Janumet XR

Farmasi-id.com > Sistem Endokrin & Metabolik > Obat Antidiabetes > Janumet XR

By | 26/08/2017

Komposisi

Per tab 50/500 mg tab Sitagliptin 50 mg, metformin HCl lepas-tunda 500 mg. Per tab 50/1,000 mg  Sitagliptin 50 mg, metformin HCl lepas panjang 1,000 mg. Per tab 100/1,000 mg Sitagliptin 100 mg, metformin HCl lepas-tunda 1,000 mg.

Indikasi

Sebagai tambahan untuk diet & olahraga untuk memperbaiki kontrol glikemik pada DM tipe 2 yang tidak cukup terkontrol pada metformin atau sitagliptin saja, atau kombinasi sitagliptin & metformin, atau kombinasi tiga kombinasi dengan sulfonilurea.

Dosis

Dosis individual. Dosis maks harian: Sitagliptin 100 mg/metformin HCl lepas-tunda 2,000 mg.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan bersama makanan: Dianjurkan agar diberikan pada malam hari. Telan utuh, jangan dibagi/ dipatahkan/ dihancurkan/ dikunyah.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas Penyakit ginjal atau disfungsi. Asidosis metabolik akut atau kronis termasuk ketoasidosis diabetes dengan atau tanpa koma. Pemberian material kontras iodinasi secara IV.

Perhatian 

Tidak dapat digunakan untuk terapi DM tipe 1 atau pengobatan ketoasidosis. Hentikan penggunaan jika diduga adanya pankreatitis. Kerusakan ginjal dan hati. Hipoglikemia akibat induksi sulfonilurea atau insulin, risiko asidosis laktik, keadaan hipoksia, operasi/ pembedahan, asupan alkohol, penurunan penyerapan B12, penurunan kontrol glikemik. Hamil & laktasi. Anak <18 thn. Lansia.

Reaksi Simpang

Diare, mual, muntah, sakit perut, perut kembung, gangguan pencernaan, sembelit. Infeksi saluran pernapasan bagian atas, nasofaringitis. Sakit kepala. Asthenia, artralgia, mialgia, nyeri pada ekstremitas, sakit punggung. Hipoglikemia. Reaksi hipersensitivitas termasuk anafilaksis, angioedema, ruam, urtikaria, vaskulitis kulit & kondisi kulit eksfoliatif termasuk sindrom Stevens-Johnson. Peningkatan enzim hati. Pankreatitis akut termasuk pankreatitis hemoragik & nekrosis fatal & non-fatal. Pruritus, pemfigoid.

Interaksi

Peningkatan konsentrasi metformin plasma & darah & AUC dgn obat kationik (misalnya amilorida, digoksin, morfin, procainamide, quinidine, kina, ranitidin, triameter, trimetoprim, vankomisin) & furosemid. Nifedipin meningkatkan penyerapan metformin. Thiazides & diuretik lainnya, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, kontrasepsi oral, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik, antagonis Ca, INH dapat menyebabkan hilangnya kontrol glikemik.

Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil

B: Studi terhadap reproduksi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin tetapi tidak ada studi terkontrol yang dilakukan terhadap wanita hamil, atau studi terhadap reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak dikonfirmasikan dalam studi terkontrol pada wanita pada kehamilan trimester 1 (dan tidak ada bukti risio pada trimester selanjutnya).

Keamanan, Sediaan, Izin BPOM

  1. DKI1763500814A1, Dus, botol @ 28 tablet pelepasan lambat 500/50 mg
  2. DKI1763500814B1, Dus, botol @ 28 tablet pelepasan lambat 1000/50 mg
  3. DKI1763500814C1, Dus, botol @ 28 tablet pelepasan lambat 1000/100 mg

Produsen

MSD International GMBH – Puerto Rico

Pendaftar

Merck Sharp & Dohme Pharma – Indonesia

 

Sekilas Tentang Metformin

Metformin adalah obat lini pertama untuk terapi pengobatan pasien diabetes tipe 2 khususnya mereka yang bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Obat ini juga digunakan dalam pengobatan sindrom ovarium polikistik. Metformin dapat mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker akibat diabetes.

Uji coba yang dilakukan pada tahun 1980 hingga tahun 90-an membuktikan bahwa metformin dapat mengurangi efek negatif terhadap kardiovaskular yang diakibatkan oleh berat badan berlebih pada pasien diabetes tipe 2. Selain itu ia juga dapat menurunkan risiko hipoglikemia, sulfonilerea dan mengurangi tingkat LDL dan trigliserida. Metformin dapat mengurangi kebutuhan insulin pada diabetes tipe 1, meskipun dengan peningkatan risiko hipoglikemia. Pada fase pradiabetes, risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 kemungkinan dapat menurun akibat penggunaan metformin, meskipun harus diiringi dengan olahraga dan latihan intensif.

Metformin pertama kali ditemukan pada 1922 oleh Emil Werner dan James Bell, sebagai produk hasil sintesis N,N-dimethylguanidine dan pertama kali digunakan oleh dunia medis di Perancis tahun 1957 dan di Amerika Serikat tahun 1995. Keamanan metformin untuk digunakan oleh wanita hamil oleh FDA dimasukkan dalam kategori B.

Sekilas Tentang Diabetes
Diabetes merupakan kondisi di mana tubuh tidak dapat memproduksi insulin dengan benar. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar glukosa dalam darah. Diabetes yang umum terjadi adalah diabetes Tipe 1 dan tipe 2.

Pada diabetes Tipe 1 pankreas tidak dapat memproduksi insulin sedangkan pada diabetes tipe 2 pankreas dapat membuat insulin tapi dalam kadar yang tidak cukup banyak. Ini menyebabkan tubuh tidak mendapatkan insulin secara optimal. Meningkatnya kadar gula dalam darah akan membuat penderita diabetes sering merasa haus atau lapar dan juga sering buang air kecil.

Antidiabetes merupakan obat yang mengontrol tingkat glukosa (gula) dalam darah pada penderita diabetes.

Informasi lengkap mengenai diabetes dapat Anda baca di sini.