Metoclopramide

By | Oktober 19, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > Metoclopramide

Mual dan muntah adalah gejala yang dilatarbelakangi oleh berbagai kondisi serta penyakit-penyakit. Terdapat banyak obat yang bisa digunakan untuk meredakan mual dan muntah. Salah satunya adalah metoclopramide. Obat ini sering diberikan oleh dokter pada pasien yang mengalami gejala mual dan muntah karena migrain serta setelah menjalani operasi, radioterapi, atau kemoterapi. Khusus bagi pengidap migrain, metoclopramide dapat diminum bersamaan dengan analgesik untuk meningkatkan keefektifan analgesik.

Metoclopramide akan meningkatkan aktivitas otot-otot pada saluran pencernaan sehingga makanan lebih cepat terdorong dari lambung menuju usus. Proses ini akan mengurangi gejala mual yang dirasakan.

Jenis obatAntiemetikGolonganObat resepManfaatMencegah serta meredakan mual dan muntahDikonsumsi olehDewasa dan anak-anakBentukTablet, obat cair, obat suntik

Metoclopramide tersedia dalam berbagai merek dan harus digunakan dengan resep dokter. Penggunaan bagi pasien di bawah usia 20 tahun dan di atas 65 tahun juga sebaiknya dengan pengawasan dokter.

Peringatan Penggunaan Metoclopramide

  • Wanita yang berencana untuk hamil atau sedang hamil hanya boleh menggunakan metoclopramide jika dianjurkan oleh dokter
  • Ibu menyusui dilarang menggunakan metoclopramide
  • Harap berhati-hati bagi yang menderita epilepsi, pendarahan pada lambung, gangguan ginjal, gangguan hati, asma, detak jantung yang tidak teratur, diabetes, gangguan mental, penyakit Parkinson, porfiria, tumor pada kelenjar adrenal, dan bagi mereka yang berusia di bawah 20 tahun dan di atas 65 tahun
  • Hindari konsumsi minuman keras selama menggunakan metoclopramide
  • Pengguna metoclopramide sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan pusing dan kantuk
  • Jika menggunakan metoclopramide, beri tahu dokter sebelum menjalani penanganan medis apa pun
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter

Sekilas Tentang Obat Antiemetik
Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:

    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    • Dolasetron

    • Granisetron

    • Ondansetron

    • Tropisetron

    • Palonosetron

    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    • Domperidone

    • Olanzapine

    • Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    • Alizapride

    • Prochlorperazine

    • Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)

    Antagonis reseptor NK1

    • Aprepitant

    • Casopitan

    • Rolapitant

    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.

Dosis dan Aturan Pakai Metoclopramide

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Metoclopramide:

Metoclopramide

Tiap pasien membutuhkan dosis metoclopramide yang berbeda-beda. Takaran ini ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan, jenis kondisi, serta respons tubuh pasien terhadap obat.

Metoclopramide hanya boleh digunakan untuk jangka pendek, yaitu maksimal lima hari. Tabel berikut menjelaskan dosis metoclopramide yang umumnya dianjurkan.

width=”483″>

Pasien
Sekilas Tentang Obat Antiemetik
Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:

    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    • Dolasetron

    • Granisetron

    • Ondansetron

    • Tropisetron

    • Palonosetron

    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    • Domperidone

    • Olanzapine

    • Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    • Alizapride

    • Prochlorperazine

    • Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)

    Antagonis reseptor NK1

    • Aprepitant

    • Casopitan

    • Rolapitant

    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.

Dosis dan Aturan Pakai Metoclopramide

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Metoclopramide:

(miligram)Di atas 18 tahun10 – sebanyak 1 hingga 3 kali sehari15-18 tahun0,1-0,5 untuk tiap kilogram berat badan – sebanyak 1 hingga 3 kali sehari

Dosis maksimal per hari sebanyak 30 mg atau 0,5 mg per kilogram berat badan.

Bagi pasien di bawah 15 tahun, dosis metoclopramide harus dikonsultasikan dengan dokter. Obat ini juga sebaiknya tidak diberikan kepada anak-anak dengan berat badan di bawah 61 kg.

Mengonsumsi Metoclopramide dengan Benar

Gunakanlah metoclopramide sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan.

Periksakanlah diri Anda secara rutin ke dokter selama menggunakannya agar perkembangan kondisi Anda serta keefektifan obat dapat dipantau.

Metoclopramide sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Selama menggunakan antiemetik ini, hindarilah minuman keras karena kandungan alkoholnya dapat meningkatkan risiko efek sampuling.

Apabila mengonsumsi metoclopramide dalam bentuk cair, sebaiknya menggunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan di dalam kemasan. Jangan menggunakan sendok makan biasa karena kemungkinan takarannya berbeda.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Jeda waktu yang ideal adalah 6-8 jam.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi metoclopramide, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis metoclopramide pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Metoclopramide

Sama seperti obat lain, metoclopramide juga berpotensi menyebabkan efek sampuling. Beberapa efek samping yang dapat terjadi saat mengonsumsi antienemik ini meliputi:

  • Pusing
  • Mengantuk
  • Diare (pada pengguna dosis tinggi)
  • Sakit kepala
  • Mulut kering
  • Ruam pada kulit
  • Payudar4 terasa nyeri
  • Menstruasi yang tidak teratur
  • Detak jantung yang cepat
  • Gangguan motorik pada otot wajah, mata, serta tubuh

Efek-efek samping ini biasanya akan berkurang dan hilang setelah tubuh beradaptasi dengan obat. Tetapi jika tidak kunjung membaik, segera hentikan pemakaian obat dan hubungi dokter.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Metoclopramide Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Metoclopramide, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Metoclopramide?

Jika Anda lupa menggunakan Metoclopramide, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Metoclopramide Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Metoclopramide?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Metoclopramide yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 16 Oktober). Metoclopramide. Diakses pada 21 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/metoclopramide/


Format MLA (Modern Language Association)

"Metoclopramide". Farmasi-id.com. 16 Oktober 2020. 21 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/metoclopramide/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Metoclopramide", 16 Oktober 2020, <https://www.farmasi-id.com/metoclopramide/> [Diakses pada 21 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *