Penggunaan Acetaminophen Saat Hamil Menyebabkan ADHD Pada Anak?

FARMASI-ID.COM > IBU & ANAK | FARMASI-ID.COM > Penelitian > Penggunaan Acetaminophen Saat Hamil Menyebabkan ADHD Pada Anak?

Penggunaan acetaminophen pada wanita hamil kemungkinan dapat menyebabkan anak yang dilahirkan mengalami ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), menurut hasil studi yang baru dipublikasikan.

Dikutip dari laman medlineplus, Rabu (31/08/2016), Selama ini acetaminophen atau dikenal juga dengan Tylenol dianggap sebagai obat pereda rasa sakit yang aman untuk wanita hamil. Hasil studi pada wanita hamil di Inggris yang menggunakan acteaminophen, anaknya mengalami masalah perilaku saat anaknya beranjak umur 7 tahun, hal itu diungkapkan oleh Evie Stergiakouli selaku pemimpin peneliti sekaligus dosen epidemiologi genetik di Universitas Bristol.

Namun, penelitian ini tidak bisa membuktikan sebab-akibat, dan Evie percaya bahwa wanita hamil masih bisa menggunakan obat ini jika diperlukan..

Penelitian yang dilakukannya menunjukkan bahwa wanita hamil yang menggunakan acetaminophen antara minggu ke 18 hingga minggu ke 32 kehamilan terkait dengan 42 persen peningkatank masalah perilaku pada anak dan 31 persen peningkatan risiko hiperaktif. Selain itu juga ditemukan 29 persen terjadi peningkatan risiko masalah emosional dan 46 persen peningkatan risiko kesulitan perilaku anak pada penggunaan acetaminophen pada minggu ke 32 kehamilan.

Temuan tersebut sesuai dengan dua studi skala besar yang menyatakan bahwa acetaminophen mungkin memiliki efek buruk terhadap otak bayi selama kehamilan, kata Dr Andrew Adesman selaku chief of developmental and behavioral pediatrics di Cohen Children’s Medical Center di New Hyde Park, New York. Namun catatan dari Dr Andrew, wanita yang membutuhkan pereda rasa sakit tidak akan secara otomatis anaknya akan mengalami masalah perilaku dikemudian hari.

“Meskipun pengujian statistik yang canggih memang menunjukkan peningkatan risiko masalah perilaku dan emosi pada bayi yang ibunya mengkonsumsi acetaminophen, penting untuk diingat bahwa mayoritas anak-anak yang ibunya meminum acetaminophen saat hamilnya, tidak berakhir dengan masalah emosi apa pun,” kata Dr Andrew.

Evie Stergiakouli percaya bahwa wanita hamil punya alasan yang baik mengapa mereka meminum acetaminophen. “Ada risiko jika kita tidak mengobati demam atau nyeri selama kehamilan dan berpotensi bisa membahayakan bayi, misalnya demam yang tidak segera diobati bisa menyebabkan persalinan menjadi prematur,” kata Evie.

Sementara itu Dr. Noel Strong selaku asisten professor kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi mengatakan bahwa studi baru ini tidak akan membuat dirinya mengubah prakteknya selama ini. “Ini menunjukkan hubungan, namun belum cukup. Bagi saya itu masih menjadi obat paling aman untuk digunakan selama kehamilan. Studi itu tidak akan membuat saya meninggalkan itu, belum,” tambahnya.

Para peneliti berspekulasi bahwa acetaminophen dapat mempengaruhi perkembangan otak janin dengan mengubah kadar hormon ibu, atau dengan menyebrangi plasenta dan langsung mempengaruhi anak yang belum lahir.

Studi ini hanya menunjukkan hubungan potensial dan tidak menunjukkan hubungan kausal sebab-akibat antara acetaminophen dan masalah perilaku, kata salah satu produsen acetaminophen, McNeil Consumer Healthcare. dalam sebuah pernyataan.

“Penting untuk dicatat bahwa tidak ada penelitian yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara penggunaan acetaminophen selama kehamilan dengan efek buruk pada perkembangan anak,” kata perusahaan itu.

Para peneliti di JAMA Pediatric menyatakan bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk menunjukkan penjelasan kausal mengenai hal ini dan seharusnya menggunakan obat-obatan apapun saat hamil harus hati-hati dan penuh pertimbangan terhadap risiko yang mungkin timbul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *