Mileva

By | Juli 8, 2019 | Farmasi-id.com > Kontrasepsi > Kontrasepsi Oral > Mileva

Kandungan dan Komposisi Mileva

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Mileva:

Levonorgestrel 0.1 mg, ethinylestradiol 0.02 mg.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Mileva

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Mileva:

Mencegah kehamilan.

Dosis dan Aturan Pakai Mileva

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Mileva:

1 tab setiap hari pada waktu yang sama setiap hari, dengan interval tidak lebih dari 24 jam selama 21 hari berturut-turut, dimulai pada hari pertama menstruasi, diikuti 7 hari bebas tab.

Kontraindikasi Mileva

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Mileva dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Hipersensitivitas. Riwayat atau gangguan DVT, tromboflebitis atau tromboemboli ; Valvulopati trombogenik atau gangguan irama trombogenik. Predisposisi herediter atau didapat untuk trombosis vena atau arterial. Cerebrovascular atau CAD. Adenoma hepatik atau karsinoma, ikterus kolestatik pada kehamilan, ikterus dengan penggunaan kontrasepsi oral kombinasi atau penyakit hati aktif. Diketahui atau diduga adanya karsinoma payudara atau diketahui lain atau dugaan estrogen-dependent neoplasia. Diabetes dengan keterlibatan vaskular. Sakit kepala disertai gejala neurologis fokal (misalnya aura) termasuk migrain hemiplegia. Hipertensi yang tidak terkontrol. Perdarahan vaginal yang tidak terdiagnosis. Pankreatitis yang berkaitan dengan hipertrigliseridaemia berat. Diketahui atau diduga hamil.

Perhatian Penggunaan Mileva

Gangguan tromboemboli, trombosis arteri & vena & tromboemboli. Karsinoma organ reproduksi. Lesi okuler, tekanan darah tinggi, migrain/sakit kepala, angioedema, pendarahan genital. Hamil & laktasi. Anak

Efek Samping Mileva

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Mileva:

Sakit kepala, termasuk migrain, gugup, pusing. Metrorrhagia, nyeri payudara, perlunakan, pembesaran, sekresi, dismenore, perubahan pada aliran menstrual & ektropion serviks & sekresi, amenore. Vaginitis, termasuk kandidiasis. Mual, muntah, sakit perut. Perubahan mood, termasuk depresi, perubahan libido. Jerawat. Retensi cairan / edema. Perubahan berat badan.

Interaksi

Dapat menurunkan kadar serum etinilestradiol dengan rifampisin, fenitoin, primidon, rifabutin, deksametason, griseofulvin, topiramate, beberapa protease inhibitor, modafinil, ritonavir & barbiturat. Dapat mengurangi khasiat kontrasepsi oral dengan St. John wort, ampisilin, penisilin dan tetrasiklin lainnya. Dapat meningkatkan konsentrasi serum ethinylestradiol dgn atorvastatin, inhibitor asam askorbat & parasetamol & CYP450 (misalnya itrakonazol, flukonazol & indinavir). Peningkatan siklosporin, teofilin, kortikosteroid atau penurunan konsentrasi plasma lamotrigin & jaringan.

Keamanan penggunaan Pada Wanita Hamil

X: Studi pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman pada manusia ataupun keduanya, dan risiko penggunaan obat pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaat yang mungkin diperoleh. Obat dikontraindikasikan bagi wanita yang sedang atau memiliki kemungkinan untuk hamil.

Kemasan dan Sediaan Mileva

Dus @ 1 blister @ 21 tablet salut selaput,  0,1/0,02 mg

Izin BPOM Mileva

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Mileva:

DKI1638100217A1

Produsen Mileva

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Mileva:

Laboratorios Leon Farma S.A – Spain

Importir

Menarini Indria Laboratories

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Mileva Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Mileva, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Mileva?

Jika Anda lupa menggunakan Mileva, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Mileva Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Mileva?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Mileva yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2017, 27 Agustus). Mileva. Diakses pada 3 Juli 2020, dari https://www.farmasi-id.com/mileva/


Format MLA (Modern Language Association)

"Mileva". Farmasi-id.com. 27 Agustus 2017. 3 Juli 2020. https://www.farmasi-id.com/mileva/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Mileva", 27 Agustus 2017, <https://www.farmasi-id.com/mileva/> [Diakses pada 3 Juli 2020]


Bagikan ke Rekan Anda