LORAZEPAM

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Ansiolitik > LORAZEPAM

By | 10/01/2015

Nama Generik: Lorazepam

Nama Merek: Ativan, Merlopam, Renaquil

Definisi

Lorazepam masuk kelompok obat yang disebut benzodiazepines. Obat ini mempengaruhi zat kimia di otak yang bisa saja menjadi tidak seimbang.  Ketidakseimbangan zat kimia dalam otak  dapat menyebabkan gangguan kecemasan dan kegelisahan.

Lorazepam digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan. Lorazepam juga digunakan untuk kebutuhan lain yang tidak tercantum disini.

Informasi Penting

Jangan menggunakan obat ini jika anda memiliki alergi terhadap lorazepam atau jenis benzodiazepines lainnya seperti alprazolam (Xanax), chlordiazepoxide (Librium), clorazepate (Tranxene), diazepam (Valium), atau oxazepam (Serax). Obat ini dapat menyebabkan kecacatan pada janin. Jangan gunakan Lorazepam jika anda sedang hamil.

Sebelum menggunakan Lorazepam beritahukan kepada dokter jika anda memiliki masalah pernapasan, glaukoma, penyakit ginjal atau hati, depresi, atau ketergantungan terhadap obat dan alkohol.  Jangan minum alkohol saat menggunakan Lorazepam. Obat ini dapat meningkatkan efek dari alkohol. Hindari penggunaan obat lain yang membuat anda mengantuk. Karena dapat menambah rasa kantuk yang disebabkan obat ini.

Lorazepam hanya boleh digunakan berdasarakan resep dokter dan tidak boleh dibagi dengan orang lain. Jaga obat ini pada tempat yang aman dimana orang lain tidak dapat menemukannya.

Efek Samping

Panggil pertolongan medis darurat jika anda memiliki tanda apapun dari reaksi alergi ini:

·        Hives atau gatal diikuti  kulit kemerahan
·        Sulit bernapas
·        Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah atau tenggorokan

Hubungi dokter anda jika anda memiliki efek samping serius berikut:
·        Depresi, ingin menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
·        Hiperaktif, mudah marah
·        Berhalusinasi
·        Kepala terasa ringan, pingsan

Efek Samping lainnya:
·        Mengantuk, pusing, lelah
·        Pandangan kabur
·        Sulit tidur
·        Otot lemah, hilang keseimbangan atau koordinasi
·        Amnesia atau pelupa, sulit berkonsentrasi
·        Mual, muntah, konstipasi
·        Perubahan nafsu makan
·        Ruam pada kulit

Gejala efek samping di atas belum lengkap dan dapat muncul gejala lain.

Sekilas Tentang Obat Ansiolitik

Ansiolitik disebut juga antipanik atau agen ansietas adalah obat atau zat yang menghambat kecemasan. Obat-obat ansiolitik telah digunakan untuk pengobatan gangguan kecemasan dan gejala-gejala psikologis dan fisiknya. Terapi cahaya dan intervensi lain juga diketahui memiliki efek ansiolitik.

Penghambat beta-reseptor seperti propranolol dan oxprenolol meskipun bukan ansiolitik, dapat digunakan untuk melawan gejala kecemasan somatik seperti takikardia dan jantung berdebar. Ansiolitik juga disebut sebagai obat penenang minor. Istilah ini kurang umum dalam naskah dan jurnal ilmiah dan pada awalnya berasal dari dikotomi dengan obat penenang utama, juga dikenal sebagai neuroleptik atau antipsikotik. Ada kekhawatiran bahwa beberapa GABAergik, seperti benzodiazepin dan barbiturat, mungkin memiliki efek ansiogenik jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ansiogenik adalah obat atau zat yang memiliki efek yang meningkatkan kecemasan.

Beberapa jenis obat yang termasuk ansiolitik antara lain:

Barbiturat memberikan efek ansiolitik namun risiko penyalahgunaan dan efek sedasi yang ditimbulkan cukup tinggi. Banyak ahli menganggap obat ini sudah terlalu usang untuk mengobati kecemasan tetapi masih berguna untuk pengobatan jangka pendek dari insomnia berat, meskipun hanya digunakan jika terapi dengan benzodiazepin atau non-benzodiazepin telah gagal.

Benzodiazepine digunakan untuk menghilangkan kecemasan parah dalam jangka pendek dan jangka panjang. Benzodiazepine juga dapat diindikasikan untuk menutupi periode laten terkait dengan obat yang diresepkan untuk mengobati gangguan kecemasan yang mendasarinya. Benzodiazepine digunakan untuk mengobati berbagai kondisi dan gejala dan biasanya merupakan pilihan pertama ketika SSP jangka pendek diperlukan. Jika benzodiazepine dihentikan dengan cepat setelah diminum setiap hari selama dua minggu atau lebih, ada risiko penarikan benzodiazepine dan sindrom rebound, yang bervariasi tergantung obat spesifiknya. Toleransi dan ketergantungan juga dapat terjadi, tetapi mungkin dapat diterima secara klinis. Penyalahgunaan obat benzodiazepine lebih kecil daripada dalam kasus barbiturat. Efek samping kognitif dan perilaku mungkin dapat terjadi. Obat yang termasuk dalam benzodiazepin meliputi:


  1. Alprazolam (Xanax)

  2. Bromazepam (Lectopam, Lexotan)

  3. Chlordiazepoxide (Librium)

  4. Clonazepam (Klonopin, Rivotril)

  5. Clorazepate (Tranxene)

  6. Diazepam (Valium)

  7. Flurazepam (Dalmane)

  8. Lorazepam (Ativan)

  9. Oxazepam (Serax, Serapax)

  10. Temazepam (Restoril)

  11. Triazolam (Halcion)