Myrept

Farmasi-id.com > Alergi & Sistem Imun > Imunosupresan > Myrept

By | 26/10/2018

Kandungan dan Komposisi

Mycophenolate Mofetil

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Profilaksis reaksi penolakan organ akut pada pasien yang menerima transplantasi ginjal allogenik dan transplantasi jantung allogenik. Mikofenolat mofetil harus digunakan bersamaan dengan siklosporin dan kortikosteroid.

Kontra Indikasi

  • Hipersensitif terhadap mikofenolat mofetil, asam MPA atau komponen apa pun dari produk obat.
  • Pasien yang alergi terhadap Polysorbate 80.
  • Wanita hamil dan menyusui.

Peringatan dan Perhatian

  • Dyscrasias Darah (Neutropenia, Red Blood Cell Aplasia): Monitor dengan tes darah; pertimbangkan penghentian pengobatan atau pengurangan dosis.
  • Komplikasi Gastrointestinal: Pantau adanya komplikasi seperti perdarahan, ulserasi, dan perforasi, terutama pada pasien dengan gangguan pencernaan yang mendasarinya.
  • Defisiensi Hypoxanthine-Guanine Phosphoribosyl-Transferase: Hindari penggunaan MYREPT.
  • Imunisasi: Hindari vaksin hidup yang dilemahkan.
  • Reaksi Lokal dengan Pemberian Intravena Cepat: MYREPT Intravena tidak boleh diberikan dengan injeksi intravena cepat atau bolus.
  • Fenilketonurik: Penangguhan oral mengandung aspartam.
  • Donor Darah: Hindari selama terapi dan selama 6 minggu sesudahnya.
  • Lansia (risiko infeksi meningkat, perdarahan gastrointestinal dan udem paru); anak-anak (kejadian efek samping lebih tinggi dapat terjadi untuk reduksi sementara dosis atau interupsi); penyakit saluran cerna serius aktif (risiko perdarahan, ulserasi dan perforasi); fungsi ginjal cangkok yang tertunda; peningkatan risiko terhadap kanker kulit (hindari pemaparan terhadap cahaya matahari langsung) SUPRESI SUMSUM TULANG. Pasien harus diperingatkan untuk segera melaporkan setiap tanda atau gejala supresi sumsum tulang, misalnya infeksi dan lebam yang tidak terduga atau pendarahan.

Efek Samping

Diare, leukopenia, infeksi, dan ada bukti frekuensi yang lebih tinggi dari jenis infeksi tertentu, misalnya, infeksi oportunistik. Gangguan abdominal, gastritis, mual, muntah, konstipasi; batuk, sindroma seperti influenza; sakit kepala, infeksi (viral, bakteria dan jamur); peningkatan kreatinin darah; leukopenia, anemia, trombositopenia; refluks gastro-esofagal, pendarahan dan ulserasi saluran cerna, pankreatitis, uji fungsi hati, hepatitis, takikardia, perubahan tekanan darah, udem, dispnea, tremor, insomnia, pusing, hiperglisemia, peningkatan risiko keganasan, gangguan lemak darah dan elektrolit, nekrosis tubular ginjal, arthralgia, alopesia, jerawat.

Interaksi Obat

Mengurangi efikasi: antasida dengan magnesium atau aluminium hidroksida, penghambat pompa proton, obat-obatan yang mengganggu resirkulasi enterohepatik, telmisartan, pengikat fosfat bebas kalsium. MYREPT dapat mengurangi efektivitas kontrasepsi oral. Dianjurkan untuk menggunakan metode kontrasepsi penghalang tambahan.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa:

  • Transplantasi Ginjal 1 g dua kali sehari, oral atau intravena (IV) lebih dari 2 jam
  • Transplantasi Jantung 1,5 g dua kali sehari secara oral atau IV, lebih dari 2 jam
  • Transplantasi Hati 1,5 g dua kali sehari secara oral ATAU 1 g dua kali sehari IV selama tidak kurang dari 2 jam

Pediatri:

Transplantasi Ginjal 600 mg / m2 secara oral dua kali sehari, hingga maksimum 2 g setiap hari

MYREPT Intravena adalah alternatif ketika pasien tidak dapat mentolerir obat oral. Berikan dalam waktu 24 jam setelah transplantasi, sampai pasien dapat mentolerir obat oral, hingga 14 hari.

Kurangi atau hentikan pemberian dosis jika terjadi neutropenia.

Neutropeni,Jika neutropenia berkembang (jumlah neutrofil absolut < 1,3 x 103/mcL), pengobatan harus dihentikan atau dosis dikurangi.

Gangguan fungsi ginjal berat, pada pasien transplan ginjal dengan kerusakan ginjal kronik parah (kecepatan filtrasi glomerular < 25 mL/menit/1,73 m2), diluar periode post- transplan atau setelah pengobatan rejeksi akut atau refraktori, dosis lebih besar dari 1 g yang diberikan dua kali sehari harus dihindari. Tidak ada data tersedia untuk pasien transplan jantung dengan kerusakan ginjal kronik parah.

Lansia (≥ 65 tahun, dosis oral 1 g dua kali sehari yang direkomendasikan untuk pasien transplantasi ginjal dan 1,5 g dua kali sehari. untuk pasien transplantasi jantung.

Instruksi dosis khusus

Neutropeni, Jika neutropenia berkembang (jumlah neutrofil absolut < 1,3 x 103/mcL), pengobatan harus dihentikan atau dosis dikurangi. Gangguan fungsi ginjal berat, pada pasien transplan ginjal dengan kerusakan ginjal kronik parah (kecepatan filtrasi glomerular < 25 mL/menit/1,73 m2), diluar periode post-transplan atau setelah pengobatan rejeksi akut atau refraktori, dosis lebih besar dari 1 g yang diberikan dua kali sehari harus dihindari. Tidak ada data tersedia untuk pasien transplan jantung dengan kerusakan ginjal kronik parah.Lansia ( &#8805; 65 tahun, dosis oral 1 g dua kali sehari yang direkomendasikan untuk pasien transplantasi ginjal dan 1,5 g dua kali sehari. untuk pasien transplantasi jantung.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Pd pasien penerima transplantasi ginjal yang stabil, obat dapat diberikan bersama makanan, bila perlu.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 10 blister @ 10 kaplet salut selaput 500 mg

Izin BPOM

DKI1884400609A1

Produsen

Chong Kun Dang Pharmaceutical

Pendaftar

Otto Pharmaceuticals

Sekilas tentang imunosupresan
Imunosupresan adalah obat yang diberikan untuk menekan respon alami sistem kekebalan tubuh. Contohnya adalah pemberian imunosupresan pada pasien transplantasi untuk mencegah penolakan organ dan kepada pasien penyakit autoimun seperti lupus.
Sekilas Tentang Otto Pharmaceutical
Otto Pharmaceutical merupakan suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1963 di kota Bandung, Jawa Barat. Pada tahun 1981, perusahaan ini diakuisisi oleh Mensa (Menjangan Sakti Group) sekaligus menjadi perusahaan farmasi pertama dalam lini perusahaan Mensa Group.

Pada tahun 1991, Otto Pharmaceutical berhasil mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kemudian pada Juni 2005 perusahaan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2000 dari RWTUV GmbH Jerman sebagai pengakuan atas standar manajemen kualitas yang diterapkan dalam perusahaan.

Otto Pharmaceutical memiliki area produksi seluas dua hektar yang digunakan untuk memproduksi produk betalaktam dan non-betalaktam serta sefalosporin. Fasilitas itu dilengkapi dengan gudang penyimpanan, riset and development, quality control, dan sebagainya. Perusahaan ini memiliki total karyawan sebanyak 600 orang dengan cakupan pemasaran produk tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada tahun 2015, Otto Pharmaceutical bersama CKD Pharma (perusahaan asal Korea Selatan) membuat suatu perusahaan joint venture bernama PT. CKD Otto Pharma untuk memproduksi obat-obatan onkologi dan telah selesai membangun area fasilitas produksi obat kanker yang sesuai dengan standar Eropa (EU-GMP) yang produknya selain dapat dipasarkan di Indonesia juga dapat diekspor ke mancanegara. Fasilitas produksi baru ini mencakup area seluas 12.588 meter persegi dengan total investasi $ 30 juta dengan total kapasitas produksi 1,6 juta vial per tahun. Beberapa obat yang diproduksi seperti Oxaliplatin, Gemcitabine dan Docetaxel. Produk obat anti-kanker yang diproduksi telah mandapatkan sertifikat halal dari MUI