LINCYN – Promed

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Antibiotik Golongan Lain > LINCYN – Promed

By | 24/05/2015

KOMPOSISI :
Tiap kapsul mengandung Linkomisin HCl 500 mg

Indikasi :
Infeksi berat oleh kuman gram positif seperti Sterptococcus,Pneumococcus dan Staphylococcus yang peka terhadap linkomisin dan resisten terhadap antibiotika lainnya.
Linkomisin digunakan pada infeksi berikut :
– Infeksi saluran nafas bagian atas: faringitis, sinusitis, tonsillitis otitis media dan scarlet fever.
– Infeksi saluran nafas bagian bawah: bronkhitis akut dan kronik serta pneumonia.
– Infeksi kulit dan jaringan lunak: sellulitas, furunkulosis, abses impetigo, acne dan luka pada kulit
– Infeksi tulang dan sendi: osteomyelitis dan septic arthritis.
– Lain-lain: septicaemia dan endokarditis. Linkomisin tidak diindikasikan untuk
pengobatan infeksi bakteri minor ataupun virus.

Kontra Indikasi :
Hipersensitif terhadap linkomisin dan klindamisin.
– Neonates (bayi baru lahir)

Dosis :
Dewasa :
Infeksi berat : 500 mg 3 x sehari (atau setiap 8 jam)
Untuk infeksi yang lebih berat : 500 mg 4 x sehari (atau tiap 6 jam)
Anak-anak (usia diatas 1 bulan) :
Infeksi berat : 30 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi 3 atau 4.
Infeksi lebih berat : 60 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi 3 atau 4.
Untuk infeksi disebabkan streptococcus â-haemolytic, pengobatan dilakukan minimal 10 hari untuk mencegah kemungkinan timbulnya rheumatic fever atau glumerulonephritis. Agar absorpsi obat optimal dianjurkan hanya mengkonsumsi air putih 1-2 jam sebelum dan sesudah minum obat. Bila terjadi diare selama pengobatan, hentikan pengobatan dengan segera.

Kemasan :
Dus, 5 blister @ 10 kapsul . No. Reg. : DKL0233204101A1

PT. PROMEDRAHARDJO FARMASI INDUSTRI
Sukabumi – Indonesia
Simpan di tempat sejuk (15-25)°C dan kering

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini dan di sini.