Metilfenidat Hidroklorida

By | Maret 21, 2021 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat SSP Golongan Lain & Obat ADHD > Metilfenidat Hidroklorida

Kandungan dan Komposisi Metilfenidat Hidroklorida

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Metilfenidat Hidroklorida adalah:

Metilfenidat hidrochloride

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Metilfenidat Hidroklorida

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Metilfenidat Hidroklorida adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Bagian dari program pengobatan komprehensif untuk attention?eficit hyperactivity disorder (ADHD) (di bawah pengawasan dokter spesialis)

Peringatan Penggunaan Metilfenidat Hidroklorida

Monitor pertumbuhan (untuk pengobatan jangka panjang), tekanan darah dan pengukuran darah total; riwayat ketergantungan obat atau alcohol, psikosis, epilepsi (hentikan pengobatan jika meningkatkan frekuensi kejang); hindari pemutusan obat yang tiba?iba; kehamilan.

Kontraindikasi Metilfenidat Hidroklorida

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Metilfenidat Hidroklorida dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Ansietas atau agitasi, tics atau riwayat keluarga adanya sindroma Tourette; hipertiroidisme, angina yang parah, aritmia jantung, glaukoma, manyusui.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Metilfenidat Hidroklorida Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Metilfenidat Hidroklorida?

Jika Anda lupa menggunakan Metilfenidat Hidroklorida, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Metilfenidat Hidroklorida Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Metilfenidat Hidroklorida?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Metilfenidat Hidroklorida yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Metilfenidat Hidroklorida

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Metilfenidat Hidroklorida yang mungkin terjadi adalah:

Sakit perut, nausea, muntah, mulut kering, takikardi, palpitasi, aritmia, perubahan tekanan darah, insomnia, gugup, anorexia, sakit kepala, mengantuk, pusing, gangguan dalam pergerakan, artralgia, ruam kulit, pruritus, alopesia. Jarang terjadi: arteritis cerrebral, angina, hiperaktivitas, konvulsi, psikosis, tics termasuk sindroma Tourette, Neuroleptic Malignant Syndrome, toleransi dan ketergantungan, retardasi pertumbuhan, menurunkan berat badan, kelainan darah termasuk leukopenia dan trombositopenia, keram otot, gangguan penglihatan, eksfoliatif, dermatitis, eritema multiform.

Sekilas Tentang Penyakit ADHD
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Hal ini ditandai dengan berbagai keluhan perasaan gelisah, tidak bisa diam, tidak bisa duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap seperti sedang duduk, atau sedang berdiri. Beberapa kriteria yang lain sering digunakan adalah suka meletup-letup, aktivitas berlebihan, dan suka membuat keributan; sindrom (sekelompok gejala atau tanda-tanda) yang biasanya ditandai dengan kesulitan yang serius dan terus-menerus, yang menyebabkan kurangnya fokus perhatian, impulsivitas, dan hiperaktivitas.

Gejala-gejala ADHD berbasis neurologis, pertama kali muncul pada usia dini, dan bersifat kronis dalam banyak kasus. Gejala tidak disebabkan oleh kerusakan saraf, penurunan daya sensorik atau motorik, keterbelakangan mental, atau gangguan emosional.

Dosis dan Aturan Pakai Metilfenidat Hidroklorida

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Metilfenidat Hidroklorida:

Anak-anak di atas 6 tahun, dosis awal 5 mg, 1 kali sehari, naikkan dosis jika perlu dengan interval tiap minggu sebanyak 5?0 mg per hari hingga maksimum 60 mg per hari dalam dosis terbagi. Hentikan pemakaian jika tidak ada respon setelah 1 bulan, dan juga hentikan secara periodik untuk menilai kondisi anak (Biasanya pada akhirnya dihentikan selama atau setelah pubertas), untuk anak di bawah umur 6 tahun tidak direkomendasikan. Dosis malam: Jika efek berkurang pada malam hari, pemberian satu kali dosis pada sesaat sebelum tidur dapat dilakukan.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *