Lotasbat

By | November 27, 2020 |

LOTASBAT®
KRIM – SALEP
PREPARAT KORTIKOSTEROID UNTUK KULIT

Kandungan dan Komposisi Lotasbat

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Lotasbat adalah::
LOTASBAT® Krim
Tiap gram krim mengandung:
Clobetasol propionate ………….. 0,5 mg

LOTASBAT® Salep
Tiap gram salep mengandung.
Clobetasol propionate ………….. 0,5 mg

KHASIAT:
LOTASBAT® mengandung Clobetasol-17 -propionate yang termasuk dalam golongan kortikosteroid sintetik, dengan potensi tinggi pada penggunaan topikal yang berguna sebagai antiradang, antipruritik dan vasokonstriksi.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Lotasbat

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Lotasbat adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
Digunakan untuk terapi jangka pendek pada dermatosis yang resisten seperti psoriasis (kecuali plak psoriasis yang luas), eksim rekalsitrans, lichen planus, lupus eritematosus diskoid, dan lain penyakit kulit yang tak teratasi oleh krim-krim kortikosteroid potensi lemah.

Kontraindikasi Lotasbat

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Lotasbat dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
  • Penderita yang hipersensitif terhadap Clobetasol propionate, golongan kortikosteroid yang lain atau bahan-bahan lain yang ada dalam sediaan tersebut
  • Rosasea, jerawat dan dermatitis perioral. Infeksi pada kulit karena virus (misal herpes simpleks, cacar air)
  • Tidak diindikasikan untuk pengobatan lesi kulit karena infeksi jamur atau bakteri, pruritus genital dan perianal
  • Dermatosis pada anak-anak di bawah satu tahun termasuk dermatitis dan ruam karena popok

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Lotasbat Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Lotasbat?

Jika Anda lupa menggunakan Lotasbat, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Lotasbat Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Lotasbat?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Lotasbat yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Lotasbat

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Lotasbat yang mungkin terjadi adalah:

:
  • Clobetasol propionate umumnya mempunyai toleransi yang baik bila digunakan selama 2 minggu. Efek Samping yang sering dilaporkan lokal yaitu rasa terbakar, perih
  • Seperti pada kortikosteroid topikal yang lain, penggunaan jangka lama dalam jumlah besar pada daerah kulit yang luas dapat menyebabkan absorpsi sistemik yang menghasilkan hiperkortikosteroid
  • Pengobatan jangka lama dan intensif untuk sediaan kortikosteroid dengan aktivitas yang lebih tinggi dapat menyebabkan atropik lokal pada kulit seperti penipisan, stria dan pelebaran pembuluh darah superficial terutama jika pembalut yang kedap (occlusive dressing) digunakan atau jika pada lipatan kulit

PERINGATAN / Perhatian:

  • Pengobatan jangka panjang dengan LOTASBAT® harus dihindari, terutama pada anak-anak karena supresi adrenal dapat terjadi dengan cepat. Apabila terpaksa pengobatan anak-anak dengan LOTASBAT®, maka harus dibatasi hanya untuk 5 hari dan setiap minggu harus diadakan evaluasi. Pada pengobatan jangka panjang dengan kortikosteroid yang paten, pada wajah lebih mudah terjadi perubahan atropik dibandingkan bagian tubuh yang lain
  • Bila digunakan pada daerah kelopak mata, jangan sampai obat masuk mata, karena dapat menyebabkan glaukoma
  • Antibiotika topikal sebagai tambahan pengobatan harus diberikan bila mengobati peradangan kulit yang mudah terinfeksi

ATURAN PAKAI:
Oleskan tipis-tipis secara merata satu atau dua kali sehari hingga terlihat perbaikan lalu hentikan. Perbaikan terjadi dalam beberapa hari bila responsif. Pengobatan lebih dari 2 minggu berturut-turut tidak dianjurkan dan total dosis tidak lebih dari 50 gram per minggu karena berpotensi menekan hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis. Bila diperlukan pengobatan jangka panjang dengan kortikosteroid, pakailah sediaan steroid yang lebih lemah.

Izin, Kemasan & Sediaan Lotasbat

:
LOTASBAT® Krim
Tube isi 10 g netto
Reg. No.: DKL0117617029A1

LOTASBAT® Salep
Tube isi 10 g netto
Reg. No.: DKL0117617330A1

HARUS DENGAN RESEP DOKTER
SIMPAN DI BAWAH 30°C TERLINDUNG DARI CAHAYA
JANGAN DISIMPAN DALAM LEMARI PEMBEKU

Diproduksi oleh:
PT Interbat
Jl. H.R.M. Mangundiprojo no.1
Buduran, Sidoarjo-61252
Jawa Timur, Indonesia

Interbat adalah suatu perusahaan farmasi asal Indonesia yang didirikan pada 1948 oleh Bapak Djoko Sukamto yang awalnya sebagai distributor produk-produk obat buatan perusahaan Eropa seperti Crinos S.p.A., Zambon, Gentili S.p.A., dan Cipan Pharmaceutical. Pada tahun 1959 perusahaan ini mendapatkan ijin untuk untuk memproduksi obat sendiri dan pada 1971 perusahaan ini mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacture Practises) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk fasilitas produksinya sehingga sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada waktu itu.

Pada tahun 1977, Interbat memindahkan semua kegiatan produksinya ke lokasi di Sidoarjo seluas dua hektar dimana di sana berdiri pabrik baru mereka. Kemudian setelah itu Interbat kembali melakukan ekspansi pabriknya hingga mencapai empat hektar untuk berbagai macam unit produksi seperti fasilitas produksi, peralatan, laboratorium mutu, dan fasilitas lainnya sehingga sesuai dengan standar WHO. Hingga saat ini Interbat telah menerima setidaknya 31 sertifikat GMP/CPOB.

Saat ini Interbat memiliki sekira 270 produk obat yang terdiri dari berbagai macam kategori mulai dari produk obat hingga suplemen. Produknya pun telah diekspor ke berbagai negara.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *