Iremax

By | November 27, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik > Iremax

Tablet
IREMAX®
IBUPROFEN 200 MG, PARACETAMOL 400 MG


Kandungan dan Komposisi Iremax

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Iremax adalah::
Tiap tablet IREMAX® mengandung :

Ibuprofen

200 mg

Paracetamol

400 mg


Farmakologi Iremax

:
Ibuprofen adalah suatu anti inflamasi non steroid yang bekerja menghambat enzim siklooksigenase sehingga sintesa prostaglandin dihambat. Ibuprofen juga memperlihatkan efek analgesik. Paracetamol meredakan nyeri otot berdasarkan peningkatan ambang nyeri di hipotalamus. Paracetamol mengalami metabolisme dan sebagian diekskresi melalui urin setelah konyugasi di hati sebagai eter-sulfat atau glukoronida

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Iremax

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Iremax adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

:
Meringankan nyeri ringan sampai sedang pada otot, nyeri haid dan nyeri sesudah pembedahan

Sekilas Tentang Obat Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik
Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri. Analgesik ada beberapa tipe diantaranya analgesik non opiat (non opioid) yang bisa digunakan tanpa resep dokter dan analgesik opioid yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter karena efek sampingnya lebih besar. Analgesik non opioid contohnya seperti paracetamol (acetamonophen) dan ibuprofen. Sedangkan yang termasuk analgesik opioid contohnya morphine dan oxycodone.

Analgesik non opioid biasanya digunakan untuk meredakan berbagai macam nyeri seperti pada arthritis, migrain, nyeri haid, dan kondisi lainnya berdasarkan tingkat sakit dan nyerinya. Dokter akan menggunakan analgesik opioid jika nyeri yang terjadi berada pada tingkat akut seperti pada pembedahan dan patah tulang. Penggunaan analgesik opioid sangat dibatasi hanya untuk kondisi tertentu karena dapat menimbulkan risiko adiksi dan penyalahgunaan.

Selain dengan pemberian oral dan injeksi, ada juga analgesik yang diterapkan langsung pada kulit dan analgesik ini disebut analgesik topikal. Biasanya analgesik topikal ini digunakan untuk meredakan nyeri otot dan keseleo.

Antipiretik adalah obat yang berfungsi menurunkan demam. Antipiretik akan menurunkan panas demam akibat hipotalamus yang diinduksi oleh prostaglandin. Antipiretik yang banyak digunakan di dunia adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain sebagai antipiretik, obat-obat tadi juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri yang menyertainya.

Dosis dan Aturan Pakai Iremax

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Iremax:

:
Dewasa:
1 tablet 3 – 4 kali sehari bila diperlukan
Tablet harus diminum sesudah makan

Kontraindikasi Iremax

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Iremax dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

:
  • Penderita hipersensitif terhadap Ibuprofen, Paracetamol, aspirin dan AINS lainnya
  • Penderita riwayat ulkus peptikum yang berat dan aktif
  • Penderita polip hidung, angioedema dan reaksi bronkospastik terhadap aspirin
  • Masa kehamilan 3 bulan terakhir
  • Penderita dengan gangguan fungsi hati
  • Penderita di mana bila menggunakan aspirin atau obat-obat anti inflamasi non steroid lainnya akan timbul gejala asma, rhinitis atau urtikaria

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Iremax Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Iremax?

Jika Anda lupa menggunakan Iremax, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Iremax Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Iremax?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Iremax yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Iremax

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Iremax yang mungkin terjadi adalah:

:
  • Gejala efek samping yang paling umum adalah mual dan muntah
  • Gejala lain seperti diare, konstipasi, nyeri dan rasa panas epigastrik, reaksi kulit dan pusing pernah dilaporkan
  • Gejala hematemesis, penglihatan kabur, hepatotoksisitas dan nefrotoksisitas pernah dilaporkan
  • Dapat terjadi walau jarang lymphopenia, agranulositosis dan anemia hemolitik
  • Perdarahan lambung, bronkospasme, trombositopenia, gangguan hati dan ginjal

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Iremax

:
  • Hati-hati terhadap penderita bronkospasme, alergi rhinitis dan urtikaria akibat asetosal atau AINS lainnya karena kemungkinan terjadi sensitivitas silang
  • Hati-hati bila digunakan pada penderita dengan riwayat penyakit saluran cerna bagian atas dan jantung, hipertensi dan keadaan lain yang berhubungan dengan retensi cairan dan gangguan koagulasi intrinsik
  • Tidak dianjurkan untuk digunakan pada anak-anak usia kurang dari 12 tahun karena dikhawatirkan terjadi gangguan hati
  • Laporkan kepada dokter bila terjadi hal-hal berikut:
    • Perdarahan lambung
    • Penglihatan kabur dan gangguan mata
    • Kemerahan pada kulit
    • Bertambah berat badan atau edema
  • Tidak dianjurkan penggunaan selama menyusui dan kehamilan
  • Hati-hati pada penderita dengan kelainan fungsi hati dan fungsi ginjal, juga perlu dimonitor dengan 5eksama
  • Dapat terjadi reaksi hipersensitivitas dan peningkatan serum transaminase pada penderita lupus eritematosus
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati
  • Bila setelah 5 hari nyeri tidak hilang, segera hubungi dokter atau unit pelayanan kesehatan

Interaksi Obat Iremax

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Iremax antara lain:

:
Pemberian bersama asetosal akan menurunkan kadar Ibuprofen dalam darah, Perdarahan dilaporkan terjadi bila diberikan bersama antikoagulan golongan warfarin

Penyimpanan:
Simpan di tempat sejuk ( 15 – 25°C) dan kering

Izin, Kemasan & Sediaan Iremax

:
IREMAX® Box 10 strip @ 10 tablet
No. Reg. DTL9708009410A1

bgcolor=”#000000″>

P. No. 1.
Awas! Obat Keras
Bacalah aturan memakainya

Diproduksi oleh:
PT GUARDIAN PHARMATAMA
TANGERANG -INDONESIA

Sekilas Tentang Guardian Pharmatama
PT Guardian Pharmatama adalah suatu perusahaan farmasi yang berdiri pada tahun 1993 sebagai penerus dari industri farmasi Hasto Husodo. Perusahaan ini menjalani restrukturisasi pada tahun 2000 dan sejak saat itu perusahaan ini tumbuh dengan cukup pesat. Pada tahun 2015 PT Guardian Pharmatama membuka area produksi seluas 7,2 hektar di daerah Citeureup, Bogor, untuk memproduksi berbagai macam produk farmasi seperti produk antibiotik, antijamur, antialergi, analgesik, antipiretik, kardiovakular, vitamin, suplemen dan lain-lain dalam berbagai bentuk sediaan. Perusahaan ini telah mendapatkan sertifikat ISO 9001, CPOB, dan lain-lain guna menjamin mutu setiap produknya tetap dalam keadaan baik.

Produk-produk perusahaan ini didistribusikan oleh PT Milenium Pharmacon International, PT Penta Valent, dan PT Kallista Prima dan saat ini produksnya telah tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa produk itu seperti Neurohax, Emibion, Fungasol, Govazol, dan sebagainya. Kantor pusat PT Guardian Pharmatama ada di Komplek Green Ville Maisonette, Jakarta.

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *