LIAXON

Farmasi-id.com > Antibiotik > LIAXON

By | 24/03/2016

Kandungan

Ceftriaxone 1 g injeksi kering.

Indikasi

Infeksi saliran pernafasan, infeksi saluran kemih, infeksi tulang, sendi dan kulit, infeksi intra-abdominal, gonorrhea, septikemia, infeksi pembedahan (profilaksis) dan meningitis.

Kontra Indikasi

Hipersensitifitas.

Perhatian

Hi[ersensitif terhadap penisilin, insufisiensi ginjal dan kerusakan berat pada hati, riwayat penyakit GI (kolitis), monitor profil darah secara berkala pada penggunaan jangka penjang, bayi (terutama prematur) yang berisiko mengalami ensefalospati, bilirubin, hamil dan laktasi.

Efek Samping

Mual, muntah, sakit kepala, diare, stomatitis, glositis, agitasi, pruritus, dermatitis, urtikaria, edema, eritema multiformis, eksantema, eosinofilia, trombositopenia, leukopenia, granulositopenia, anemia hemolitik, hematoma/perdarahan, peningkatan SGOT, SGPT, fosfatase alkali, dan bilirubin, peningkatan BUN dan kreatinin, diaforesis, sensasi hangat dan kemerahan pada kulit, nyeri pada tempat injeksi, felbitis.

Interaksi Obat

Probenesid, aminoglikosida.

Dosis

Dosis lazim 1-2 g setiap 24 jam, pada kasus berat dosis dapat ditingkatkan sampai 4 g sehari.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 2 Vial @ 1 gram, Serbuk Injeksi 1 gr

Izin BPOM

DKL1017109844A1

Produsen

Meprofarm, Holi Pharma

Sekilas Tentang Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Informasi lengkap mengenai antibiotik dapat Anda baca di sini dan di sini.