Sentuhan Suami Untuk Mengatasi Keluhan Pada Ibu Hamil

keluhan pada ibu hamil
Keluhan pada ibu hamil sering sekali terjadi karena di masa kehamilan banyak sekali perubahan yang terjadi pada seorang wanita. Apakah ibu hamil mengalami sakit kepala? Mintalah Ayah untuk mengusap lembut kening Ibu dengan penuh cinta. Niscaya, rasa sakit lenyap, hubungan Ayah Ibu pun semakin mesra.

Kehamilan merupakan proses alamiah yang berlangsung sekitar 9 bulan. Dalam menjalani proses ini, mayoritas ibu hamil mengalami beragam keluhan lantaran faktor hormonal dan psikologis. Sebuat saja diantaranya adalah morning sickness, sakit kepala, nyeri punggung, dan lainnya.

Untuk mengatasi beragam keluhan ibu hamil ini, kehadiran dan peran suami adalah sangat penting. Suami tak sekedar hanya bertanggung jawab dalam mempersiapkan dana persalinan, tetapi juga di sepanjang proses kehamilan, entah itu mendampulingi saat kontrol/mengikuti kelas hamil, saat melahirkan, bahkan saat pasca persalinan pun dituntut peranan yang optimal. Suami diharapkan dapat memberikan semangat, motivasi dan rasa aman serta nyaman pada istri yang sedang hamil. Termasuk diantaranya suami berperan membantu meringankan keluhan-keluhan kehamilan yang dialami istri.

Bagaimana caranya suami dapat meringankan keluhan pada istri yang sedang hamil? Salah satunya dengan sentuhan. Sentuhan dapat berupa elusan, usapan, pijat lembut, bahkan pelukan disertai kata-kata atau ukapsulan yang menenangkan.

Seperti kita tahu, beragam keluhan yang dialami membuat Ibu Hamil cenderung sensitif. Dengan sentuhan dan pelukan dari Ayah, maka ibu hamil merasa diperhatikan. Ia pun merasakan ketenangan, aman, dan nyaman. Suami memang perlu memberikan semangat serta motivasi sehingga istri merasa kuat menjalani kehamilan dan dapat menghadapi persalinan dengan lancar.

Sentuhan, selain mendekatkan hubungan suami istri, juga berefek terhadap janin. Janin merupakan anugerah tuhan yang dititipkan di dalam rahim. Ayah dan Ibu tentunya mencintai janin. Pada trimester pertama disebut welcoming spirit baby, penuhi dengan rasa syukur, doa, sambut dan terima janin dengan penuh cinta kasih. Binalah cinta kasih ini sejak di dalam kandungan hingga persalinan kelak. Otomatis, janin merekam cinta kasih orangtuanya ini sehingga diharapkan setelah lahir kondisi jiwa raganya sehat.

Ayah Ibu bisa melakukan sentuhan terhadap janin melalui elusan pada perut Ibu. Sentuhan ini adalah sebuah energi. Dengan begitu, spirit janin merasakan kenyamanan. Keterlibatan Ayah juga akan membentuk ikatan batin dengan sang buah hati kelak setelah ia lahir.

 

 

Atasi Berbagai Keluhan Pada Ibu Hamil

 

keluhan saat hamil
Bagi suami yang belum terbiasa, memberikan sentuhan mungkin terasa agak sulit. Akan tetapi, seiring pengalaman dan pembiasaan, hal ini tentu menjadi mudah. Berikut ini adalah beberapa keluhan yang umum dialami wanita di sepanjang kehamilan dan dapat diminimalisasi oleh sentuhan suami tercinta.
  1. Morning Sickness. Sebagian besar ibu hamil mengalami keluhan ini, terutama di bulan-bulan awal atau trimester pertama. Ibu mengalami mual muntah terutama di pagi hari. Salah satu efeknya, ibu menjadi tak berselera makan. Ayah bisa mendampulingi Ibu dengan memahami keluhan yang dialaminya. Sentuh dan elus atau belai bagian kepala, pundak, punggung, dan lakukan pijatan ringan agar Ibu merasa tenang. Bila perlu, sebagai ungkapan perhatian suami, suapi sang istri dengan makanan kesukaan atau menu yang ia inginkan. Dengan syarat, perhatikan kandungan gizinya untuk memenuhi kebutuhan Ibu dan janinnya. Sambil menyuapi Ibu, Ayah dapat mengatakan, “Suapan ini diterima, dicerna, dan diserap tubuh, supaya janin juga mendapatkan asupan makanan bergizi. Mulai besok, selera makan kembali meningkat.”
  2. Sakit Kepala. Gejala ini juga cukup sering dialami oleh Ibu Hamil. Sentuhan yang bisa dilakukan adalah dengan  mengelus bagian kepala yang terasa sakit/pening. Percayalah, energi yang muncul akan luar biasa. Sembari kepala disentuh, ayah bisa mengatakan, “Semakin hari semakin sehat, sakit kepala ini akan hilang.” Jadi berikan sugesti. Dengan begitu, Ibu merasa nyaman, sakit kepala pun reda.
  3. Kelelahan. Untuk kondisi ini, Ayah dapat memberikan sentuhan atau elusan perlahan pada area punggung atau kaki, misalnya. Kemudian, ukapsulkan kata-kata sugesti agar kondisinya ini cepat pulih, relaks dan kembali berenergi. Dengan sentuhan, ada energi yang mengalir sehingga menimbulkan rasa nyaman.
    Begitu juga dengan keluhan-keluhan yang lain. Ayah dapat melakukan sentuhan, elusan, belaian pada area yang dirasa sakit atau nyeri. Diharapkan beragam keluhan itu akan sirna. Sebenarnya tak perlu menunggu Ibu merasa ada keluhan. Sentuhan alami yang berdasarkan cinta kasih akan bekerja luar biasa bagi Ibu Hamil.

 

 

Endorphin Massage

 

keluhan ibu hamil
Sentuhan dan pijatan Ayah membuat Ibu merasa relaks, tenang dan nyaman kala menghadapi persalinan. Sentuhan itu disebut Endorphin Massage yang membantu memudahkan dan melancarkan proses persalinan. Pijatan ini mengendalikan perasaan tegang/stress, mengendalikan rasa nyeri dan sakit. Endorphin Massage berupa pemijatan ringan yang dilakukan sekitar satu bulan terakhir kehamilan atau usia kehamilan 36 minggu. Riset membuktikan teknik Endorphin Massage membantu tubuh dalam meningkatkan perlepasan hormon oksitosin pada Ibu Hamil. Hormon ini berfungsi memfasilitasi persalinan saat proses persalinan berlangsung sehingga Ibu merasa nyaman. Pemijatan ini dapat membuat tekanan darah dan denyut jantung menjadi normal sehingga Ibu berada dalam kondisi relaksasi. Ibu perlu merasa siap dan percaya diri menghadapi persalinan sehingga lancar dan rasa nyeri pun lebih ringan atau malah tak berasa nyeri sama sekali.

Berikut ini tahapan Endorphin Massage :
  1. Ibu duduk atau berbaring. Ambil posisi senyaman mungkin.
  2. Ayah duduk disebelah atau di belakang Ibu.
  3. Tutup mata, ambil napas dalam, lalu hembuskan perlahan.
  4. Ayah menyentuh atau mengelus kulit lengan Ibu, dimulai dari atas hingga bawah. Lakukan sentuhan atau belaian dengan lembut menggunakan jari-jemari atau ujung jari.
  5. Lakukan sentuhan itu selama lima menit. Lalu lakukan hal yang sama pada lengan yang lain. Sentuhan ini juga bisa dilakukan pada bagian leher, bahu, punggung dan bagian paha. Misal, bila dilakukan di punggung :
  • Posisi Ibu berbaring miring atau duduk menghadap sandaran kursi. Ambil bantal dan tempatkan di antara dada dan sandaran kursi. Dengan demikian Ibu dapat bersandar nyaman.
  • Ayah melakukan pijatan ringan, dimulai dari leher hingga ke bawah pundak kiri-kanan area ekor tulang belakang dengan membentuk huruf V.
  • Kemudian mengelus ke daerah perut hingga area payudar4. Niatkan untuk merangsang hormon endorfin agar terasa nyaman dan relaks.
  • Ayah mengukapsulkan kata-kata positif agar Ibu merasa tenang dan tentram hati. Misalnya, “Melalui sentuhan ini, rasakan endorfin menyebar ke seluruh tubuh serta hilangkan semua rasa nyeri.” Ibu akan merasakan suasana yang nyaman, apalagi aktivitas ini diiringi irama musik lembut.
  • Usai melakukan Endorphin Massage, suami istri berpelukan atau istri bersandar dipelukan suami atau suami memeluk istri dari belakang sambil memegang perut serta berdoa bersama agar kelak melahirkan lancar dan sesuai yang diharapkan.

 

 

Tips Agar Sentuhan Suami Berefek Optimal

 

Berikut adalah beberapa tips agar sentuhan suami dapat berefek optimal :
  1. Lakukan sentuhan dengan sepenuh hati hati dan cinta kasih tanpa terpaksa.
  2. Pastikan pikiran Suami tidak mengembara kesana-kemari. Fokuslah hanya pada istri.
  3. Lakukan sentuhan dengan tenang dan mantapkan niat untuk kebaikan istri, juga calon bayi di dalam rahim.
  4. Selain sentuhan, pastikan terjalin kontak mata, serta tutur kata yang menenangkan.

 

 

Sentuhan Usai Melahirkan

 

Sentuhan Suami terhadap Istri pun tetap perlu dilakukan usai melahirkan. Dengan begitu, kondisi Ibu lebih cepat pulih, suasana hati nyaman, tidak mengalami baby blues, dan ikut memperlancar produksi ASI. Intinya, dukungan suami tetap terus dibutuhkan bahkan setelah bayi lahir ke dunia.

Powered by Farmasi-id.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *