Infusan D2.5 + ½ Ns

Farmasi-id.com > Elektrolit > Infusan D2.5 + ½ Ns

By | 14/08/2015

ProdusenSanbe
KomposisiPer 1000 mL Na 77 meq, Cl 77 meq, dextrose 25 g, (NaCl 4.5 g). Osmolaritas: 293 mOsm. Energi: 100 kkal.
IndikasiUtk menambah kalori & mengembalikan keseimbangan elektrolit pada kondisi dehidrasi.
DosisDosis bersifat individual.
Kontra IndikasiHipertensi, asidosis, hipokalemia, diabetes, sindorm malabsorpsi glukosa-galaktosa.
PerhatianGagal jantung, gangguan fungsi ginjal, edema perifer & edema paru.
Efek Samping yang Mungkin TimbulEdema, tromboflebitis.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Infusan D2.5 + ½ NS infusion
500 mL x 1’s (Rp14,700/kantung infus)
Sekilas tentang elektrolit

Elektrolit adalah mineral bermuatan listrik yang ada pada tubuh manusia. Elektrolit bisa ditemukan di dalam darah, keringat, air seni, dan cairan tubuh lainnya. Zat-zat yang disebut sebagai elektrolit, antara lain sodium, potasium, klorin, magnesium, kalsium, dan bikarbonat.

Elektrolit memiliki fungsi untuk menjaga cairan dalam tubuh, menjaga keasaman darah (pH), dan membantu kerja fungsi otot. Keseimbangan elektrolit didalam tubuh dapat membantu kerja otot, darah, dan fungsi tubuh yang lain. Eletrolit yang dibutuhkan tubuh adalah natrium, kalsium, kalium, klorida, fosfat, dan magnesium.

Kadar elektrolit dalam tubuh dapat berubah menjadi terlalu rendah atau terlalu tinggi. Hal ini disebabkan ketika terjadi perubahan jumlah cairan pada tubuh karena dehidrasi atau overhidrasi. Penyebab terjadinya perubahan cairan adalah karena obat-obatan, muntah, diare, berkeringat, atau masalah pada ginjal. Kadar elektrolit yang sering kali berubah adalah kadar natrium, kalium, atau kalsium.
Sekilas Tentang Sanbe Farma

Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .

Last Updated on

Category: Elektrolit Produsen, komposisi, dan klasifikasi Infusan D2.5 + ½ Ns: ,
Tags: ,