Natdac

By | Juli 7, 2019 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Antivirus > Natdac

Kandungan dan Komposisi Natdac

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Natdac:

Daclatasvir

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Natdac

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Natdac:

Natdac adalah obat yang digunakan dalam terapi pengobatan hepatitis C kronis pada orang dewasa. Umumnya Natdac digunakan dalam kombinasi bersama dengan sofosbuvir dengan atau tanpa ribavirin. Natdac tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam pencegahan penyebaran hepatitis C.

Farmakologi Natdac

Daclatasvir merupakan suatu antivirus direct-acting dengan aktivitas melawan virus hepatitis C (HCV). Ia mengikat ke N-terminus dari domain 1 dari protein nonstruktural 5A (NS5A) yang merupakan komponen esensial dari HCV sehingga mampu menghambat replikasi RNA dan virion.

Farmakokinetik:

  • Penyerapan: mudah diserap, bioavailabilitas: 67%, waktu puncak konsentrasi plasma: 2 jam
  • Distribusi: pengikatan protein plasma: sekira 99%
  • Metabolisme: dimetabolisme terutama oleh enzim CYP3A4
  • Eksresi: melalui feses (88%, 53% sebagai obat tidak berubah) dan urin (6,6%, terutama sebagai obat tidak berubah), waktu paruh eliminasi terminal: 12-15 jam

Kontraindikasi Natdac

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Natdac dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Natdac dikontraindikasikan pada pasien yang diketahui memiliki riwayat alergi terhadap daclatasvir atau komponen obat lainnya yang menjadi bagian dari terapi kombinasi atau pada bahan tidak aktif lainnya yang ada dalam Natdac
  • Natdac tidak direkomendasikan untuk digunakan pada pasien yang menerima inducer CYP3A kuat seperti phenytoin, carbamazepine, rifampin, St. John’s wort, dan sebagainya karena risiko memperburuk kondisi pasien
  • Natdac tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita hamil kecuali hanya jika jelas benar-benar diperlukan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai terapi pengobatan dengan Natdac
  • Natdac tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh wanita menyusui. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu
  • Natdac kemungkinan dapat berinteraksi dengan obat-obat lainnya yang akan menimbulkan risiko efek samping
  • Penggunaan Natdac pada pasien yang juga memiliki penyakit hepatitis B dapat menyebabkan reaktivasi virus dan berpotensi mengancam jiwa; disarankan untuk men-screening pasien untuk hepatitis B sebelum memulai terapi dengan obat ini
  • Natdac dan kombinasinya dengan sofosbuvir dan amiodarone kemungkinan dapat menyebabkan risiko penurunan detak jantung. Risiko ini akan lebih meningkat pada pasien yang memiliki gangguan jantung dan pasien yang menerima obat beta blocker. Terapi alternatif lainnya kemungkinan dibutuhkan pada beberapa kasus berdasarkan kondisi klinis
  • Kemungkinan diperlukan pasien menjalani test NS5A resisten dalam HCV genotip 1a- pada pasien dengan cirrhosis
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki gangguan ginjal karena berisiko menyebabkan muculnya efek samping. Secara reguler lakukan pemantauan kondisi ginjal dengan melakukan tes saat menggunakan obat ini
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada pasien yang memiliki penyakit hati. Pantau kondisi hati selama menggunakan obat ini
  • Natdac tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh pasien berusia kurang dari 18 tahun karena tingkat keamanan dan efikasinya belum diketahui dengan pasti
  • Penggunaan obat ini dapat menyebabkan gejala seperti pusing, bingung, dan kondisi lainnya pada beberapa pasien. Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas seperti mengemudi dan menjalankan mesin selama menggunakan obat ini

Efek Samping Natdac

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Natdac:

Berikut beberapa efek samping yang dapat terjadi akibat penggunaan Natdac:

Sakit kepala, kelelahan yang tidak biasa, mual dan muntah, diare, anemia, ruam dan gatal pada kulit, pusing, gangguan tidur, sesak napas, nyeri dada, kebingungan, masalah memori ingatan.

Perhatian Penggunaan Natdac

Beberapa pasien dengan kondisi berikut ini harus diberi perhatian khusus, seperti:

  • Pasien dengan penyakit hepatitis B (infeksi HBV)
  • Pasien dengan gangguan kardiovaskular
  • Pasien dengan gangguan hati
  • Wanita hamil

Interaksi Obat Natdac

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Natdac antara lain:

  • Dapat menyebabkan bradikardia parah saat digunakan bersamaan dengan amiodarone dan sofosbuvir
  • Penurunan konsentrasi plasma dan efek etrapi dengan inducer enzim CYP3A4 moderat
  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan inhibitor enzim CYP3A4 kuat seperti clarithromycin, itraconazole, ketoconazole, ritonavir
  • Kemungkinan meningkatkan paparan sistemik pada obat dengan substrat P-gp transporter seperti digoxin, OATP 1B1/1B3, dan BCRP
  • Penurunan konsentrasi plasma jika digunakan bersamaan dengan St. John’s wort
  • Berpotensi fatal: penurunan konsentrasi plasma dan efek terapi dengan inducer enzim CYP3A4 seperti carbamazepine, phenytoin, rifampicin

Parameter Pemantauan

Lakukan pemantauan dan tes CBC, INR, LFT (seperti albumin, ALT, AST, alkaline phosphatase), hitung GFR, HCV genotype dan subtype, dan kuantitatif virus HCV sebelum memulai terapi.

Dosis dan Aturan Pakai Natdac

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Natdac:

Hepatitis C kronis

Dewasa: PO: dalam kombinasi dengan agen antivirus lainnya: 60 mg sekali sehari. Pasien yang menggunakan inducer enzim CYP3A4: 90 mg sekali sehari. Pasien yang menggunakan inhibitor enzim CYP3A4 kuat: 30 mg sekali sehari.

Cara Penyimpanan Natdac

Simpan dibawah suhu 30°C.

Kemasan dan Sediaan Natdac

  • DKI1949500217A1, Natdac 30, dus, 1 botol plastik @ 28 tablet salut selaput 32,96 mg
  • DKI1949500217B1, Natdac 60, dus, 1 botol plastik @ 28 tablet salut selaput 65.919 mg

Produsen Natdac

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Natdac:

Natco Pharma Limited – India

Pendaftar

Pratapa Nirmala

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Natdac Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Natdac, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Natdac?

Jika Anda lupa menggunakan Natdac, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Natdac Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Natdac?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Natdac yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Pratapa Nirmala Fahrenheit atau yang biasa kita kenal dengan nama Pratapa Nirmala atau Fahrenheit adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 8 Agustus 1988. Menurut informasi, asal kata penamaan perusahaan ini berasal dari bahasa Sansekerta, "Pratapa" yang berarti "glory" atau "kejayaan" dan "Nirmala" yang berarti "murni" yang singkatnya, untuk mencapai kejayaan, perusahaan perlu untuk mendapatkan loyalitas dan penghormatan dari pelanggan dan satu-satunya jalan untuk meraihnya adalah perusahaan harus mampu menjual produknya dengan bentuk yang murni dengan kualitas tinggi.

Fasilitas manufaktur perusahaan ini ada di Tangerang, Banten yang awalnya seluas dua hektar. Pada waktu itu perusahaan hanya memproduksi obat kardiovaskular dan vitamin dalam bentuk sediaan oral. Kemudian perusahaan terus meningkatkan teknologi dan fasilitas produksi dan pada tahun 1994, PT Pratapa Nirmala Fahrenheit memproduksi produk sefalosporin dengan sediaan oral dan injeksi. Di tahun 1995 perusahaan mulai memproduksi produk small volume parenteral (SVP) dan juga produk-produk untuk mata. Krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998 tidak menghambat perusahaan untuk bergerak maju bahkan terus memperluas dan menambah kapasitas produksinya untuk mengembangkan produk parenteral dengan volume yang lebih besar yang berfokus pada produk antibiotik. Di tahun 2004 perusahaan mulai memproduksi produk pengendali kehamilan baik untuk sediaan oral maupun injeksi hormonal.

Pengembangan fasilitas produksi terus dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan akan produk sefalosporin dalam sediaan oral dan injeksi pada tahun 2010. Tahun 2012 perusahaan berinvestasi pada fasilitas produksi SVP yang lebih besar dan pembangunannya selesai pada 2015 kemudian dilanjutkan pembangunan gedung baru untuk menambah kapasitas produksi hingga selesai pada 2017.

Saat ini PT Pratapa Nirmala Fahrenheit telah memproduksi berbagai macam produk seperti untuk kardiovaskular, hematopoietik, pernapasan, metabolisme, pencernaan, sistem genitourinari, antibiotik dan vitamin dari bentuk oral, injeksi termasuk larutan IV. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB, GMP oleh NA-FDC, ISO 9001:2000, ISO 9001:2008, dan lain-lain.

PT Pratapa Nirmala Fahrenheit memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Yarindo Farmatama yang bergerak dibidang produksi obat-obatan generik, PT Dian Langgeng yang bergerak di bidang penyediaan alat-alat medis. Selain itu ada juga PT Fahrenheit Synthon Pharma yaitu perusahaan joint venture dengan Synthon BV dari Belanda. Perusahaan hasil joint venture ini berfokus pada produksi dan pengembangan produk-produk onkologi, neurologi, dan urologi.

Selain di Indonesia, produk-produk PT Pratapa Nirmala Fahrenheit telah dipasarkan di beberapa negara lain seperti Filipina, Myanmar, Singapura, dan Papua New Guinea.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Obat Antivirus
Antivirus merupakan zat yang digunakan untuk membasmi, menghambat pertumbuhan virus. Virus adalah parasit mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan seluler untuk bereproduksi sendiri. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus akan diekspresikan menjadi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.

Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).

Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 2 Juni). Natdac. Diakses pada 6 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/natdac/


Format MLA (Modern Language Association)

"Natdac". Farmasi-id.com. 2 Juni 2019. 6 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/natdac/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Natdac", 2 Juni 2019, <https://www.farmasi-id.com/natdac/> [Diakses pada 6 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda