Komix Peppermint / Jahe / Jeruk Nipis

Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Obat Batuk & Pilek > Komix Peppermint / Jahe / Jeruk Nipis

By | 15/01/2015

Kandungan dan Komposisi

Setiap sachet (7 ml) mengandung:

  • Guaifenesin 100 mg
  • Dextromethorphan HBr 15 mg
  • Chlorpheniramine Maleate 2 mg

Cara kerja obat

Bekerja sebagai antitusif, antihistamin, dan ekspektoran.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Untuk meredakan batuk.

Dosis dan Aturan Pakai

Dewasa  3x sehari, 1-2 sachet.

Efek Samping

Mengantuk, gangguan pencernaan, mulut kering, retensi urine.

Kontra Indikasi

Hipersensitif terhadap salah satu komponen obat ini.

Peringatan dan perhatian

  • Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma, hipertrofi prostat, hipertiroid, dan retensi urine.
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada anak usia di bawah 6 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat.
  • Selama minum obat ini, tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Hati-hati pada penderita debil dan hipoksia (kekurangan oksigen).
  • Dapat menyebabkan depresi pernafasan dan susunan saraf pusat pada penggunaan dengan dosis besar atau pada pasien dengan gangguan fungsi pernafasan (misal asma, emfisema).

Obat ini dapat menyebabkan kantuk.

Kemasan, Sediaan, Izin BPOM

  • DTL 910 280 333 7A1 (Peppermint – meredakan batuk dan melegakan tenggorokan)
  • DTL 920 280 583 7A1 (Jahe – meredakan batuk dan menghangatkan tenggorokan)
  • DTL 950 280 773 7A1 (Jeruk Nipis – meredakan batuk dan tenggorokan gatal)

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk (15-25 derajat Celcius).

Produsen

Bintang Toedjoe

Sekilas Tentang Chlorpheniramine
Chlorpheniramine adalah suatu antihistamin yang digunakan untuk pengobatan gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria. Obat ini pertama kali dipatenkan pada tahun 1948 dan mulai digunakan oleh dunia medis pada tahun 1949. Chlorpheniramine sering dikombinasikan dengan phenylpropanolamine untuk membentuk suatu obat yang dapat mengatasi alergi sekaligus sebagai dekongestan,

Chlorpheniramine terkadang juga dikombinasikan dengan obat hydrocodone yang kemudian menghasilkan obat yang diindikasikan untuk batuk dan gangguan pernapsan bagian atas yang ada hubungannya dengan alergi atau pilek pada dewasa dan anak berusia lebih dari 6 tahun.
Sekilas Tentang Guaifenesin (Glyceryl Guaiacolate)
Guaifenesin (glyceryl guaiacolate) adalah suatu obat yang memiliki fungsi sebagai ekspektoran atau peluruh dahak, pengencer lendir saluran napas. Obat ini telah digunakan oleh dunia medis sejak tahun 1933 dan cara kerjanya yaitu dengan meningkatkan volume dan mengurangi viskositas sekresi di trakea dan bronkus sehingga membantu aliran sekresi di saluran pernapasan dan membuat pergerakan siliaris membawa sekresi menuju ke faring. Pada akhirnya meningkatkan efisiensi refleks batuk dan membantu pembuangan sekresi. Sifat guaifenesin selain sebagai ekspektoran juga sebagai relaksan otot dan antikonvulsan serta sebagai antagonis reseptor NMDA.

Asal-usul obat ini kemungkinan dimulai saat orang Spanyol menaklukkan Santo Domingo pada abad ke-16 dan menemukan kayu Guaiacum kemudian membawanya ke Eropa kemudian ternyata didalamnya memiliki kandungan sebagai obat sifilis dan obat lainnya. Kayu Guaiacum ternyata juga memiliki kandungan stimulan untuk sakit tenggorokan.
Sekilas Tentang Dextromethorphan
Dextromethorphan merupakan antitusif non narkotik yang dapat meningkatkan ambang rangsang refleks batuk secara sentral. Obat ini sering dijumpai pada produk obat batuk dalam berbagai sediaan seperti sirup, tablet, semprot, maupun permen.

Obat ini masuk dalam kategori morphinan dengan sifat sedatif, disosiatif, dan stimulan, namun pada dosis tinggi dapat bertindak sebagai anestesi disosiatif. Dextromethorphan diabsorpsi dengan baik melalui saluran cerna. Dimetabolisme dalam hati dan diekskresi melalui ginjal dalam bentuk tidak berubah atau pun bentuk dimetilated morfinon. Dextromethorpan pertama kali dipatenkan pada tahun 1949 dan disetujui untuk digunakan secara luas di dunia medis pada 1953.
Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Sekilas tentang pilek

Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus pada sistem pernapasan yang terutama menyerang hidung.Tenggorokan, sinus, dan kotak suara juga dapat terpengaruh. Tanda dan gejala mungkin muncul kurang dari dua hari setelah paparan. Itu termasuk batuk, sakit tenggorokan, rhinorrhea, bersin, sakit kepala, dan demam. Orang biasanya sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari. Beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, pneumonia kadang-kadang berkembang.

Ada lebih dari 200 strain virus yang terlibat dalam penyebab pilek; rhinovirus adalah yang paling umum. Mereka menyebar melalui udara selama kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda-benda di lingkungan diikuti dengan transfer ke mulut atau hidung. Faktor risiko termasuk pergi ke tempat penitipan anak, tidak tidur dengan baik, dan stres psikologis. Gejala sebagian besar karena respon kekebalan tubuh terhadap infeksi daripada kerusakan jaringan oleh virus sendiri. Penderita influenza sering menunjukkan gejala yang sama seperti penderita pilek, meskipun gejala biasanya lebih parah di influenza.

Tidak ada vaksin untuk pilek. Metode utama pencegahan adalah mencuci tangan; tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci; dan menjauh dari orang-orang yang sakit. Beberapa bukti mendukung penggunaan masker wajah. Tidak ada obat untuk pilek, tetapi gejalanya dapat diobati.Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS, nonsteroidal anti-inflammatory drug, NSAID) seperti ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit.Antibiotik tidak boleh digunakan. Bukti tidak mendukung manfaat dari obat batuk.

Pilek adalah penyakit infeksi yang paling sering pada manusia. Rata-rata orang dewasa terkena pilek dua sampai empat kali setahun, sedangkan rata-rata anak bisa terkena enam sampai delapan kali. Pilek terjadi lebih sering pada musim dingin. Infeksi ini telah ada pada manusia sejak zaman kuno.