Motaderm

By | Juli 17, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Motaderm

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Motaderm adalah::

>

Motaderm® Krim 5 gram, tiap gram mengandung

Mometasone furoate 1 mg

Motaderm® Krim 10 gram, tiap gram mengandung

Mometasone furoate 1 mg

Motaderm® Salep 10 gram, tiap gram mengandung

Mometasone furoate 1 mg

DESKRIPSI:
Mometasone furoate adalah serbuk berwarna putih atau hampulir putih. Praktis tidak larut dalam air; larut sepenuhnya dalam aseton dan diklorometan. Mempunyai berat molekul 521,43.

Motaderm® merupakan preparat Mometasone furoate dalam krim dan salep
Motaderm® krim 5 dan 10 gram/ tube merupakan krim berwarna putih
Motaderm® salep 10 gram/ tube merupakan salep berwarna putih.

FARMAKOLOGI:
Farmakodinamik :
Mometasone furoate merupakan kortikosteroid topikal yang mempunyai efek anti inflamasi anti pruritus dan vasokontriksi untuk dermatitis dan psoriaris

Farmakokinetik:
Absorpsi topikal melalui kulit dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, seperti kondisi penghantaran kulit dan keutuhan dari kulit. Adanya peradangan atau infeksi lainnya pada kulit dapat mempengaruhi absorpsi Mometasone furoate melalui kulit

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Motaderm

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Motaderm adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
Motaderm® diindikasikan untuk meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus dari dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid, seperti psoriasis dan dermatitis atopik

Dosis DAN CARA PEMBERIAN:
Dioleskan tipis-tipis pada lesi 1 x sehari. Jangan memakai pembalut oklusif.

KONTRAIndikasi :
Penderita yang sensitif terhadap kandungan dari Motaderm®. Pasien dengan infeksi virus, bakteri, Jamur pada kulit, jerawat, rosasea dan dermatitis perioral.

Peringatan Penggunaan Motaderm

:
  • Jika timbul iritasi/ sensitisasi, hentikan terapi dan ganti dengan terapi yang sesuai
  • Jika terjadi infeksi, gunakan antifungal atau antibakteri yang sesuai sebagai pengganti
  • Jika respon yang diharapkan tidak nampulak, hentikan pemakaian Mometasone furoate sampai infeksi cukup terkontrol
  • Mometasone furoate tidak digunakan untuk:
    • Mata
    • Pemakaian dalam jangka waktu lama, pada permukaan tubuh yang luas dan dengan menggunakan pembalut
  • Penggunaan pada wanita hamil:
    • Keamanan penggunaan obat ini pada wanita hamil belum dapat ditegakkan, harus dipertimbangkan keuntungan dan kerugiannya dan tidak boleh digunakan dalam Jumlah banyak dan dalam Jangka waktu yang lama. Hati-hati penggunaan pada wanita menyusui
  • Penggunaan pada anak-anak
    • Absorbsi sistemik dari kortikosteroid topikal akan ditingkatkan bila permukaan kulit yang diobati luas atau bila digunakan dengan cara oklusif harus diberikan perhatian yang sesuai pada kondisi demikian ini atau bila diberikan dalam jangka waktu panjang, terutama pada bayi dan anak-anak Pada pasien bayi dan anak-anak mungkin memperlihatkan kerentanan yang lebih besar atas supresi poros hipotalamus pituitaria akibat indikasi kortikosteroid topikal dan sindroma cushing daripada pasien dewasa karena rasio luas permukaan kulit dibanding berat badannya yang lebih besar Terapi kortikosteroid kronis dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Terapi kortikosteroid dilakukan apabila obat lain yang kurang toksik tidak efektif
    • Setiap efek samping yang pernah dilaporkan dengan pemberian kortikosteroid sistemik termasuk supresi adrenal, juga dapat terjadi dengan kortikosteroid topikal terutama pada bayi dan anak-anak

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Motaderm Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Motaderm?

Jika Anda lupa menggunakan Motaderm, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Motaderm Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Motaderm?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Motaderm yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Motaderm

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Motaderm yang mungkin terjadi adalah:

:
Efek Samping lokal seperti parestesi, pruristus, iritasi, hipertrikosis, hipopigmentasi, dermatitis perioral, erupsi akneiformis, dermatitis kontak alergi, tanda-tanda atrofi kulit, infeksi sekunder, striae dan miliaria jarang terjadi pada penggunaan kortikosteroid

Izin, Kemasan & Sediaan Motaderm

·
Motaderm® Krim Dus @ tube @ 5 gram No. Reg. DKL0002330529A1
Motaderm® Krim Dus. tube @ 10 gram No. Reg. DKL0002330529A1
Motaderm® Salep Dus @ tube @ 10 gram No. Reg. DKL0002330430A1

SIMPAN PADA SUHU KAMAR (25 – 30)° C DAN TEMPAT KERING
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Diproduksi oleh:
PT BERNOFARM
Sidoarjo – Indonesia

Motaderm® adalah merek dagang dari PT BERNOFARM

UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT:
e-mail: [email protected]
website: www.bernofarm.com
PO. BOX. 4037 JKP 10040

Sekilas Tentang Bernofarm
PT Bernofarm merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 11 Maret 1971 di Surabaya. Awalnya perusahaan ini hanya merupakan suatu home industri dengan satu buah mesin produksi yang saat itu perusahaan masih bernama CV. Sumber Farma. Pada saat itu jumlah karyawan perusahaan ini masih sekira 20 orang, namun saat ini mencapai hingga 2900 orang karyawan.

Nama perusahaan ini diambil dari nama salah satu kota industri farmasi di Swiss yaitu "Bern". Pada 1976, perusahaan ini memindah lokasi produksinya ke Sidoarjo seluas 20 ribu meter persegi yang digunakan untuk fasilitas produksi produk beta-laktam (steril dan non steril), sefalosporin (steril dan non steril), dan juga untuk produksi produk non beta-laktam dan non sefalosporin. Perusahaan memproduksi obat generik dan juga obat bermerek dengan berbagai bentuk sediaan seperti kapsul, tablet, sirup, serbuk injeksi, ampul, vial, krim, dan sebagainya. Selain itu juga memproduksi produk lainnya sebagai permintaan pihak lain. Setelah itu perusahaan memperluas area produksinya kembali ke daerah baru masih di Sidoarjo seluas 48 ribu meter persegi.

Pada 1991, PT Bernofarm menerima sertifikat CPOB dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu perusahaan telah mendapatkan beberapa sertifikat pengakuan mutu seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, ISO 18001:2007, dan sebagainya. Produk PT Bernofarm telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *