Lactor

By | Januari 15, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Analgesik (Opiat) > Lactor

class=”table table-hover” data-toggle=”table” data-url=”data.json”>

Produsen Lactor

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Lactor:

Phapros Tbk

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Lactor

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Lactor adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Penatalaksanaan jangka pendek untuk nyeri cukup berat yang membutuhkan analgesik setingkat opiat, biasanya nyeri pasca operasi.

Kandungan dan Komposisi Lactor

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Lactor adalah:

Ketorolac tromethamine.

Dosis dan Aturan Pakai Lactor

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Lactor:

Dewasa awal 10 mg, kemudian dilanjutkan dengan dosis 10-30 mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan. Dosis harian total: Lanjut usia 60 mg, Non-lanjut usia 90 mg.

Kontraindikasi Lactor

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Lactor dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Riwayat tukak peptik atau perdarahan saluran cerna; diduga atau diketahui perdarahan serebrovaskuler; diatesis hemoragik termasuk gangguan koagulasi darah; sindrom polip hidung komplit atau parsial; angioedema atau bronkospasme; terapi bersama dengan obat AINS, okspentifilin, probenesid atau garam litium, antikoagulan atau heparin dosis rendah, asetosal; hipovolemia atau dehidrasi; gangguan ginjal sedang atau berat (kreatinin serum > 160 mokromol/L); riwayat asma; pasien pasca operasi dengan resiko tinggi perdarahan atau hemotasis inkomplit. Tidak untuk analgesik profilaksis pra-atau intra-operasi. Hamil dan laktasi. Anak < 16 th.

Perhatian Penggunaan Lactor

Gangguan ginjal, jantung, atau hati, dikompensasi jantung atau hipertensi. Lanjut usia > 65 th, dan pasien dalam kondisi lemah.

Efek Samping Lactor

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Lactor yang mungkin terjadi adalah:

Edema, kenaikan BB, demam, infeksi, astenia. Hipertensi, palpitasi, pucat, sinkop. Pruritus, ruam, urtikaria. Mual, dispepsia, nyeri GI, diare, konstipasi, kembung, perasaan penuh pada GI, stomatitis, gastritis, perdarahan rektum, sendawa, anoreksia, peningkatan nafsu makan. Purpura, epistaksis, anemia, eosinofilia. Sakit kepala, mengantuk, pusing, berkeringat, gemetar, mimpi abnormal, halusinasi, euforia, gejala ekstrapiramidal, vertigo, parestesia, depresi, insomnia, gelisah, rasa haus yang berlebihan, mulut kering, pikiran terganggu, tidak mampu berkonsentrasi, hiperkinesis, pingsan. Sesak napas, edema paru, rinitis, batuk. Gangguan pada indera perasa, gangguan daya penglihatan, telinga berdenging, kehilangan pendengaran. Hematuria, proteinuria, oliguria, retensi urin, poliuria, peningkatan frekuensi BAK. Nyeri pada tempat injeksi.

Interaksi Obat Lactor

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Lactor antara lain:

AINS, asetosal, antikoagulan, furosemid, penyekat ß, ACE inhibitor, glikosida jantung, metotreksat, probenesid, siklosporin, mifepriston, kortikosteroid, kuinolon, diuretik, okspentifilin, litium.

Kemasan dan Sediaan Lactor

, Sediaan, Harga, dan Izin BPOM

Amp 30 mg/mL x 1 mL x 6 (Rp153,041), DKL0719926643A1

Kategori Keamanan Penggunaan Lactor Pada Wanita Hamil

Kategori keamanan penggunaan obat untuk wanita hamil atau pregnancy category merupakan suatu kategori mengenai tingkat keamanan obat untuk digunakan selama periode kehamilan apakah memengaruhi janin atau tidak. Kategori ini tidak termasuk tingkat keamanan obat untuk digunakan oleh wanita menyusui. FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan tingkat keamanan obat untuk wanita hamil menjadi 6 (enam) kategori yaitu A, B, C, D, X, dan N. Anda bisa membaca definisi dari setiap kategori tersebut di sini. Berikut ini kategori tingkat keamanan penggunaan Lactor untuk digunakan oleh wanita hamil:

C, D (pada trimester 3 atau menjelang persalinan).

Klasifikasi Obat

G

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Lactor Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Lactor, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Lactor?

Jika Anda lupa menggunakan Lactor, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Lactor Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Lactor?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Lactor yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
PT Phapros merupakan perusahaan farmasi Indonesia yang dirikan oleh grup usaha Oei Tiong Ham Concern (OTHC), suatu group konglomerat Tionghoa-Indonesia pada 21 Juni 1954. Group konglemat ini awalnya bergerak dibidang bisnis gula dan agro industri namun kemudian memperluas cakupan bisnisnya ke dunia farmasi. Awalnya perusahaan ini bernama NV Pharmaceutical Processing Industries disingkat "Phapros".

Pada tahun 1961, perusahaan ini dinasionalisasi oleh Pemerintah Indonesia melalui PT Perusahaan Perkembangan Ekonomi Indonesia yang saat ini bernama PT rajawali Nusantara Indonesia (persero). Pada November 2000, status perusahaan ini berubah menjadi perusahaan publik dimana PT Rajawali Nusantara Indonesia memegang 53 persen saham dan sisanya dimiliki oleh publik. Pada 2019, PT Phapros diakuisisi oleh PT Kimia Farma dengan nilai 1,36 triliun.

Phapros telah memperoleh banyak sertifikat mutu seperti CPOB, CPOTB, CPAKB, PSAK, ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO/EIC 17025, dan sebagainya. Saat ini jumlah varian produk yang diproduksi oleh PT Phapros sekira 284 macam yang terbagi dalam beberapa kelompok seperti produk etikal, generik, OTC, dan agromed. Selain itu perusahaan ini juga memproduksi pesanan pihak ketiga.

Beberapa produk terkenal yang diproduksi oleh Phapros diantaranya Antimo, Pehavral, Bioneuron, Hypobhac, dan sebagainya. Produk PT Phapros telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan negara Asia Tenggara seperti Kamboja.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2015, 10 September). Lactor. Diakses pada 3 Desember 2020, dari https://www.farmasi-id.com/lactor/


Format MLA (Modern Language Association)

"Lactor". Farmasi-id.com. 10 September 2015. 3 Desember 2020. https://www.farmasi-id.com/lactor/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Lactor", 10 September 2015, <https://www.farmasi-id.com/lactor/> [Diakses pada 3 Desember 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *