Meropex

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Beta Laktam Golongan Lain > Meropex

By | 28/02/2018

Kandungan dan Komposisi

Meropenem

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Diindikasikan sebagai terapi tunggal, pada orang dewasa dan anak-anak, untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh strain yang peka, baik tunggal ataupun multipel, dari mikroorganisme yang sensitif terhadap Meropenem :

  • Pneumonia dan Pneumonia nosokomial
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi intra-abdominal
  • Infeksi ginekologik, misalnya endometritis
  • Infeksi kulit dan struktur kulit
  • Meningitis
  • Septikemia
  • Endokarditis
  • Terapi empiris untuk dugaan infeksi pada pasien dewasa dengan neutropenia febril. Meropenem digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan antivirus atau antijamur.
  • Meropenem terbukti efektif pada terapi tunggal atau kombinasi dengan antimikroba lain dalam pengobatan infeksi polimikriba.
  • Belum ada pengalaman pada pasien anak dengan neutropenia atau imunodefisiensi primer dan sekunder.

Farmakologi

Menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga terjadi kebocoran sel bakteri dan bakteri lisis.

Kontra Indikasi

Hipersensitif.

Perhatian

  • Alergi silang dengan penisilin & sefalosporin. Monoterapi pada pasien dengan penyakit kritis & diketahui atau diduga infeksi bakteri
  • Pseudomonas aeruginosa.
  • Pemantauan kadar transaminase & bilirubin pada pasien dengan penyakit hati.
  • Riwayat penyakit GI terutama kolitis.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat nefrotoksik lainnya dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin.
  • Kehamilan & laktasi.
  • Anak <3 bln.

Efek Samping

  • Inflamasi, tromboflebitis & nyeri di tempat injeksi;
  • Ruam kulit, pruritus, urtikaria;
  • Sakit perut, mual, muntah, diare, kolitis pseudomembran;
  • Trombositopenia reversibel, eosinofilia, neutropenia, leucopenia, hasil positif pada uji Coombs langsung atau tidak langsung, sakit kepala, parestesia, kandidiasis oral & vag.

Interaksi Obat

Penggunaan bersamaan dengan aminoglikosida dapat meningkatkan resiko nefrotoksik.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa dan anak ≥ 50 kg BB:

Terapi pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi ginekologi, infeksi kulit dan struktur kulit : 500 mg IV tiap 8 jam.
Terapi pneumonia nosokomial, peritonitis, dugaan infeksi pada pasien neutropenia dan septikemia : 1000 mg tiap 8 jam.
Meningitis : 2000 mg tiap 8 jam.

Anak ≥ 3 bulan:

10 – 20 mg/kg tiap 8 jam tergantung jenis dan tingkat keparahan infeksi, kepekaan patogen dan kondisi pasien.

Meningitis:

40 mg/kg tiap 8 jam.

Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan

  • DKL0602338344B1, Dus, 1 vial @ 1 g, serbuk injeksi 1 g/vial
  • DKL0602338344A1, Dus,1 vial @ 0,5 g, serbuk injeksi 0,5 g

Produsen

Bernofarm

Sekilas Tentang Bernofarm
PT. Bernofarm merupakan suatu perusahaan farmasi yang didirikan pada 11 Maret 1971 di Surabaya. Awalnya perusahaan ini hanya merupakan suatu home industri dengan satu buah mesin produksi yang saat itu perusahaan masih bernama CV. Sumber Farma. Pada saat itu jumlah karyawan perusahaan ini masih sekira 20 orang, namun saat ini mencapai hingga 2900 orang karyawan.

Nama perusahaan ini diambil dari nama salah satu kota industri farmasi di Swiss yaitu "Bern". Pada 1976, perusahaan ini memindah lokasi produksinya ke Sidoarjo seluas 20 ribu meter persegi yang digunakan untuk fasilitas produksi produk beta-laktam (steril dan non steril), sefalosporin (steril dan non steril), dan juga untuk produksi produk non beta-laktam dan non sefalosporin. Perusahaan memproduksi obat generik dan juga obat bermerek dengan berbagai bentuk sediaan seperti kapsul, tablet, sirup, serbuk injeksi, ampul, vial, krim, dan sebagainya. Selain itu juga memproduksi produk lainnya sebagai permintaan pihak lain. Setelah itu perusahaan memperluas area produksinya kembali ke daerah baru masih di Sidoarjo seluas 48 ribu meter persegi.

Pada 1991, PT. Bernofarm menerima sertifikat CPOB dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Selain itu perusahaan telah mendapatkan beberapa sertifikat pengakuan mutu seperti ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, ISO 18001:2007, dan sebagainya. Produk PT. Bernofarm telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.