Penyebab, Tanda-Tanda dan Pencegahan Kelahiran Bayi Prematur Pada Kehamilan

Berat badan lahir bayi prematur umumnya kurang dari 2500 gram. Paru-parunya belum matang sehingga meningkatkan risiko Respiratory Distress Syndrome (sindrom gawat napas). Bayi prematur juga rentan mengalami perdarahan otak dan sepsis (infeksi berat). Tak heran jika persalinan preterm sering dikatakan memiliki risiko morbiditas (sakit) dan mortalitas (kematian) bayi yang tinggi.



Penyebab Persalinan Prematur

penyebab kelahiran prematur, faktor penyebab bayi prematur, penyebab bayi lahir prematur, penyebab persalinan preterm, sebab kelahiran prematur, faktor penyebab kelahiran prematur, sebab bayi lahir prematur, kenapa bayi lahir prematur, penyebab persalinan prematur, penyebab melahirkan prematur
Berikut ini adalah beberapa penyebab persalinan prematur :
  • Ketuban pecah dini.
  • Infeksi.
  • Kehamilan kembar.
  • Kelainan rahim.
  • Riwayat persalinan prematur.
  • Solusio plasenta (plasenta lepas).
  • Penyakit ibu (preeklamsia).
  • Status sosio-ekonomi rendah.
  • Ibu dengan mulut rahim lemah.



Tanda-Tanda Dan Tindakan Medis Yang Harus Dilakukan

tanda-tanda kelahiran prematur, tanda kelahiran prematur, 6 tanda kelahiran prematur, tanda tanda melahirkan bayi prematur, tanda tanda melahirkan prematur, tanda tanda lahir prematur, tanda kelahiran prematur, tanda tanda persalinan prematur, tanda dan gejala prematur
Berikut ini adalah tanda-tanda dari akan terjadinya persalinan prematur, dan tindakan medis yang harus dilakukan untuk mengatasinya :
  • Adanya kontraksi kuat dan teratur di usia kehamilan kurang dari 37 minggu, bahkan disertai air ketuban yang keluar dan mulai mengering.
  • Di rumah sakit akan dilakukan pemeriksaan USG dan CTG untuk menilai kondisi kesejahteraan janin.
  • Ibu juga akan menjalani pemeriksaan dalam. Bila terlihat sudah ada pembukaan dan kepala bayi sudah masuk ke pintu atas panggul berarti sudah terjadi proses persalinan.
  • Pada kasus ini upaya pematangan paru-paru janin tidak sempat lagi dilakukan karena ibu sudah menghadapi proses persalinan. Perlu diketahui, paru-paru janin baru matang di atas usia kehamilan 37 minggu.
  • Pematangan paru janin masih memungkinkan jika belum ada pembukaan ditambah kontraksi belum kuat dan teratur. Terjadinya kontraksi akan dicegah dengan pemberian tokolitik (antikontraksi).
  • Pada ibu dengan mulut rahim lemah, persalinan preterm dapat dicegah dengan obat yang dapat menghilangkan kontraksi. Alternatif lain, bisa dilakukan penjahitan mulut rahim pada usia kehamilan 12-14 minggu. Begitu janin cukup bulan, jahitan dilepas agar bayi bisa dilahirkan. Tindakan penjahitan ini tentu bergantung pada persetujuan pasien. Apabila ada tanda-tanda persalinan prematur, ibu perlu dilarikan ke rumahsakit yang memiliki fasilitas ruang perawatan NICU. Sebab begitu dilahirkan, bayi prematur akan segera masuk ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Penanganan persalinan prematur juga membutuhkan kerja sama antara dokter kebidanan dan kandungan dengan dokter anak Sub Spesialis Perinatologi (dokter yang menangani kesehatan janin dan bayi baru lahir).



Pencegahan Kelahiran Prematur

pencegahan kelahiran prematur, menghindari kelahiran prematur, mencegah bayi lahir prematur, cara mencegah bayi lahir prematur, cara mencegah bayi lahir premature, mencegah kelahiran prematur
Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur :
  • Pemeriksaan kehamilan/antenatal care (ANC) yang baik dapat mencegah terjadinya persalinan prematur. Paling tidak lakukan periksa hamil sebulan sekali sampai usia kehamilan 37 minggu, meskipun tidak ada keluhan.
  • Jika ada keluhan, periksa hamil dapat lebih cepat dilakukan. Tindakan ini demi menghindari terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.
  • Setelah usia kehamilan 37 minggu disarankan kontrol kehamilan dilakukan setiap minggu.
  • Periksa kehamilan amat bermanfaat antara lain untuk mengetahui perkembangan janin, ada tidaknya kecacatan, termasuk tanda-tanda persalinan a preterm.



Mengenal Istilah Persalinan

Ada beberapa istilah dalam persalinan, yakni persalinan normal (aterm), persalinan maju/prematur (preterm) dan persalinan lewat waktu (posterm). Normalnya, seorang ibu hamil akan melahirkan di sekitar usia kehamilan 38-41 minggu atau 9 bulan 2 minggu. Usia itulah yang dikatakan usia cukup bulan. Di atas 41 minggu, ibu sudah masuk persalinan lewat bulan. Sementara  persalinan di usia kurang dari 37 minggu, seperti yang telah dibahas di atas, disebut dengan persalinan maju/prematur.

Powered by Farmasi-id.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *