Kalitake

By | Juli 22, 2021 |

Kalitake®
Calcium polystyrene sulphonate

Kandungan dan Komposisi Kalitake

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Kalitake adalah:

Tiap sachet mengandung :

Kalsium polistirene sulfonate 5 g

Farmakologi Kalitake

Kalitake mengandung ion Ca2+ dalam grup radikal resin sulfonate yang merupakan kopolimer styrene divinil benzene. Dengan mekanisme kerja sebagai resin penukar ion. Kalitake melepaskan ion Ca2+ dan mengikat ion K+ melalui adsorpsi.

Pada konsumsi per oral, obat ini mengakibatkan terjadinya proses pertukaran ion dalam traktus gastrointestinalis, diekskresi dalam feses. Kalitake tidak mempengaruhi aktivitas motorik spontan.
Dalam larutan Tyrode, Kalitake mengakibatkan peningkatan bermakna ion Ca2+ dan penurunan Mg2+ dan Na+ sampai 10%. Kalitake mengakibatkan eliminasi ion K+ pada pasien gagal ginjal.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Kalitake

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Kalitake adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Hiperkalemia sebagai akibat gagal ginjal akut dan kronis.

Kontraindikasi Kalitake

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Kalitake dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Hipertiroid
  • Mieloma multiple
  • Sarkoidosis atau metastasis karsinoma dengan gagal ginjal dan hiperkalsemia
  • Kadar kalium/potassium serum kurang dari 5 mmol/L
  • Riwayat hipersensitivitas terhadap resin polistirene sulfonate

Dosis dan Aturan Pakai Kalitake

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Kalitake:

Dewasa: Dosis lazim 15 g sehari, terbagi dalam 3 atau 4 kali pemberian.
Dosis dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit disuspensikan dalam 30-50 mi air.

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Kalitake

  • Selama pemberian Kalitake, harus dilakukan monitoring terhadap kadar kalsium dan potassium serum
  • Perlu dipikirkan akan kemungkinan adanya kekurangan kadar potassium dalam jumlah besar dan kecukupan digoxin secara klinis dan biokimiawi. Pemberian resin sebaiknya dihentikan bila kadar potassium serum turun menkapsulai 5 mmol/L
  • Monitoring kadar kalsium serum untuk mendeteksi adanya potensi dini terjadinya hiperkalsemia dan mencegah terjadinya hipokalsemia. Dapat juga terjadi hipomagnesemia sehingga perlu juga dilakukan monitoring terhadap kadar magnesium serum
  • Bila terjadi konstipasi yang bermakna secara klinis, pemberian dihentikan sampai gerakan usus kembali normal. Hindari pemberian laxative yang mengandung magnesium
  • Pemberian per oral dilakukan secara hati-hati untuk mencegah terjadinya aspirasi yang dapat mengakibatkan komplikasi bronkopulmonalis
  • Pemberian sorbitol bersamaan dengan polistirene sulfonate per oral atau enema telah diduga sebagai faktor dalam kasus terjadinya nekrosis kolon. Walaupun belum terbukti adanya hubungan sebab akibat, tetapi disarankan tidak memberi sorbitol bersama dengan kalsium polistirene sulfonate
  • Efek resin kalsium dalam menurunkan potassium serum membutuhkan waktu berjam-jam hingga berhari-hari. Sehingga pengobatan secara tunggal dengan obat ini mungkin kurang cukup untuk mengkoreksi hiperkalemia derajat tinggi secara cepat, yang terjadi pada keadaan yang mengakibatkan terjadinya pemecahan jaringan secara cepat,seperti luka bakar atau trauma. Dalam kasus tersebut, dianjurkan juga untuk dilakukan dialisis. Bila terjadi krisis hiperkalemia yang mengarah ke keadaan emergensi, pengobatan segera dengan sodium bikarbonat intravena diperlukan untuk menurunkan kadar potassium serum secara cepat dan singkat sementara pengobatan lain untuk menurunkan kadar potassium serum jangka panjang disiapkan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Kalitake Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Kalitake?

Jika Anda lupa menggunakan Kalitake, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Kalitake Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Kalitake?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Kalitake yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Kalitake

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Kalitake yang mungkin terjadi adalah:

  • Traktus gastrointestinalis : Dapat terjadi konstipasi dan lebih jarang nausea, vomitus, anoreksia dan dispepsia
  • Elektrolit, Kadang terjadi hipokalemia, harus dilakukan monitoring terhadap kadar kalium serum dan jika perlu dosisnya dikurangi/ dihentikan
  • Dapat juga terjadi hiperkalsemia

Interaksi Obat Kalitake

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Kalitake antara lain:

  • Kekurangan kadar potassium serum dapat meningkatkan probabilitas terjadinya intoksikasi digitalis
  • Pemberian bersamaan dengan obat/ cairan yang mengandung kation dapat mengurangi efektivitas pengikatan resin kalsium terhadap potassium
  • Aluminium hidroksida. Pernah dilaporkan adanya obstruksi intestinal akibat pemberian resin bersamaan dengan pemberian aluminium hidroksida
  • Digoksin. Efek toksik digoksin terhadap jantung, aritmia ventrikel dan depresi nodus AV, dapat dipicu oleh hipokalemia dan/atau hiperkalsemia

Kemasan dan Sediaan Kalitake

Dus isi 20 sachet @ 5 g

Izin BPOM Kalitake

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Kalitake:

No. Reg: DKL 8820708523 A1

Cara Penyimpanan Kalitake

Simpan dalam tempat yang sejuk dan kering

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

Dipasarkan Oleh :
PT Dipa Pharmalab Intersains

Produsen Kalitake

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Kalitake:

PT Prafa
Citeureup, Bogor – Indonesia

Dibawah Supervisi:
Kowa Company Limited
Japan

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *