LACTOPAIN

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > LACTOPAIN

By | 04/08/2015
ProdusenLapi
KomposisiKetorolac tromethamine.
IndikasiTerapi jangka pendek untuk nyeri akut ringan s/d berat pasca op.
DosisDws Awal 10 mg IM/IV bolus lambat, dilanjutkan dengan 10-30 mg tiap 4-6 jam. Dosis harian total maks: 90 mg/hari. Lanjut usia, gangguan fungsi ginjal, atau BB <50 kg Dosis harian total maks: 60 mg/hari. Lama terapi: 2 hari.
Kontra IndikasiHipersensitif terhadap aspirin atau OAINS lain; tukak peptik aktif; diketahui atau diduga perdarahan serebrovaskuler; diatesis hemoragik termasuk gangguan pembekuan darah; sindrom polip nasal parsial atau komplit, angioedema, atau bronkospasme. Penggunaan bersama dengan okspentifilin, probenesid, garam litium; hipovolemia; gangguan ginjal sedang s/d berat (bersihan kreatinin >160 mikromol/L); riwayat asma, sindrom Steven-Johnson atau ruam vesikobulosa; pasien pasca operasi dengan risiko tinggi perdarahan atau hemostasis inkomplit, sedang mendapat pengobatan dengan antikoagulan heparin dosis rendah (2500-5000 unit tiap 12 jam); pemberian neuraksial (epidural atau intratekal). Tdk dianjurkan sebagai terapi profilaksis sblm & selama op. Hamil, laktasi. Anak <16 tahun.
PerhatianPasien dengan riwayat penyakit GI,  pasien dengan gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan obat yang mempengaruhi hemostasis. Lanjut usia.
Efek Samping yang Mungkin TimbulDispepsia, sakit kepala, mual, diare, konstipasi, gangguan pembekuan darah, nyeri pada tempat inj.
Interaksi ObatWarfarin, ACE inhibitor, diuretik, obat nefrotoksik, obat anti epilepsi, probenesid, metotreksat, litium.
Kategori Keamanan KehamilanC: Studi pada binatang percobaan telah memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embroisidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita, atau studi pada wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya boleh diberikan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

(pd trimester 3 atau menjelang persalinan)
D: Ada bukti positif mengenai risiko pada janin manusia, tetapi manfaat dari penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat diterima meskipun berisiko pada janin (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Bentuk SediaanKemasan/Harga
Lactopain injeksi 30 mg/mL
1 mL x 5 × 1’s (Rp130,000/boks)
sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.