di dalam sistem pencernaan. Attapulgite mampu mengurangi frekuensi buang air besar, meningkatkan kepadatan dan konsistensi tinja, serta mengurangi kram pada saluran pencernaan yang biasanya dialami saat diare.

Sekilas tentang diare

Diare merupakan penyakit di mana penderita mengalami buang air besar yang sering dan masih memiliki kandungan air berlebihan. Kondisi ini dapat merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi (fructose, lactose), penyakit dari makanan atau kelebihan vitamin C dan biasanya disertai sakit perut, dan seringkali enek dan muntah. Diare dapat disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, cacing dan jamur, intoksikasi makanan yang mengandung bakteri atau toksin (makanan beracun), alergi susu sapi atau makanan tertentu, gangguan penyerapan (malabsorbsi) karbohidrat, lemak dan protein.

Diare (bahasa Inggris: diarrhea) juga didefinisikan sebagai sebuah penyakit di saat tinja atau feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Di negara berkembang, diare adalah penyebab kematian paling umum kematian balita, dan juga membunuh lebih dari 2,6 juta orang setiap tahunnya.
sekilas tentang obat antidiare

Antidiare adalah obat tertentu yang menghentikan atau memperlambat diare. Antidiare hanya meredakan gejala diare, seperti peningkatan frekuensi dan urgensi ketika buang air besar, antidiare tidak menghilangkan penyebabnya. Hal ini berarti bahwa segera setelah Anda berhenti mengonsumsi antidiare, diare akan kembali muncul kecuali dan belum berhenti sebelum penyebabnya diatasi. Antivirus dapat bekerja dengan memperlambat kontraksi usus, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk eksresi. Usus akan melakukan penyerapan, mengurangi kadar air tinja. Agen lain bekerja dengan mengangkat tinja, menambah volume dengan zat seperti serat.

Agen rehidrasi oral (oralit) juga dapat disebut sebagai antidiare; namun, ini tidak menghentikan atau memperlambat diare selain mengganti cairan yang keluar selama diare. Agen lain yang digunakan untuk membantu meringankan gejala diare termasuk agen antimotilitas atau agen antispasmodik. Agen antibakteri kadang-kadang dapat digunakan untuk mengobati diare yang disebabkan oleh infeksi spesifik, seperti campylobacter atau giardia; namun, ini tidak sering direkomendasikan atau dibutuhkan.