Incephin

By | Juni 9, 2021 |

Kandungan dan Komposisi Incephin

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Incephin adalah:
Tiap vial berisi ceftriaxone disodium 3,5 H2O setara dengan ceftiaxone 1,0 g.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Incephin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Incephin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Infeksi saluran nafas ( antara lain Pneumonia) akibat Streptococcus pneumonia, Streptococcus pyogenes & Streptococcus aureus, E. Coli, H. influenza, Proteus sp, Enterobacter sp
  • Infeksi ginjal, saluran kemih & organ kelamin akibat Enterococcus S. epidemis, S. aureus, Citrobacter sp, Enterobacter Klebsiella sp, Proteus mirabilis, N. gonorrheae penghasil pinisilinase
  • Infeksi ginekologik & inflamasi pelvis, endometritis & selulitiss pelvis akibat Staphilococcus, Streptococcus, Enterococcus, Enterobacter sp, Klebsiella sp, Proteus sp, Bacteriodes sp, Clostridium sp, anaerob kokus
  • Bakteriemia/Septikemia akibat E. coli, Serratia sp, Klebsiella sp, S. aureus, Streptococcus sp
  • Infeksi kulit , termasuk luka & jaringan rusak
  • Infeksi intra-abdominal termasuk peritonitis, infeksi kantong empedu
  • Infeksi tulang sendi akibat bakteri Gram (+) kokus Pseudomonas sp & Proteus mirabilis
  • Infeksi SSP seperti meningistis & ventrikulitis akibat N. meningitides, H. influenza, Streptococcus pneumonia, E. coli, Klebsiella pneumonia

Pencegah infeksi pra dan pasca bedah.

Sekilas Tentang Obat Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.
Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Incephin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Incephin:

:

Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun :
1-2 g sekali sehari secara intravena, pada infeksi berat dosis dapat ditingkatkan sampai 4 g 1x sehari.

Bayi dan anak-anak dibawah 12 tahun:
• Bayi 14 hari : 20-50mg/kg berat badan sehari sekali.
• Bayi 15 hari s/d 12 tahun : 20-80mg/kg berat badan sehari sekali.
• Anak anak dengan berat badan 50 kg atau lebih : dapat digunakan dosis dewasa dengan melalui infuse selama 30 menit.
• Penderita dengan gangguan fungsi ginjal, kliren kreatinin kurang dari 10 ml/menit, dosis tidak boleh lebih dari 2 g sehari

Instruksi dosis khusus
• Meningitis
Bayi dan anak-anak : dimulai dengan dosis 100 mg/kg berat badan. Jangan melebihi 4 g sehari sekali .
Segera setelah organisme penyebab telah diketahui dan sensitifitas ditentukan dosis dapat diturunkan.

Lama pengobatan untuk :
• Neiisseria meningitis = 4 hari.
• Haemophyllus influenzae = 6 hari.
• Streptococcus pneumoniae = 7 hari.
• Gonore : untuk strain penghasil atau bukan penghasil penicillinase, dosis tunggal 250 mg intra muskuler.
• Pencegahan pre operatif :
Tergantung dari resiko infeksi : 1-2 g dosis tunggal diberikan 30-90 menit sebelum operasi.
• Lama Pengobatan.
Tergantung dari penyebab penyakit, umumnya pemberian obat harus diteruskan paling sedikit sampai 48-72 jam setelah penderita bebas panas atau telah bebas dari infeksi.

Peringatan dan Perhatian, Konta Indikasi, Efek Samping, Interaksi Obat
Lihat Petunjuk Penggunaan Produk

Kemasan dan Sediaan Incephin

:
INCEPHINE @1,0 gr, kotak berisi 1 Vial serbuk kering 1 gr ampul air untuk injeksi 10 ml

No. Registrasi : DKL120925944A1

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *