INTRAFEN

Farmasi-id.com > Sistem Muskuloskeletal > INTRAFEN

By | 18/10/2018

Komposisi

Setiap vial mengandung ibuprofen injeksi 100 mg/mL.

Farmakologi

Intrafen merupakan obat anti-inflamasi dan anti-rheumatic yang bekerja dengan menghambat prostaglandin synthetase.

Indikasi

Digunakan untuk menangani nyeri derajat sedang sampai berat kombinasi dengan opioid.

Kontra Indikasi

  • Hipersensitivitas terhadap NSAID (Non-steroid Anti-inflammatory Drugs) atau komponen Intrafen
  • Pasien yang menjalani operasi CABG (Coronary Artery Bypass Graft)
  • Hamil di atas 30 minggu
  • Gagal jantung berat
  • Gagal hati berat
  • Gagal ginjal berat

Peringatan dan Perhatian

  • Kejadian trombosis kardiovaskuler,  
  • Hipertensi
  • Gagal jantung kongestif dan edema
  • Risiko ulserasi, perdarahan, dan perforasi saluran cerna

Interaksi Obat

  • Antiplatelet dan Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRAI)
  • Corticosteroid
  • Acetylsalicylic acid
  • Warfarin
  • Methotrexate
  • H2 Antagonis
  • ACE inhibitor dan Diuretik
  • Lithium
  • Aminoglycosides
  • Cyclosporin atau Tacrolimus
  • Mifepristone
  • Zidovudine
  • Alkohol

Efek Samping

Sering terjadi (≥ 10%): mual, flatulens, muntah, sakit kepala, perdarahan dan pusing.

Dosis dan Cara Pemberian

  • Pemberian 400-800 mg intravena setiap 6 jam sesuai kebutuhan. Lama waktu infus yang diberikan minimal selama 30 menit. Dosis maksimal adalah sebesar 3200 mg.
  • Cairan yang dapat digunakan untuk dilusi adalah NaCl 0,9% atau Dextrose 5%
  • Setiap 400 mg dosis dilarutkan dalam minimal 100 mL diluen.

Penyimpanan

Simpan produk pada suhu ruang di bawah 30°C.

Kemasan dan Sediaan

Larutan steril, bening dengan pH 7,00-7,80.

Pendaftar

Kalbe Farma

Sekilas Tentang Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat yang termasuk dalam golongan OAINS (Obat anti inflamasi non steroid) yang digunakan untuk terapi pengobatan nyeri, demam, dan peradangan seperti pada nyeri saat menstruasi, migrain, dan rheumatoid arthritis. Ibuprofen dapat diberikan secara oral maupun intravena. Obat ini akan mulai bereaksi satu jam setelah diberikan.

Obat ini meredakan nyeri dengan cara menghambat produksi hormon prostaglandin melalui penurunan aktivitas enzim cyclooxygenase. Sebagai antipiretik (penurun panas), ibuprofen bekerja di hipotalamus dengan meningkatkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan aliran darah piretik. Obat ini termasuk dalam obat OAINS yang lemah jika dibandingkan dengan obat OAINS lainnya.

Ibuprofen pertama kali ditemukan oleh ahli farmasi asal Inggris Stewart Adams pada tahun 1961 dan pertama kali dipasarkan dengan nama Brufen, Advil, dan Motrin. Obat ini pertama kali dipasarkan tahun 1969 di Inggris kemudian tahun 1974 di Amerika Serikat. WHO menyatakan ibuprofen sebagai obat yang termasuk paling aman dan paling efektif.