Insic Forte

Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik > Insic Forte

By | 13/02/2019

Kandungan

Ibuprofen

Indikasi

Menurunkan demam pada anak-anak, meringankan nyeri ringan sampai sedang (gigi, sakit kepala, nyeri setelah operasi, gejala nyeri ringan sampai sedang pada penyakit reumatik tulang sendi dan non sendi, terkilir).

Kontra Indikasi

Penderita yang hipersensitif terhadap asetosal (aspirin) atau obat anti inflamasi non steroid lainnya, dan wanita hamil trimester ke-3; Penderita dengan syndroma nasal polyps, angioedema, dan reaksi bronkospasme terhadap asetosal aspirin) atau antiinflamasi non steroid yang lain; dapat menyebabkan reaksi anafilatik.

Perhatian dan peringatan

Penderita gangguan fungsi ginjal, gagal jantung, hipertensi, dan penyakit lain yang menyebabkan retensi cairan tubuh, asma, gangguan pembekuan darah, lupus ertematosus sistemik; Hati-hati penggunaan pada anak < 1 tahun, wanita hamil trimester 1 dan 2, ibu menyusui; Hati-hati pemberian pada penderita tukak lambung atau mempunyai riwayat tukak lambung; Hati-hati pada penderita yang sedang mendapatkan antikoagulankumarin.

Efek Samping

Ringan dan bersifat sementara seperti mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri lambung, ruam kulit, pruritus, sakit kepala, pusing, dan heart burn.

Interaksi Obat

Asetosal (asoirin); Dosis Ibuprofen lebih dari 2,4 g per hari dapat menggantikan warfarin dari ikatannya dengan protein plasma.

Dosis

Dewasa 3-4 x @ 2 sendok takar (200 mg); Anak-anak 20 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 1 botol @ 60 ml, suspensi 200 mg/5 ml

Izin BPOM

DTL1817112633A1

Produsen

Holi Pharma

Sekilas Tentang Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat yang termasuk dalam golongan OAINS (Obat anti inflamasi non steroid) yang digunakan untuk terapi pengobatan nyeri, demam, dan peradangan seperti pada nyeri saat menstruasi, migrain, dan rheumatoid arthritis. Ibuprofen dapat diberikan secara oral maupun intravena. Obat ini akan mulai bereaksi satu jam setelah diberikan.

Obat ini meredakan nyeri dengan cara menghambat produksi hormon prostaglandin melalui penurunan aktivitas enzim cyclooxygenase. Sebagai antipiretik (penurun panas), ibuprofen bekerja di hipotalamus dengan meningkatkan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah) dan aliran darah piretik. Obat ini termasuk dalam obat OAINS yang lemah jika dibandingkan dengan obat OAINS lainnya.

Ibuprofen pertama kali ditemukan oleh ahli farmasi asal Inggris Stewart Adams pada tahun 1961 dan pertama kali dipasarkan dengan nama Brufen, Advil, dan Motrin. Obat ini pertama kali dipasarkan tahun 1969 di Inggris kemudian tahun 1974 di Amerika Serikat. WHO menyatakan ibuprofen sebagai obat yang termasuk paling aman dan paling efektif.

Sekilas Tentang Obat Analgesik (Non Opiat) & Antipiretik

Analgesik adalah obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit atau nyeri. Analgesik ada beberapa tipe diantaranya analgesik non opiat (non opioid) yang bisa digunakan tanpa resep dokter dan analgesik opioid yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter karena efek sampingnya lebih besar. Analgesik non opioid contohnya seperti paracetamol (acetamonophen) dan ibuprofen. Sedangkan yang termasuk analgesik opioid contohnya morphine dan oxycodone.

Analgesik non opioid biasanya digunakan untuk meredakan berbagai macam nyeri seperti pada arthritis, migrain, nyeri haid, dan kondisi lainnya berdasarkan tingkat sakit dan nyerinya. Dokter akan menggunakan analgesik opioid jika nyeri yang terjadi berada pada tingkat akut seperti pada pembedahan dan patah tulang. Penggunaan analgesik opioid sangat dibatasi hanya untuk kondisi tertentu karena dapat menimbulkan risiko adiksi dan penyalahgunaan.

Selain dengan pemberian oral dan injeksi, ada juga analgesik yang diterapkan langsung pada kulit dan analgesik ini disebut analgesik topikal. Biasanya analgesik topikal ini digunakan untuk meredakan nyeri otot dan keseleo.

Antipiretik adalah obat yang berfungsi menurunkan demam. Antipiretik akan menurunkan panas demam akibat hipotalamus yang diinduksi oleh prostaglandin. Antipiretik yang banyak digunakan di dunia adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Selain sebagai antipiretik, obat-obat tadi juga memiliki efek analgesik untuk meredakan nyeri yang menyertainya.