Mucotein

By | Maret 5, 2021 |

Apa Kandungan dan Komposisi Mucotein?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Mucotein adalah:

Erdosteine.

Sekilas Tentang Erdosteine Pada Mucotein
Erdosteine adalah suatu zat obat mukolitik yang digunakan dalam terapi pengobatan bronkitis obstruktif kronis. Erdosteine termasuk dalam golongan mukolitik yakni suatu golongan zat yang berfungsi untuk membersihkan mukus (lendir) dari saluran udara bagian atas dan bawah termasuk paru-paru, bronkus, dan trakea.

Erdosteine bertindak dengan mengendalikan produksi lendir dan mengendalikan viskositasnya sembari meningkatkan transportasi mukosiliar. Erdosteine juga melindungi saluran pernapasan dari radikal bebas yang ditimbulkan oleh asap rokok. Erdosteine umumnya aman dan dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh.

Erdosteine merupakan produk turunan dari thiol dan mengandung kelompok sulfhydryl yang akan dilepaskan setelah melalui metabolisme hepatik tahap pertama di dalam hati. Metabolit aktif ini akan melakukan aktivitas mukolitik dan membantu melawan radikal bebas.

Pemberian erdosteine dikontraindikasikan pada mereka yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap erdostein, memiliki penyakit hati parah, memiliki penyakit ginjal parah, memiliki masalah pada lambung, wanita hamil, dan menyusui.

Efek samping yang kemungkinan dapat terjadi setelah penggunaan erdosteine antara lain:
  • Nyeri epigastrik, perubahan rasa pada indra perasa, angioedema

  • Gangguan gastrointestinal (mual, muntah, diare)

  • Gangguan sistem saraf (sakit kepala)

  • Gangguan sistem pernapasan, toraks, dan mediastinum (merasa dingin, dyspnoea)

  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan (reaksi hipersensitivitas kulit seperti urtikaria, eritema, eksim)

dan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di sini.

Pemberian bersamaan dengan produk antibiotik seperti amoxicillin akan menyebabkan peningkatan konsentrasi antibiotik pada dahak. Rute pemberian erdosteine yakni melalui oral dan inhalasi.

Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Mucotein?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Mucotein adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Mukolitik, sebagai obat pengencer dahak pada penyakit saluran napas akut & kronik.

Apa Saja Kontraindikasi Mucotein?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Mucotein dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Sirosis hati, defisiensi sistationin-sintase, fenilketonuria, gagal ginjal berat.

Sekilas tentang batuk
Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Mucotein?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Mucotein:

Kaps Dws 1 kapsul 2-3 x/hari. Sir kering Dws & anak dengan BB >30 kg 10 mL 2 x/hari. Anak 20-30 kg 5 mL 3 x/hari,15-20 kg 5 mL 2 x/hari.

Bagaimana Cara Pemberian Obat Mucotein?

Dapat diberikan bersama atau tanpa makanan.

Sediaan, Kemasan, Harga Mucotein?

  • Mucotein kapsul 300 mg, 2 × 10’s (Rp93,500/boks)
  • Mucotein dry syrup 175 mg/5 mL, 60 mL x 1’s (Rp30,800/botol)

Apa Nama Perusahaan Produsen Mucotein?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Mucotein:

Combiphar

Sekilas Tentang Combiphar
PT Combiphar ((Combined Imperial Pharmaceutical Incorporation) adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 1971 di Bandung. Awalnya perusahaan ini hanya industri kecil atau home industri yang memproduksi OBH (Obat Batuk Hitam), antibiotik, dan analgesik. Pada 1985 Dr. Biantoro Wanandi dan Hamadi Wijaya membawa kemajuan pesat bagi PT Combiphar seperti berhasil mandapatkan sertifikat CPOB pada tahun 1991, mendirikan beberapa fasilitas produksi baru untuk memisahkan fasilitas profuksi produk sefalosporin dengan produk lainnya, bekerja sama dengan Rohto untuk memproduksi produk kesehatan mata, bekerja sama dengan Sanofi-Syntelabo , dan sebagainya.

Hasil kerjasama dengan Sanofy akhirnya membuat didirikannya perusahaan baru bernama PT Sanofi-Syntelabo Combiphar (SSC) yang kemudian pada 2006 berubah namanya menjadi PT Pharma Health Care. Pada 2006 PT Combiphar berhasil meraih sertifikat ISO 9001:2000.

PT Combiphar memiliki pabrik di daerah Padalarang, Bandung, Jawa Barat dan kantor pusatnya ada di Graha Atrium Senen, Jakarta. Saat ini CEO PT Combiphar dijabat oleh Michael Wanandi, anak dari pendiri perusahaan ini. Dibawah kepemimpinannya, perusahaan ini berhasil meraih penghargaan Asia's Leading SMEs dalam ajang Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2018.
Komentar

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *