Indomethacin

By | Oktober 19, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Saraf Pusat > Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS) > Indomethacin

Indomethacin merupakan salah satu jenis obat anti inflamasi non-steroid (OAINS) yang berfungsi meredakan rasa sakit yang ringan hingga menengah yang akut serta mengurangi inflamasi atau peradangan. Contoh rasa sakit yang umumnya dapat diatasi dengan indomethacin adalah keseleo, sendi dan otot yang kaku, artritis reumatoid, nyeri punggung, nyeri menstruasi, serta rematik akibat asam urat yang tinggi.

 

Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang memproduksi prostaglandin. Senyawa yang dilepas oleh tubuh tersebut akan menyebabkan rasa sakit dan inflamasi. Dengan menghalangi produksi prostaglandin, indomethacin akan mengurangi rasa sakit serta inflamasi.

Indomethacin umumnya diberikan untuk konsumsi dalam waktu singkat dengan dosis efektif yang paling rendah. Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk digunakan jangka panjang, misalnya pada pasien reumatoid artritis. Untuk beberapa kondisi, dibutuhkan durasi konsumsi selama empat minggu sebelum manfaatnya terasa.

Tentang Indomethacin

Jenis obatAnti inflamasi non-steroidGolonganObat resepManfaatMeredakan rasa sakit dan inflamasiDikonsumsi olehDewasaBentukKapsul

Indomethacin tersedia dalam berbagai merek dan penggunaannya harus dengan resep dokter. Obat ini juga tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Peringatan Penggunaan Indomethacin

  • Wanita yang sedang hamil dan menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi indomethacin. Obat ini dapat membahayakan bayi dalam kandungan dan bayi yang mengonsumsi ASI
  • Obat ini dapat mengurangi kesuburan sehingga wanita yang berencana untuk hamil disarankan untuk menghindari konsumsi indomethacin
  • Dikonsumsi dengan makanan atau setelah makan
  • Jika mengonsumsi indomethacin, sebaiknya tidak mengemudikan atau mengoperasikan alat berat karena obat ini bisa menyebabkan pusing pada beberapa orang
  • Hentikan konsumsi setelah gejala-gejala reda
  • Harap berhati-hati bagi yang berusia di atas 65 tahun, yang menderita tukak lambung, inflamasi usus, asma, gangguan hati, gangguan ginjal, penyakit jantung, hipertensi, epilepsi, penyakit Parkinson, gangguan mental, alergi terhadap obat anti inflamasi non-steroid lain (misalnya aspirin dan ibuprofen), gangguan penggumpalan darah, serta lupus
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter

sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.

Dosis dan Aturan Pakai Indomethacin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Indomethacin:

Indomethacin

Dosis obat ini akan diberikan dengan dosis paling ringan sebelum disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta respons tubuh pasien terhadap obat.

Takaran indomethacin yang umum dianjurkan oleh dokter adalah 50-200 mg per hari. Dosis tersebut dibagi untuk beberapa kali minum per hari.

Tabel berikut adalah contoh takaran indomethacin untuk beberapa kondisi.

width=”423″>

Jenis Penyakit
sekilas tentang Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS)
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) adalah kelas obat yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, mengurangi demam, mencegah pembekuan darah dan, dalam dosis yang lebih tinggi, mengurangi peradangan. Istilah nonsteroid membedakan obat ini dari steroid, walaupun memiliki efek antiinflamasi eicosanoid yang serupa dan memiliki berbagai efek lainnya. OAINS pertama kali digunakan pada tahun 1960, istilah ini digunakan untuk menjauhkan obat-obatan ini dari steroid, yang pada saat steroid distigma negatif akibat penyalahgunaan steroid anabolik. OAINS bekerja dengan menghambat aktivitas enzim siklooksigenase (COX-1 dan / atau COX-2). Dalam sel, enzim-enzim ini terlibat dalam sintesis mediator biologis utama, yaitu prostaglandin yang terlibat dalam peradangan, dan tromboksan yang terlibat dalam pembekuan darah.

Ada dua jenis OAINS yang tersedia yaitu non-selektif dan COX-2 selektif. Sebagian besar OAINS bersifat non-selektif, dan menghambat aktivitas COX-1 dan COX-2. OAINS ini selain mengurangi peradangan, juga menghambat agregasi trombosit (terutama aspirin) dan meningkatkan risiko ulkus/perdarahan gastrointestinal. Inhibitor selektif COX-2 memiliki lebih sedikit efek samping gastrointestinal, tetapi meningkatkan trombosis dan secara substansial meningkatkan risiko serangan jantung. Akibatnya, inhibitor selektif COX-2 umumnya dikontraindikasikan karena risiko tinggi penyakit vaskular yang tidak terdiagnosis. Efek diferensial ini disebabkan oleh peran dan lokalisasi jaringan yang berbeda dari masing-masing isoenzim COX. Dengan menghambat aktivitas COX fisiologis, semua OAINS meningkatkan risiko penyakit ginjal dan serangan jantung.

OAINS yang paling dikenal adalah aspirin, ibuprofen, dan naproxen, semuanya tersedia secara bebas di sebagian besar negara. Paracetamol (acetaminophen) umumnya tidak dianggap sebagai OAINS karena hanya memiliki aktivitas anti-inflamasi kecil. Paracetamol mengobati rasa sakit terutama dengan memblokir COX-2, sebagian besar di sistem saraf pusat, tetapi tidak banyak di seluruh tubuh. Efek samping OAINS tergantung pada spesifik obat, tetapi sebagian besar mencakup peningkatan risiko ulkus dan perdarahan gastrointestinal, serangan jantung dan penyakit ginjal.

Dosis dan Aturan Pakai Indomethacin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Indomethacin:

per hari (miligram)Rematik akut akibat asam urat150-200Nyeri menstruasi75 (maksimal)Artritis reumatoid akut50-75Artritis reumatoid kronis50-150

Mengonsumsi Indomethacin dengan Benar

Gunakanlah indomethacin sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan. Segera hentikan penggunaan obat ini setelah gejala-gejala reda kecuali untuk disarankan berbeda oleh dokter untuk kondisi kronis.

Indomethacin sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan untuk mencegah potensi efek samping gangguan pencernaan. Pasien juga dianjurkan berhenti merokok dan mengonsumsi minuman keras selama menggunakan obat ini agar dapat mengurangi risiko pendarahan pada lambung.

Obat ini umumnya hanya diberikan untuk konsumsi dalam waktu singkat dengan dosis serendah mungkin. Pasien juga disarankan untuk memeriksakan diri secara rutin ke dokter, terutama jika membutuhkan konsumsi indomethacin untuk jangka panjang.

Pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Usahakan untuk mengonsumsi indomethacin pada jam yang sama tiap hari untuk memaksimalisasi efeknya.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi indomethacin, disarankan segera meminumnya begitu teringat jika jadwal dosis berikutnya tidak terlalu dekat. Jangan menggandakan dosis obat pada jadwal berikutnya untuk mengganti dosis yang terlewat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Indomethacin

Semua obat pasti memiliki efek sampuling, begitu juga dengan indomethacin. Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Nyeri ulu hati
  • Gangguan pencernaan
  • Pusing
  • Diare atau konstipasi
  • Mual dan muntah

Segera hentikan pemakaian obat dan temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti tinjeksia berwarna hitam atau mengandung darah, muntah darah, sakit perut yang parah, dan kesulitan bernapas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Indomethacin Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Indomethacin, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Indomethacin?

Jika Anda lupa menggunakan Indomethacin, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Indomethacin Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Indomethacin?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Indomethacin yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 16 Oktober). Indomethacin. Diakses pada 28 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/indomethacin/


Format MLA (Modern Language Association)

"Indomethacin". Farmasi-id.com. 16 Oktober 2020. 28 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/indomethacin/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Indomethacin", 16 Oktober 2020, <https://www.farmasi-id.com/indomethacin/> [Diakses pada 28 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *