LUMIGAN

Farmasi-id.com > Mata > Preparat Antiglaukoma > LUMIGAN

By | 26/08/2018

Kandungan

Bimatoprost

Indikasi

Hipertensi okular, glaukoma sudut terbuka, hipotrikosis bulu mata.

Mekanisme Aksi

Deskripsi

Bimatoprost, analog prostamide sintetik, mengurangi tekanan intraokular dengan meningkatkan aliran aqueous humor, juga meningkatkan persentase dan durasi rambut di fase pertumbuhan.

Farmakokinetik

Absorpsi:

Diserap melalui kornea dan sklera. Waktu untuk memuncaknya konsentrasi plasma: W / dalam 10 menit.

Distribusi:

Cukup didistribusikan ke jaringan tubuh. Volume distribusi: 0,67 L / kg. Protein plasma mengikat: Sekitar 88%.

Metabolisme:

Mengalami oksidasi, N-deethylation dan glucuronidation untuk membentuk berbagai metabolit.

Ekskresi:

Melalui urin (hingga 76%); feses (25%). Waktu paruh eliminasi: Sekitar 45 menit.

Perhatian

  • Pasien dengan peradangan intraokular aktif (misalnya uveitis), pasien aphakic, pasien pseudofakia dengan robekan kapsul lensa posterior, faktor risiko edema makula
  • Riwayat herpes simpleks, atau uveitis / irit.
  • Kehamilan dan menyusui.

Efek Samping

Pruritus mata, bengkak, iritasi dan sensasi terbakar; hiperemi konjungtiva, gejala mata kering, penglihatan kabur, eritema periorbital, peningkatan lakrimasi, madarosis, trichorrhex, hiperpigmentasi kulit dan perubahan warna, pertumbuhan dan penggelapan bulu mata, hipersensitivitas, ruam (termasuk makular, eritematosa, dan pruritus terbatas pada kelopak mata dan daerah periorbital); edema kelopak mata, iritasi dan pruritus; periorbital dan perubahan tutup menyebabkan pendalaman sulkus kelopak mata; sakit kepala, HTN, LFT abnormal.

Interaksi obat

Dapat meningkatkan tekanan intraokular dengan latanoprost. Dapat mengurangi efek terapeutik dengan NSAID.

Dosis

Dewasa:

Ophth Ocular HTN; Glaukoma sudut terbuka larutan 0,01% atau 0,03%:

1 tetes ke mata yang terkena sekali sehari pada waktu tidur.

Hypotrichosis bulu mata larutan 0,03%:

Aplikasikan 1 tetes secara merata ke setiap mata di sepanjang kulit kelopak mata atas di dasar bulu mata sekali setiap hari pada waktu tidur.

Penyimpanan

Simpan antara 2-25 ° C.

Kemasan dan Sediaan

Dus, botol @ 3 ml, tetes mata 0,03 % w/v

Izin BPOM

DKI1387400746A1

Produsen

Allergan Pharmaceutical Inc, USA

Pendaftar

Menarini Indria Laboratories – Indonesia

Sekilas tentang obat antiglaukoma

Obat antiglaukoma bekerja pada sistem cairan akuos untuk menurunkan tekanan intraokuIar melalui tiga mekanisme utama, yaitu:



  • Menurunkan produksi akuos di badan siliar

  • Meningkatkan aliran keluar cairan akuos melalui anyaman trabekula, dan

  • Meningkatkan aliran keluar cairan akuos melalui jalur uveosklera.


Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata dengan gejala yang tidak langsung, yang secara bertahap menyebabkan penglihatan pandangan mata semakin lama akan semakin berkurang sehingga akhirnya mata akan menjadi buta. Hal ini disebabkan karena saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat sehingga bola mata akan membesar dan bola mata akan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata yang akhirnya saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga saraf mata akan mati.


Penyebab utama glaukoma adalah meningkatnya tekanan bola mata di atas 20mmHg, penyebab lainnya adalah hipertensi dan diabetes mellitus. Walaupun jarang dapat juga disebabkan emosi yang tidak stabil, migrain, penyempitan pembuluh darah dan lain-lain. Tekanan bola mata di atas normal yang terus menerus akan merusak saraf penglihatan, tetapi seringkali tidak disadari oleh pasien, karena kerusakannya sedikit demi sedikit, oleh karenanya perlu pemeriksaan mata, jika telah berusia 40 tahun ke atas. Tekanan bola mata yang di atas normal pada tahap awal akan diberikan obat tetes mata untuk menurunkan tekanan bola mata menjadi normal.


Jenis glaukoma yang paling umum adalah glaukoma sudut terbuka. Jenis utama lainnya adalah glaukoma sudut tertutup. Glaukoma sudut terbuka adalah bentuk glaukoma yang biasanya berkembang sangat lambat karena saluran drainase mata secara bertahap menjadi tersumbat. Tidak ada tanda-tanda peringatan dini untuk glaukoma sudut terbuka, sehingga sering disebut “pencuri yang diam-diam mengambil penglihatan”. Glaukoma sudut tertutup adalah jenis glaukoma yang disebabkan oleh kenaikan tekanan mata mendadak dan berat. Hal ini terjadi ketika pupil membesar terlalu banyak atau terlalu cepat, dan tepi luar dari iris menyumbat kanal drainase mata. Glaukoma ini dapat akut atau kronis.


Sekilas tentang mata dan penyakitnya

Mata adalah organ penglihatan. Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia pada sel saraf. Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan ke semua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat di belakangnya terdapat pupil, fungsi dari pupil sendiri adalah untuk mengatur insensitas cahaya yang masuk ke mata.

Selain pupil ada juga bagian mata yang disebut selaput pelangi, fungsinya adalah memberi warna pada mata, selaput pelangi juga dapat mengubah ukuran pupil secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap pupil akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, pupil akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Berikut adalah berbagai macam penyakit pada mata:

  • Miopi
    Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh. Biasanya terjadi pada pelajar. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.

  • Hipermetropi
    Hipermetropi yaitu seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.

  • Presbiopi
    Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh. Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap. Biasa terjadi pada lansia.

  • Kerabunan dan kebutaan
    Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apa pun sama sekali. Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan. Bayi yang lahir prematur dengan usia kehamilan kurang dari 32 minggu, juga dapat mengalami Retinopathy of Prematurity (ROP) dan dapat mengalamai ganguan penglihatan hingga kebutaan total, jika tidak diterapi secepatnya. Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar. Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" menggunakan jari-jarinya dengan alat bantu berupa huruf Braille.

  • Buta warna
    Buta warna adalah suatu kondisi seseorang tidak mampu merepresentasikan warna. Buta warna total sama sekali tidak dapat membedakan warna, yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih (grey scale). Sedangkan jika tidak bisa membedakan warna tertentu disebut buta warna parsial. Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan, artinya jika seseorang buta warna, pasti anaknya juga mewarisi gen buta warna, namun belum tentu menderita buta warna.

  • Katarak
    Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan, terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
    Astigmatis = ketidakaturan lengkung-lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina (bintik kuning). Dapat dibantu dengan kacamata silinder/Operasi refraktif.

  • Rabun senja
    Rabun senja adalah penyakit mata yang disebabkan karena mata kekurangan vitamin A. Penderita biasanya tidak bisa melihat pada saat sore hari saja.