KLIDIBRAX

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antipasmodik > KLIDIBRAX

Produsen:

Sandoz

Komposisi:

Clidinium Br 2.5 mg, chlordiazepoxide 5 mg.

Indikasi:

Hipermotilitas saluran cerna yang berhubungan dengan gangguan emosi atau psikomatis.

Dosis:

Dws 1-2 tablet 3-4 x/hari.

Pemberian Obat:

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 1/2-1 jam sblm makan & menjelang tidur malam.

Kontra Indikasi:

Hipertrofi prostat, glaukoma.

Perhatian:

Usia lanjut, epilepsi, KV, gangguan hati atau ginjal, depresi pernafasan.

Efek Samping:

Gangguan mental dan penglihatan, mengantuk, amnesia ketergantungan, retensi urin, hipotensi.

Interaksi Obat:

Simetidin, alkohol, depresan SSP.

Kemasan/Harga:

Tablet 10 x 10 (Rp110.000).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Tidak diketahui.

Sekilas Tentang Obat Antipasmodik

Antispasmodik (spasmolitik) adalah obat yang dapat menekan kejang otot. Antispasmodik digunakan untuk relaksasi otot polos, terutama pada organ tubular saluran pencernaan. Efeknya adalah mencegah kejang pada lambung, usus atau kandung kemih. Baik dicyclomine dan hyoscyamine bersifat antispasmodik karena kerja antikolinergiknya. Kedua obat ini memiliki efek samping umum dan dapat memperburuk penyakit refluks gastroesofageal.

Antipasmodik dapat digunakan untuk kondisi muskuloskeletal akut ketika terapi fisik tidak tersedia atau belum sepenuhnya berhasil. Kelas antispasmodik lain untuk perawatan tersebut termasuk siklobenzaprine, karisoprodol, diazepam, orphenadrine, dan tizanidine. Efektivitas belum ditunjukkan dengan jelas untuk metaxalone, methocarbamol, chlorzoxazone, baclofen, atau dantrolene. Kondisi yang berlaku termasuk nyeri punggung atau leher akut, atau nyeri setelah cedera.

Kejang juga dapat terlihat pada gangguan gerakan yang menunjukkan spastisitas dalam kondisi neurologis seperti cerebral palsy, multiple sclerosis, dan penyakit sumsum tulang belakang. Obat-obatan biasanya digunakan untuk gangguan gerakan spastik, tetapi penelitian belum menunjukkan manfaat fungsional untuk beberapa obat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa obat-obatan telah efektif dalam mengurangi spastisitas, tetapi tidak disertai dengan manfaat fungsional. Obat-obatan seperti baclofen, tizanidine, dan dantrolene telah digunakan untuk terapi ini.