Moisderm

By | Juli 20, 2021 |

MOISDERM®
KRIM PELEMBAB

KOMPOSISI:
MOISDERM® 10% Krim
Tiap gram krim mengandung Urea 10% dalam dasar krim dengan Sodium pidolate, Sodium lactate.

MOISDERM® 20% Krim
Tiap-gram krim mengandung Urea 20% dalam dasar krim dengan Sodium pidolate, Sodium lactate.

KHASIAT :
MOISDERM® merupakan krim pelembab yang dapat melembabkan dan menghaluskan kulit kering.

Indikasi :

  • Untuk pengobatan ikhtiosis dan keadaan kulit kering lainnya
  • Hiperkeratosis atau kulit bersisik seperti pada psoriasis, dermatitis atopik

KONTRAIndikasi :

  • Hipersensitivitas terhadap MOISDERM®
  • Penyakit bakteri, virus, danjamurjikadikombinasikan dengan steroid
  • Wanita hamil

PERINGATAN/Perhatian :

  • Jangan dipakai di dekat mata atau kulit yang terluka
  • Hentikan penggunaan apabila terjadi iritasi
  • Tidak boleh digunakan secara berlebihan dalam jumlah besar pada tempat yang luas, karena dapat menyebabkan efek sistemik yang serius
  • Rasa pedih sementara dapat terjadi

Efek Samping :
Dapat menyebabkan kulit terbakar dan iritasi jika digunakan pada kulit yang meradang.

ATURAN PAKAI :
Dioleskan 2 kali sehari setelah mandi agar diperoleh efek pengobatan yang optimal. Frekuensi pemakaian dapat diturunkan setelah ada kemajuan/perbaikan. Untuk hiperkeratosis pada kaki, oleskan krim setelah merendam kaki teriebih dahulu dalam air hangat selama 15 menit dan dikeringkan dengan handuk.

Kemasan:
MOISDERM® 10% Krim
Tube isi 20 g netto
Reg. No.: DKL0317619729A1

MOISDERM® 20% Krim
Tube isi 20 g netto
Reg. No.: DKL0317619729B1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DI BAWAH 30°C
TERLINDUNG DARI CAHAYA

Diproduksi oleh :
PT Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no. 1
Buduran, Sidoarjo – 61252
Jawa Timur, Indonesia

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *