Itzol

By | Juli 22, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Itzol

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Itzol adalah:

Tiap kapsul mengandung Itraconazole 100 mg.

ITZOL® adalah anti jamur golongan triazol yang berspektrum luas, Obat ini berikatan dengan sitokrom P-450 jamur sehingga menghambat sintesa ergosterol dalam jamur. Ergosterol merupakan komponen penting dalam membran sel fungi. Akibatnya permeabilitas dinding sel jamur terganggu.

Farmakologi Itzol

Itraconazole diserap maksimal bila diberikan bersama makanan. Kadar puncak dalam darah terkapsulai dalam 1,5 – 4 jam setelah pemberian obat. Kadar steady-state terkapsulai setelah pemberian obat selama 2 minggu.
Obat ini didistribusikan ke berbagai bagian tubuh dengan kadar yang berlainan. Sembilan puluh lima persen obat terikat protein. Itraconazole dimetabolisme secara ekstensif di hati lalu dikeluarkan melalui hati dan empedu. Masa paruh eliminasinya sekitar 20 jam. Pada penderita gangguan faal hati atau ginjal tidak diperlukan penyesuaian dosis.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Itzol

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Itzol adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Diindikasikan untuk:

  • Vulvovagin4l kandidiasis
  • Pityriasis versicolor
  • Dermatophytosis
  • Keratitis karena jamur
  • Kandidiasis oropharingeal

Dosis dan Aturan Pakai Itzol

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Itzol:

  • Kandidiasis vulvovagin4l:
    2 x 100 mg/hari selama 1 hari atau
    1 x 200 mg/hari selama 3 hari
  • Kandidiasis oral :
    1 x 100 mg/hari selama 15 hari
  • Tinea corporis, Tinea cruris :
    1 x 100 mg/hari selama 15 hari
  • Tinea pedis, Tinea manus :
    1 x 100 mg/hari selama 30 hari
  • Tinea versicolor
    1 x 200 mg/hari selama 7 hari
  • Keratitis fungus :
    1 x 200 mg/hari selama 21 hari
  • Eliminasi Itraconazole pada jaringan lebih lambat dari pada di dalam plasma Efek klinik dan mikologik yang optimun terkapsulai setelah 2 – 4 minggu pengobatan dihentikan. Untuk mendapat absorbsi maksimum. Itraconazole harus diminum segera setelah makan. Belum diketahui keamanan dan efektifitas penggunaan lebih dari 1 bulan. Oleh karena itu Itraconazole tidak dianjurkan untuk digunakan lebih dan 1 bulan

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Itzol

  • Meskipun secara klinis Itraconazole tidak berhubungan dengan disfungsi hati, tetapi dianjurkan untuk tidak memberikan obat ini pada penderita dengan riwayat penyakit hati atau penderita yang pernah mengalami hepatotoksisitas dengan obat-obat lain
  • Pada penderita dengan kadar enzim hati meninggi, pengobatan dengan Itraconazole tidak boleh diberikan, kecuali dengan pertimbangan manfaat yang diharapkan melebihi resikonya
  • Itraconazole dimetabolisme di dalam hati. Pada penderita sirosis. bioavailabilitas akan berkurang, dianjurkan untuk memonitor konsentrasi Itraconazole dalam plasma. Sesuaikan dosis jika perlu
  • Bila dalam masa pengobatan timbul gejala-gejala seperti: anoreksia, mual, leiah, sakit pada abdomen atau urine berwarna gelap, maka harus dilakukan monitoring ketat terhadap enzim hati. Bila terdapat kelainan, hentikan segera pengobatan
  • Bioavailabilitas Itraconazole pada penderita dengan insufisiensi ginjal lebih rendah. Dianjurkan untuk memonitor konsentrasi plasma. Tidak perlu penyesuaian dosis
  • Bila terjadi neuropati, hentikan segera pengobatan
  • Keamanan pemberian pada wanita yang menyusui dan pada anak belum diketahui pada saat ini

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Itzol Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Itzol?

Jika Anda lupa menggunakan Itzol, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Itzol Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Itzol?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Itzol yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Itzol

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Itzol yang mungkin terjadi adalah:

Efek Samping yang sering terjadi: Nausea, rash. urticaria, angioedema, pusing, sakit kepala. mual, sakit perut, dispepsia, pruritus, neuropali perifer, sindroma Steven-Johnsons, hepatitis, peningkatan kadar enzim hati yang reversibel, kasus hipokalemia dan rambut rontok

Kontraindikasi Itzol

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Itzol dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Penderita yang hipersensitif terhadap Itraconazole dan triazol yang lain,
  • Kehamilan dan wanita dalam masa subur yang tidak menggunakan kontrasepsi yang adekuat. Bila diberikan pada masa subur, harus disertai dengan pencegahan kehamilan yang pemberiannya dilanjutkan selama 1 siklus haid setelah terapi dihentikan
  • Pemberian bersamaan dengan Terfenadin dan Astemizol

Interaksi Obat Itzol

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Itzol antara lain:

Pemberian ITZOL® bersama dengan :

  • Rifampisin, fenitoin, dan fenobarbital dapat mengakibatkan turunnya kadar Itraconazole dalam darah
  • Siklosporin dapat mengakibatkan meningkatnya kadar siklosporin dalam darah
  • Pemberian bersama Terfenadin dapat menaikkan kadar Terfenadin dalam plasma dan dapat menyebabkan efek samping serius terhadap kardiovaskuler seperti takikardi ventrikuler dan kematian
  • Itraconazole menghambat metabolisme Astemizol dan metabolitnya (desmetilaslemizol) yang mungkin memperpanjang interval QT
  • Itraconazole dapat berinteraksi dengan Warfarin dan Digoxin
  • Pemberian dengan antacid, adsorbed, atau histamin H2 -antagonis dapat menurunkan absorbsi Itraconazole

Kemasan dan Sediaan Itzol

ITZOL® Kapsul, Kotak berisi 3 strip @ 4 kapsul

Izin BPOM Itzol

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Itzol:

No Reg, DKL 9613307301 A1

Cara Penyimpanan Itzol

Simpan di tempat sejuk (15-25°C) dan kering, terlindung dari cahaya.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

Produsen Itzol

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Itzol:

PT LAPI LABORATORIES
SERANG – INDONESIA

Sekilas Tentang Lapi Laboratories
PT Lapi Laboratories adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh DR. Indrajana pada 1974. Awalnya perusahaan ini hanyalah suatu laboratorium alergi dan asma dikarenakan pada waktu itu belum ada fasilitas yang baik untuk melakukan diagnosa dan pengobatan pasien alergi. Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan ini berkembang pesat dan pada tahun 1994, PT Lapi Laboratories mendirikan pabrik di Serang, Banten, untuk memproduksi produk-produk farmasi seperti obat, vitamin, suplemen, dan sebagainya. Beberapa produk terkenal yang diproduksi oleh perusahaan ini antara lain Floragyn, EyeVit, Utrogestan, Osteokom, L-Bio, dan lain-lain. Perusahaan ini telah mengantongi sertifikat CPOB, dan ISO 9001.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *