Moxibat


Apa Kandungan dan Komposisi Moxibat?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Moxibat adalah:

Moxifloxacin

Moxibat Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Moxibat?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Moxibat adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Infeksi bakteri pada dewasa berusia lebih dari 18 tahun seperti bronkitis kronis, pneumonia, sinusitis bakterial akut, infeksi kulit terkomplikasi, infeksi intra-abdomen terkomplikasi, penyakit radang panggul ringan sampai sedang tanpa kombinasi tubo-ovarium.

Beberapa jenis bakteri yang dapat diatasi dengan Moxibat antara lain:

  • Staphylococcus aureus
  • Staphylococcus epidermidis
  • Streptococcus pneumoniae
  • Haemophilus influenzae
  • Klebsiella spp
  • Moraxella catarrhalis
  • Enterobacter spp
  • Mycobacterium spp
  • Bacillus anthracis
  • Mycoplasma genitalium

Bagaimana Farmakologi Moxibat?

Obat ini menghambat enzim topoisomerase II dan topoisomerase IV yang ada pada bakteri yang terlibat dalam proses replikasi, transkripsi, dan perbaikan DNA bakteri. Penghambatan ini menghasilkan efek bakterisidal.

Obat ini dapat diserap dengan baik pada saluran pencernaan. Bioavailabilitas oral mencapai 90%. Sekira 52% dosis oral atau intravena dimetabolisme melalui konjugasi glucuronide (38%) dan sulphate (14%). Cytochrome tidak terlibat dalam metabolisme.

Sekira 45% dari dosis oral atau intravena diekskresikan sebagai obat tidak berubah dan dikeluarkan melalui tubuh melalui urin (20%) dan feses (25%).


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Moxibat Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Moxibat, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Moxibat?

Jika Anda lupa menggunakan Moxibat, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Moxibat Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Moxibat?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Moxibat yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Apa Efek Samping Moxibat?

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Moxibat yang mungkin terjadi adalah:

Superinfeksi mikotik; sakit kepala, pusing; perpanjangan QT pada pasien dg hipokalemia; mual, muntah, gastrointestinal dan sakit perut, diare; peningkatan transaminase; reaksi injeksi & situs infus
Jarang: neuropati perifer, ruptur tendon spontan dan tendonitis, hepatitis, halusinasi, depresi, sindrom Stevens-Johnson, reaksi fotosensitivitas atau fototoksisitas, uveitis

Apa saja Peringatan dan Perhatian Penggunaan Moxibat?

  • Kolitis pseudomembran, aritmia ventrikel
  • Pasien dengan gangguan sistem saraf pusat, miastenia gravis, defisiensi G6PD, intoleransi galaktosa, defisiensi Lapp-laktase atau malabsorpsi glukosa-galaktosa, gangguan penglihatan atau efek apa pun pada mata, psikosis atau riwayat penyakit kejiwaan
  • Penggunaan bersamaan dengan obat yang mengurangi kalium dan magnesium
  • Hentikan pengobatan pada tanda pertama nyeri atau peradangan, aritmia jantung, gejala yang berkaitan dengan gagal hati, neuropati, kulit dan atau reaksi mukosa
  • Hindari paparan iradiasi ultraviolet & sinar matahari yang luas
  • Pertahankan asupan cairan yang memadai
  • Lakukan tes fungsi hati
  • Dapat menyebabkan hasil tes kultur Mycobacterium negatif yang salah, disglikemia
  • Tidak direkomendasikan untuk infeksi MRSA
  • Pasien yang asupan Na nya menjadi perhatian medis (misalnya, CHF, gagal ginjal, sindrom nefrotik)
  • Tidak direkomendasikan pada pasien dengan penyakit pelvis rumit yang memerlukan terapi IV
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin karena reaksi sistem saraf pusat & gangguan penglihatan
  • Wanita dan lansia

Apa Saja Kontraindikasi Moxibat?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Moxibat dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap moxifloxacin dan obat-obatan antimikrobakterial quinolone dan komponennya
  • Pasien yang menggunakan obat OAINS (obat anti inflamasi non steroid)

Apa Saja Interaksi Obat Moxibat?

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Moxibat antara lain:

  • Obat yang menghambat atau yang menstimulasi metabolisme hepatik
  • Kombinasi kortikosteroid dengan moxifloxacin dapat mengakibatkan tendonitis
  • Antasida yang mengandung ion aluminium atau magnesium akan menghambat penyerapan moxifloxacin
  • Obat yang memperpanjang interval QT seperti pimozide akan memilikiefek tambahan pada perpanjangan
  • QT dan menyebabkan peningkatan risiko aritmia ventrikular
  • INR akan meningkat atau berkurang dengan penggunaan bersama warfarin

Bagaimana Kategori Keamanan Penggunaan Moxibat Pada Wanita Hamil?

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui.

FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Moxibat untuk digunakan oleh wanita hamil:

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Sekilas Tentang Obat Kuinolon
Kuinolon merupakan suatu jenis antibiotik bakterisida spektrum luas yang berbagi struktur inti bisiklik yang berhubungan dengan senyawa 4-kuinolon. Kuinolon biasa digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif seperti pada penyakit infeksi saluran kemih, infeksi kulit, infeksi mata, infeksi telinga, pneumonia dan sebagainya.

Kuinolon bekerja dengan cara mengkonversi target mereka (gyrase dan topoisomerase IV) menjadi enzim toksik yang memecah kromosom bakteri yang menyebabkan bakteri terhambat pertumbuhannya dan tidak dapat memperbanyak diri.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Moxibat?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Moxibat:

400 mg sekali sehari.

Izin BPOM, Kemasan, dan Sediaan Moxibat

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Moxibat:

DKL1817627409A1, dus @ 1 blister @ 5 kaplet salut selaput 400 mg

Bagaimana Cara Penyimpanan Moxibat?

Simpan pada suhu 25°C atau pada rentang suhu 15°-30°C, hindarkan dari kelembapan tinggi.

Apa Nama Perusahaan Produsen Moxibat?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Moxibat:

Interbat

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.