Madu Jamkorat

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Asam Urat > Madu Jamkorat

By | 23/05/2019 | Berikan Ulasan

Kandungan dan Komposisi Madu Jamkorat

Tiap 200 g mengandung extract:

  • Sida rhombifolia folium 8 g
  • Hibiscus sabdariffa flos 2 g
  • Guazumae ulmifolia folium 4 g
  • Murayae folium 4 g
  • Mel depuratum 264 g

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Madu Jamkorat

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Madu Jamkorat:

Membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah dan membantu mengurangi nyeri sendi.

Aturan Minum

Dewasa 3 x sehari 1 sendok makan.

Kocok dahulu sebelum diminum.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk dan kering terhindar dari sinar matahari langsung.
Simpan pada suhu dibawah 30°C.

Kemasan dan Sediaan

Dus @ botol @ 180, 280, 350, 470 g

Izin BPOM

TR.183314061

Harga Madu Jamkorat

Rp 110.000/dus, botol @ 280 g

Produsen Madu Jamkorat

Elanazma Prima

LAINNYA:  Kunci Pepet Plus
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Madu Jamkorat Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Madu Jamkorat, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Madu Jamkorat?

Jika Anda lupa menggunakan Madu Jamkorat, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Madu Jamkorat Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Madu Jamkorat?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Madu Jamkorat yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Guazuma Ulmifolia (Jati Belanda) Pada Madu Jamkorat
Tanaman Jati Belanda memiliki ciri dapat tumbuh hingga ketinggian 10 meter, batangnya keras, permukaannya kasar dan memiliki banyak alur, berkayu, berwarna hijau keputihan. Bentuk daunnya bulat mirip telur dengan tepi bergerigi dan ujungnya runcing. Bentuk bunga tunggal dan bulat di ketiak daun. Tanaman ini biasnaya tumbuh di ketinggian 700-1200 dpl. Bagian yang dapat dimanfaatkan adalah daun, kulit kayu, dan buahnya.

Berikut ini manfaat dari tanaman Jati Belanda bagi kesehatan:

  • Menyembuhkan sakit perut, kolera dan diare

  • Menurunkan berat badan (obesitas)

  • Mengobati penyakit kaki gajah

Sekilas Tentang Sida Rhombifolia (Sidaguri) Pada Madu Jamkorat
Sida rhombifolia atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan sidaguri adalah suatu tanaman herbal yang memiliki ciri berupa tanaman perdu dengan tinggi bisa mencapai 2 meter dengan daun tunggal dan berbentuk bulat telur, ujung runcing, dan tepi bergerigi. Bunga tanaman sidaguri berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun. Buah tanaman ini berkisar 8-10 kendaga dengan diameter 6-7 mm. Tanaman sidaguri dapat tumbuh di mana saja hingga pada dataran dengan ketinggian 1.450 meter dpl dengan sinar matahari cukup.

Akar dan kulit sidaguri biasa dipakai untuk pembuatan tali. Selain itu akar, daun, dan bunganya dapat digunakan untuk bahan obat herbal dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kandungan yang ada pada daun sidaguri antara lain tanin, saponin, phenol, asam amino, dan minyak. Batangnya mengandung kalsium oksalat dan tanin, sedangkan akarnya mengandung alkoloid, steroid, dan efedrine. Efek farmakologis yang dimiliki tanaman ini seperti antiinflamasi, diuretik, analgesik, dan ekspektoran.

Sidaguri efektif untuk menyembuhkan penyakit sakit perut (mulas), rematik, asam urat, sakit gigi, tersengat lebah, asma, cacingan (kremi), disentri, ketombe, dan kurap. Sidaguri tidak boleh digunakan oleh wanita hamil.
Sekilas Tentang Murraya Paniculata (Kemuning) Pada Madu Jamkorat
Murraya paniculata (kemuning) merupakan suatu tanaman herbal yang banyak tumbuh secara liar di tanah lembab pada ketinggian sekira 950 meter dpl (di atas permukaan laut). Ia dapat tumbuh dengan baik pada lokasi yang menerima cahaya matahari dengan cukup. Ciri tanaman ini berupa pohon dengan batang berkayu yang dapat mencapai ketinggian sekira 3 hingga 7 meter dan berwarna kecoklatan. Daun tanaman ini memiliki permukaan yang licin, berbentuk menyerupai corong, area tepi rata dan merupakan daun majemuk yang memiliki 4 hingga 7 anak daun. Tanaman ini memiliki bunga berwarna putih. Buah kemuning saat muda berwarna hijau dan ketika tua berwarna merah tua.

Karakteristik tanaman kemuning ini memiliki rasa pedas, pahit, dan memiliki sifat menghangatkan. Beberapa bahan kimia yang terdapat di dalamnya seperti geraniol, eugenol, citronellol, methyl salicylate, peniculatin, dan bisabolene. Sementara itu banganya memiliki kandungan scopoletin, buahnya mengandung semi-a-carotenon, dan kulitnya mengandung mexotionin dan coumarin.

Efek farmakologis yang dimiliki oleh kemuning yakni anestesi, sedatif, antiperadangan, antirematik, dan pelancar peredaran darah. Akar, batang, dan daunnya bisa digunakan untuk pengobatan rematik, sakit pinggang, sakit gigi, peradangan otak, anestesi lokal, radang saluran napas, infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, haid tidak teratur, keputihan, obesitas, digigit serangga, bisul, eksim, gatal-gatal, keseleo, tukak lambung, dan lain-lain.
Sekilas Tentang Mel Depuratum (Madu) Pada Madu Jamkorat
Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Rasa manis madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki beberapa kandungan seperti: fruktosa, glukosa, Maltosa, Sukrosa, Air, Gula paling tinggi, Abu (analisis kimia), dll.

Berikut adalah beberapa manfaat madu:

  • Antioksidan

  • Meredakan sakit tenggorokan dan batuk

  • mengurangi bau badan

  • Meredakan bengkak

  • Mengobati luka

  • Mengurangi alergi

Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang asam urat/gout
Gout (atau penyakit asam urat); merupakan kondisi medis yang biasanya ditandai dengan serangan berulang dari inflamasi artritis akut yang diakibatkan oleh kecacatan kimiawi tubuh (seperti adanya asam urat dalam cairan sendi). Kondisi yang menyakitkan ini paling sering menyerang sendi-sendi kecil, terutama jempol kaki. Gout biasanya dapat dikontrol dengan obat dan perubahan dalam diet.

Pirai atau gout (juga dikenal sebagai podagra bila terjadi di jempol kaki) adalah kondisi kesehatan yang biasanya ditandai oleh adanya serangan akut artritis inflamatori berulang—dengan gejala kemerahan, lunak yang terasa sakit dan panas pada pembengkakan sendi. Bagian sendi metatarsal-falangeal pada bagian dasar dari ibu jari merupakan tempat yang paling sering terserang (mendekati 50% kasus). Namun, gejala ini juga dapat timbul sebagai tofi, batu ginjal, atau nefropati urat. Keadaan ini disebabkan oleh adanya peningkatan kadar asam urat di dalam darah. Asam urat mengkristal, dan kristal ini mengendap pada persendian, tendon, dan jaringan sekitanya.

Diagnosis klinis dipastikan dengan melihat adanya kristal yang khas pada cairan sendi. Pengobatan dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), steroid, atau kolkisin dapat mengurangi peradangan. Ketika serangan akut berkurang, kadar asam urat biasanya turun dengan cara mengubah gaya hidup, dan bagi mereka yang mengalami serangan berulang, allopurinol atau probenecid memberikan pencegahan dalam jangka waktu yang lama.

Frekuensi pirai telah meningkat pada beberapa dekade ini, memengaruhi sekitar 1-2% populasi Barat pada suatu saat kehidupan mereka. Peningkatan ini diperkirakan disebabkan oleh naiknya faktor risiko dalam populasi, seperti misalnya sindrom metabolik, harapan hidup yang lebih panjang dan perubahan pola makan. Dalam sejarahnya pirai dikenal sebagai "penyakit para raja" atau "penyakit orang kaya".
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2019, 23 Mei). Madu Jamkorat. Diakses pada 21 Februari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/madu-jamkorat/


Format MLA (Modern Language Association)

"Madu Jamkorat". Farmasi-id.com. 23 Mei 2019. 21 Februari 2020. https://www.farmasi-id.com/madu-jamkorat/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Madu Jamkorat", 23 Mei 2019, <https://www.farmasi-id.com/madu-jamkorat/> [Diakses pada 21 Februari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda