Madu Diet Ath Thoifah

Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Pelangsing > Madu Diet Ath Thoifah

By | 07/08/2016

Kandungan dan Komposisi

  • Madu Murni Pilihan.
  • Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Vera L).
  • Ekstrak kemuning (Murraya paniculata L Jack).
  • Daun senna serbuk (Cassia Angustifolia Vahl).
  • Ekstrak Bangle (Zingiber Purpureum Roxb).

Khasiat dan Kegunaan

  • Mengecilkan perut buncit akibat lemak / KB
  • Mengurangi lemak di paha, pinggul, dan bagian yang berlemak lainnya
  • Melancarkan buang air besar
  • Detoksifikasi alami dan aman dari lemak dan racun penyebab kanker
  • Menghilangkan gelambir di perut bagi ibu-ibu yang baru melahirkan
  • Membantu menghilangkan selulit
  • Membantu Menurunkan berat badan

Aturan Minum

2 x 1 hari(1-2sendok), Sebaiknya di minum setelah makan dan menjelang tidur.

Untuk hasil maksimal,hindari makan malam dan segera beraktifitas setelah makan.

Saran Penyimpanan

Simpan disuhu ruang dan kondisi tertutup dan rapat.

Kemasan dan Sediaan

Botol 350 g

 

Harga

Rp 30.000

Produsen

CV. Ath-Thoifah

Sekilas Tentang Murraya Paniculata (Kemuning)
Murraya paniculata (kemuning) merupakan suatu tanaman herbal yang banyak tumbuh secara liar di tanah lembab pada ketinggian sekira 950 meter dpl (di atas permukaan laut). Ia dapat tumbuh dengan baik pada lokasi yang menerima cahaya matahari dengan cukup. Ciri tanaman ini berupa pohon dengan batang berkayu yang dapat mencapai ketinggian sekira 3 hingga 7 meter dan berwarna kecoklatan. Daun tanaman ini memiliki permukaan yang licin, berbentuk menyerupai corong, area tepi rata dan merupakan daun majemuk yang memiliki 4 hingga 7 anak daun. Tanaman ini memiliki bunga berwarna putih. Buah kemuning saat muda berwarna hijau dan ketika tua berwarna merah tua.

Karakteristik tanaman kemuning ini memiliki rasa pedas, pahit, dan memiliki sifat menghangatkan. Beberapa bahan kimia yang terdapat di dalamnya seperti geraniol, eugenol, citronellol, methyl salicylate, peniculatin, dan bisabolene. Sementara itu banganya memiliki kandungan scopoletin, buahnya mengandung semi-a-carotenon, dan kulitnya mengandung mexotionin dan coumarin.

Efek farmakologis yang dimiliki oleh kemuning yakni anestesi, sedatif, antiperadangan, antirematik, dan pelancar peredaran darah. Akar, batang, dan daunnya bisa digunakan untuk pengobatan rematik, sakit pinggang, sakit gigi, peradangan otak, anestesi lokal, radang saluran napas, infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, batu ginjal, haid tidak teratur, keputihan, obesitas, digigit serangga, bisul, eksim, gatal-gatal, keseleo, tukak lambung, dan lain-lain.
Sekilas Tentang Aloe Vera (Lidah Buaya)
Aloe vera atau lidah buaya dipercaya telah dimanfaatkan untuk kesehatan dan berbagai manfaat lainnya sejak 6000 tahun lalu oleh bangsa Mesir kuno. Tanaman ini bahkan dijuluki sebagai tanaman keabadian dan pada pahatan batu diilustrasikan aloe vera dipersembahkan sebagai hadiah pada raja Mesir, Firaun.

Catatan kuno menyebutkan bahwa selain di Mesir kuno, pada jaman dahulu aloe vera sudah populer digunakan di Cina, Jepang, Yunani, dan Meksiko. Aloe vera tumbuh di tempat yang berhawa panas atau dan dapat dibudidayakan di pot dan pekarangan rumah sebagai tanaman hias. Daunnya agak runcing berbentuk taji, tebal, getas, tepinya bergerigi/ berduri kecil, permukaan berbintik-bintik, panjang 15-36 cm, lebar 2-6 cm, bunga bertangkai yang panjangnya 60-90 cm, bunga berwarna kuning kemerahan (jingga), Banyak di Afrika bagian Utara, Hindia Barat.

Batang Tanaman aloe vera berbatang pendek. Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Melalui batang ini akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya menjadikan anakan. Aloe vera yang bertanGkai panjang juga muncul dari batang melalui celah-celah atau ketiak daun.

anaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing, permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya. Panjang daun dapat mencapai 50 – 75 cm, dengan berat 0,5 kg – 1 kg, daun melingkar rapat di sekeliling batang. Bunga aloe vera berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan, dan panjangnya bisa mencapai 1 meter. Bunga biasanya muncul bila ditanam di pegunungan. Akar tanaman aloe vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah. Panjang akar berkisar antara 50 – 100 cm. Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Berikut beberapa manfaat tanaman aloe vera bagi kesehatan:


  1. Menjaga kesehatan gigi dan gusi jika digunakan sebagai bahan pasta gigi;

  2. Mengatasi konstipasi (sembelit/susah buang air besar);

  3. Membantu menyembuhkan luka pada pasien diabetes;

  4. Memiliki manfaat sebagai antioksidan dan antibakteri;

  5. Membantu melindungi kulit dari paparan sinar UV;

  6. Melindungi kulit dari kerusakan akibat efek radiasi kemoterapi pada pasien kanker;

  7. Menurunkan kadar gula darah;

  8. Mencegah dan mengobati kerontokan rambut;

  9. Membantu menyembuhkan bisul.
Sekilas Tentang Mel Depuratum (Madu)
Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Rasa manis madu disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula. Madu memiliki beberapa kandungan seperti: fruktosa, glukosa, Maltosa, Sukrosa, Air, Gula paling tinggi, Abu (analisis kimia), dll.

Berikut adalah beberapa manfaat madu:



  1. Antioksidan.

  2. Meredakan sakit tenggorokan dan batuk.

  3. mengurangi bau badan.

  4. Meredakan bengkak.

  5. Mengobati luka

  6. Mengurangi alergi.

Sekilas tentang obesitas

Obesitas atau kegemukan adalah suatu kondisi medis berupa kelebihan lemak tubuh yang terakumulasi sedemikian rupa sehingga menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan, yang kemudian menurunkan harapan hidup dan/atau meningkatkan masalah kesehatan. Seseorang dianggap menderita kegemukan (obese) bila indeks massa tubuh (IMT), yaitu ukuran yang diperoleh dari hasil pembagian berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter, lebih dari 30 kg/m2.

Kegemukan meningkatkan peluang terjadinya berbagai macam penyakit, khususnya penyakit jantung, diabetes tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma. Kegemukan sangat sering disebabkan oleh kombinasi antara asupan energi makanan yang berlebihan, kurangnya aktivitas fisik, dan kerentanan genetik, meskipun sebagian kecil kasus terutama disebabkan oleh gen, gangguan endokrin, obat-obatan atau penyakit psikiatri. Hanya sedikit bukti yang mendukung pandangan bahwa orang yang gemuk makan sedikit namun berat badannya bertambah karena metabolisme tubuh yang lambat; rata-rata orang gemuk mengeluarkan energi yang lebih besar dibandingkan orang yang kurus karena dibutuhkan energi untuk manjaga massa tubuh yang lebih besar.

Pengaturan diet dan aktivitas fisik masih menjadi tata laksana utama kegemukan. Kualitas asupan dapat diperbaiki dengan mengurangi konsumsi makanan padat energi contohnya makanan yang tinggi lemak dan gula, serta dengan meningkatkan asupan serat. Obat-obatan anti-kegemukan dapat dikonsumsi untuk mengurangi selera makan atau menghambat penyerapan lemak, disertai dengan asupan diet yang tepat. Apabila diet, olahraga, dan obat-obatan belum efektif, maka balon lambung dapat membantu mengurangi berat badan, atau operasi dapat dilakukan untuk mengurangi volume lambung dan/atau panjang usus sehingga dapat memberikan rasa kenyang yang lebih dini dan menurunkan kemampuan penyerapan nutrisi dari makanan.