Metilfenidat Hidroklorida

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat SSP Golongan Lain & Obat ADHD > Metilfenidat Hidroklorida

By | 19/01/2015
Indikasi

Bagian dari program pengobatan komprehensif untuk attention?eficit hyperactivity disorder (ADHD) (di bawah pengawasan dokter spesialis)

Peringatan: 

Monitor pertumbuhan (untuk pengobatan jangka panjang), tekanan darah dan pengukuran darah total; riwayat ketergantungan obat atau alcohol, psikosis, epilepsi (hentikan pengobatan jika meningkatkan frekuensi kejang); hindari pemutusan obat yang tiba?iba; kehamilan (lampuliran 4).

Kontra Indikasi

Ansietas atau agitasi, tics atau riwayat keluarga adanya sindroma Tourette; hipertiroidisme, angina yang parah, aritmia jantung, glaukoma, manyusui (lampuliran 5).

Efek Samping

Sakit perut, nausea, muntah, mulut kering, takikardi, palpitasi, aritmia, perubahan tekanan darah, insomnia, gugup, anorexia, sakit kepala, mengantuk, pusing, gangguan dalam pergerakan, artralgia, ruam kulit, pruritus, alopesia. Jarang terjadi: arteritis cerrebral, angina, hiperaktivitas, konvulsi, psikosis, tics termasuk sindroma Tourette, Neuroleptic Malignant Syndrome, toleransi dan ketergantungan, retardasi pertumbuhan, menurunkan berat badan, kelainan darah termasuk leukopenia dan trombositopenia, keram otot, gangguan penglihatan, eksfoliatif, dermatitis, eritema multiform.

Dosis

Anak?nak di atas 6 tahun, dosis awal 5 mg, 1? kali sehari, naikkan dosis jika perlu dengan interval tiap minggu sebanyak 5?0 mg per hari hingga maksimum 60 mg per hari dalam dosis terbagi. Hentikan pemakaian jika tidak ada respon setelah 1 bulan, dan juga hentikan secara periodik untuk menilai kondisi anak (Biasanya pada akhirnya dihentikan selama atau setelah pubertas), untuk anak di bawah umur 6 tahun tidak direkomendasikan. Dosis malam: Jika efek berkurang pada malam hari, pemberian satu kali dosis pada sesaat sebelum tidur dapat dilakukan.

Sekilas Tentang Penyakit ADHD

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan; sindrom (sekelompok gejala atau tanda-tanda) yang biasanya ditandai dengan kesulitan yang serius dan terus-menerus, yang menyebabkan kurangnya fokus perhatian, impulsivitas, dan hiperaktivitas.

Gejala-gejala ADHD berbasis neurologis, pertama kali muncul pada usia dini, dan bersifat kronis dalam banyak kasus. Gejala tidak disebabkan oleh kerusakan saraf, penurunan daya sensorik atau motorik, keterbelakangan mental, atau gangguan emosional.