Maxtrim, Maxtrim Forte

Farmasi-id.com > Antibiotik > Maxtrim, Maxtrim Forte

By | 02/04/2016

Kandungan

Tablet:

  • Trimetoprim  80 mg
  • Sulfametoksazol 400 mg

Kaplet Forte:

  • Trimetoprim 160 mg
  • Sulfametoksazol 800 mg

Indikasi

Infeksi traktus urinarus, infeksi traktus gastrointestinal, infeksi traktus respiratorius, dan infeksi THT.

Kontra Indikasi

Penderita hipersensitif, bayi berumur < 2 bulan, anemia megaliblastik, wanita hamil dan menyusui.

Efek Samping

Mual, muntah, ruam kulit, leukopenia, trombositopenia, agranulositosis, anemia aplastik, diskrasia darah.

Dosis

Anak-anak: 1/2-1 kaplet forte 2 x sehari; dewasa dan anak-anak > 12 tahun: 1-1 1/2 kaplet forte 2 x sehari selama 10-14 hari; gonore: 2 kaplet forte 2 x sehari selama 2 hari; pengobatan jangka panjang: 1/2 kaplet forte 2 kali sehari; pengobatan shigellosis selama 5 hari; penderita gangguan fungsi ginjal dengan klirens kreatinin: > 39 ml/menit 1/2 dosis lazim kaplet forte; 15-30 ml/menit 1/4 dosis lazim kaplet forte; < 15 ml/menit pemberian tidak dianjurkan.

Izin BPOM, Kemasan dan Sediaan

  • Dus 10 x 10 tablet
  • DKL8508301104A1, Dus 10 x 10 kaplet forte

Produsen

Heroic

 

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini.