Indoran

By | Juli 15, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Indoran

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Indoran adalah:
Tiap ml mengandung :Ranitidin 25 mg
Tiap ampul berisis 2 ml INDORAN® injeksi 50 mg/ampul

Cara Kerja
INDORAN® menghambat sekresi asam lambung melalui penghambatan reseptor-H2 didinding lambung (sel parietal lambung) (lihat gambar Saluran cerna) Efek penghambatan terjadi pada siang & malam hari (basal) Juga dapat menghambat sekresi asam lambung akibat rangsangan dari makanan, histamin & Pentagastrin; & sedikit hambat sekresi pepsin (menginaktifkan pepsin) Me ^ ; sekresi sialic acid (suatu glikoprotein dalam mukus gaster) ->; bersifat sitoprotektif

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Indoran

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Indoran adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:


Tukak lambung & duodenum Hiperasiditas yang menyertai gastritis, Sindroma Zollinger Ellison (SZE) atau stress berat -> terutama bila tidak dapat dilakukan terapi per oral
Dosis

Dewasa

Injeksi IM : 50 mg (2 ml) dapat diulang setiap 6-8 jam (tidak perlu diencerkan)

Injeksi intravena
Intermitten bolus : 50 mg (2 ml) dapat diulang setiap 6-8 jam. Encerkan injeksi INDORAN® 50 mg ke dalam larutan injeksi NaCl (0,9%) atau larutan IV lain yang sesuai, hingga kadar tidak lebih dari 2,5 mg/ml (20 ml). Berikan dengan kecepatan infus tidak lebih dari 4 ml/menit (selama 5 menit).

Intermitten infusion : 50 mg (2 ml) dapat diulangi setiap 6-8 jam. Encerkan injeksi INDORAN® 50 mg ke dalam larutan injeksi Dextrose (5%) atau larutan IV lain yang sesuai, hingga kadar tidak lebih dari 0,5 mg/ml (100 ml). Berikan dengan kecepatan infus tidak lebih dari 5-7 ml/menit (selama 15,20 menit).

Beberapa penderita yang membutuhkan peningkatan dosis, maka diberikan dosis (50 mg) lebih sering, tetapi tidak lebih dari 400 mg/hari.

Injeksi intravena kontinu :
Tambahkan injeksi INDORAN® ke dalam larutan injeksi Dextrose (5%) atau larutan infus lain yang sesuai. Berikan dengan kecepatan 6,25 mg/jam. Misal : 150 mg/6 ml, larutan injeksi INDORAN® dalam 250 mg larutan injeksi Dextrose (5%), diberikan 10,7 ml/jam.

Untuk pasien SZE : encerkan injeksi INDORAN® ke dalam larutan injeksi Dextrose (5%) atau larutan IV lain yang sesuai hingga kadar tidak lebih dari 2,5 mg/ml.

Pada penderita gangguan fungsi ginjal :
Bila creatin clearance (CC) < 50 ml/menit, 50 mg setiap 18-24 jam.
Bila dibutuhkan, kadar Ranitidin dalam sirkulasi darah akan berkurang, perlu dilakukan pengurangan dosis sehingga waktu pemberian dosis bertepatan dengan akhir hemodialisa.

Perhatian Penggunaan Indoran


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Aman Menggunakan Indoran Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan , yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Indoran?

Jika Anda lupa menggunakan Indoran, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Indoran Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Bagaimana Cara Penyimpanan Indoran?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Indoran yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.


Efek Samping Indoran

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Indoran yang mungkin terjadi adalah:


Rasa sakit, bersifat sementara setelah suntikan IM pada tempat suntikan; rasa panas sementara, setelah suntikan IV. Rasa lelah (malaise), pusing, ngantuk, insomnia, vertigo, agitasi, depresi & halusinasi pernah dilaporkan, terutama pasien usia lanjut yang sakit berat. Arthralgia dan myalgia Gangguan denyut jantung juga pernah dilaporkan Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual, muntah, sakit perut, pankreatitis. Me  SGPT, hepatitis, hepatocellular atau hepatocanalicular. Endokrin : ginekomastia, impotensi, kehilangan libido, alopesia. Reaksi hipersensitif, anafilaksis, angioneurotik edema.

Peringatan Penggunaan Indoran


Pasien gangguan fungsi ginjal  dosis dikurangi.
Kehamilan atau menyusui sebaiknya dihindari kecuali bila sangat dibutuhkan atau dibawah pengawasan dokter.
Pada pasien gangguan fungsi hepar monitoring dengan ketat Keamanan pada anak-anak belum diketahui dengan pasti. Pada pemberian injeksi IV dengan dosis > 100 mg sehari 4 kali selama 5 hari atau lebih, harus pemeriksaan SGPT, (mulai hari ke 5) dari sisa terapi i.v.
Hindari pada penderita dengan riwayat porfiria akut.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *