Penyebab Nyeri Perut Saat Kehamilan Trimester Pertama

<br />Penyebab Nyeri Perut Saat Kehamilan Trimester Pertama

Sakit perut atau nyeri perut saat kehamilan trimester pertama adalah salah satu masalah yang menimbulkan ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil. Apalagi bagi yang baru pertama kali mengandung, rasa nyeri pada perut yang sering timbul kadang menimbulkan kekhawatiran. Yang perlu diwaspadai ketika nyeri perut saat kehamilan trimester pertama adalah jika rasa nyeri yang timbul terasa sangat luar biasa dan berlangsung lama, apalagi disertai dengan pendarahan.

Nyeri sakit perut kehamilan trimester pertama

Biasanya perasaan berat pada perut dan sedikit sakit seperti saat menjelang haid sering dialami oleh ibu hamil pada bulan-bulan awal kehamilan. Meskipun nyeri perut pada trimester pertama kehamilan umumnya tidak membahayakan dan sesuatu hal yang umum terjadi saat kehamilan, namun seorang Ibu yang bijak juga harus memahami jenis nyeri yang dialaminya demi mencegah masalah-masalah yang lebih serius pada kesehatannya serta janin yang dikandungnya.

Berikut ini beberapa penyebab nyeri perut yang biasanya dialami ibu hamil saat kehamilan trimester pertama :

1. Kehamilan Ektopik
Nyeri yang patut diwaspadai pada trimester pertama adalah saat terjadi kram pada salah satu sisi perut bagian bawah. Apalagi bila disertai perdarahan atau terdapat flek berwarna kecoklatan. Nyeri yang umumnya berlangsung lama ini bisa menjadi pertanda kehamilan ektopik, yaitu kehamilan di luar kandungan yang terjadi karena melekatnya sel telur di luar rongga rahim, biasanya di saluran telur.

Kehamilan ektopik merupakan kehamilan abnormal di mana janin tidak dapat bertahan hidup dan seringkali tidak berkembang sama sekali. Ibu yang mengalami kehamilan ektopik akan merasakan rasa sakit perut saat kehamilannya masih muda, umumnya saat usia kehamilan 6-7 minggu. 

Jika tidak segera ditangani, kehamilan ektopik bisa menimbulkan perdarahan dan komplikasi lain. Penanganan segera berupa pengguguran janin dapat menghilangkan rasa sakit perut ibu sekaligus menyelamatkan jiwa sang ibu.

2. Perubahan Hormonal
Kehamilan berkaitan dengan perubahan hormonal. Beberapa perubahan hormonal bisa memicu kram perut yang biasanya terjadi pada tahap awal kehamilan. 

Penyebabnya yaitu akibat meningkatnya hormon progesteron dan relaksin yang membuat sambungan-sambungan tulang di sekeliling rahim merenggang. Meski tergolong normal, segera konsultasikan pada dokter bila nyeri terus berlanjut setelah kehamilan berusia 10 -12 minggu.

3. Implantasi
Ketika janin mengimplan dirinya sendiri di dalam rahim, ibu hamil akan mengalami sedikit rasa nyeri atau kram seperti menjelang menstruasi. Aktivitas pertumbuhan janin di dalam rahim atau disebut dengan implantasi ini biasanya terjadi selama 2 sampai 6 minggu pertama kehamilan.

4. Faktor Pencernaan dan Gas
Gas berlebih akibat pencernaan yang tidak normal selama kehamilan menyebabkan kembung dan dapat memicu nyeri. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron dan estrogen yang membuat pergerakan usus jadi melambat sehingga masa transit makanan serta gas dalam lambung dan usus menjadi lebih lama. 

Itulah yang menyebabkan kembung dan rasa penuh di perut. Untuk mengurangi rasa yang tidak nyaman ini, ibu hamil disarankan makan lebih sering namun dengan porsi yang sedikit-sedikit.

5. Konstipasi
Konstipasi atau susah buang besar merupakan hal yang umum dialami oleh para ibu hamil. Pengaruh perubahan hormon menyebabkan gerakan usus melambat sehingga mengganggu pencernaan dan pembuangan feses ibu hamil. Selain menyebabkan nyeri pada perut, konstipasi juga meningkatkan resiko wasir dan fistula.

6. Keguguran
Ibu hamil segera hubungi dokter jika merasakan nyeri perut disertai pendarahan. Sakit perut yang luar biasa dan berlangsung lama, diikuti kelemahan serta pendarahan parah selama kehamilan adalah tanda keguguran.

Demikian sedikit informasi mengenai penyebab nyeri perut yang biasanya dialami ibu hamil saat kehamilan trimester pertama. Semoga bermanfat..

Powered by Farmasi-id.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *