Livamin

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor > Livamin

By | 23/08/2018 | Berikan Ulasan

Produsen Livamin Sanbe Kandungan dan Komposisi LivaminPer 1000 mL Amino acid 5% (BCAA 45%), Na 30 meq/L, K 18 meq/L, Total kalori (N+NPC) 400 kkal/L, Osmolaritas: 750 mLm/L, L-isoleucine 7.6 g, L-leucine 8.5 g, L-lysine monomalate 7.86 g, L-methionine 0.5 g, L-phenylalanine 0.25 g, L-threonine 1.2 g, L-tryptophan 0.1 g, L-valine 6.4 g, L-arginine 4.9 g, L-histidine 0.6 g, L-ornithine-L-aspartate 8.03 g, L-alanine 2.1 g, N-acetyl-L-cysteine 0.2 g, L-glutamic acid 1 g, glycine 0.7 g, L-proline 1.2 g, L-serine 2.75 g, sorbitol 25 g, xylitol 25 g, Na glycerophosphate 5H2O 4,592 g, MgCl2 1,018 g, KCl 1,342 g/L.Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Livamin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Livamin:

Nutrisi parenteral esensial pada pasien dengan insufisiensi hati kronik berat, misalnya sirosis hati yang tidak terkompensasi, pasien dengan sirosis hati, insufisiensi hati yang diakibatkan oleh faktor lain (misalnya metastasis), hepatitis kronik.Dosis dan Aturan Pakai Livamin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Livamin:

Infus IV 0.7-1 g asam amino/kg BB/hari. Pd kasus khusus, pengurangan dosis ±0.5 g asam amino/kg BB/hari atau dengan mempertimbangkan peningkatan kebutuhan s/d 1.4 g asam amino/kg BB/hari. Hasilnya adalah sebesar 14-20 mL (10-28 mL)/kg BB/hari atau ± 1000-1500 mL (700-2000 mL)/hari untuk pasien dengan BB 70 kg. Kecepatan infus normal: 0.1 g asam amino/kg BB/jam setara dengan 2 mL/kg BB/jam atau 2.3 mL/mnt (45 tetes/mnt atau 500 mL dalam ± 3 3/4 jam) pada pasien dengan BB 70 kg. Kecepatan infus maks: 0.15 g asam amino/kg BB/jam (± 3.5 mL atau 70 tetes/mnt pada pasien dengan BB 70 kg).Kontraindikasi

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Livamin dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Atrofi hati dengan koma (koma hepatik endogen, atrofi hati akut) terjadi akibat hepatitis atau keracunan berat, misalnya pada penyakit ginjal kronik dengan penurunan serius fungsi ginjal; hiperkalemia, syok, insufisiensi jantung tak terkompensasi, intoleransi fruktosa atau sorbitol, defisiensi fructose-1.6-diphosphatase, keracunan metanol, anomali metabolik yang berhubungan dengan kandungan asam amino.Perhatian
Keracunan akut dapat terjadi pada saat pemberian pada pasien yang tidak sadar. Anak.Efek Samping
Respon febris, infeksi pada tempat penyuntikan, trombosis vena atau flebitis yang meluas pada tempat penyuntikan, ekstravasasi, & hipervolemia.
SediaanLivamin botol kaca
(glass) 500 mL x 1’s (Rp174,250/botol)
Sekilas Tentang Sanbe Farma
Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: / 5. Jumlah peringkat:

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas Tentang Obat Kolagogum, Kolelitolitik, & Hepatoprotektor
Kolagogum adalah obat atau zat yang merangsang sekresi empedu ke dalam usus.

Kolelitolitik adalah obat atau zat pelarut batu empedu digunakan untuk melarutkan batu-batu empedu kecil yang tidak dikalsifikasi. Mereka menekan jumlah kolesterol yang disintesis oleh hati atau menghambat jumlah kolesterol yang diserap dari usus. Mereka digunakan untuk memecah batu empedu pada pasien yang tidak perlu menjalani operasi.

Hepatoprotektor adalah obat untuk mencegah kerusakan pada hati.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2018, 23 Agustus). Livamin. Diakses pada 17 Januari 2020, dari https://www.farmasi-id.com/livamin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Livamin". Farmasi-id.com. 23 Agustus 2018. 17 Januari 2020. https://www.farmasi-id.com/livamin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Livamin", 23 Agustus 2018, <https://www.farmasi-id.com/livamin/> [Diakses pada 17 Januari 2020]


Bagikan ke Rekan Anda