PANTANGAN IBU HAMIL: Jangan Merokok & Jangan Dekat Orang Merokok

Dampak buruk rokok bagi janin bukan hanya dialami oleh ibu yang aktif merokok, namun juga ibu hamil yang jadi perokok pasif.Ibu hamil perokok pasif (IHPP) berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah 20 persen lebih tinggi dibanding ibu yang tidak terpapar asap rokok.

Anak yang dilahirkan dari ibu hamil perokok pasif, berisiko lebih tinggi terkena penyakit berikut ini:

  • bronkitis,
  • pneumonia,
  • infeksi Telinga-Hidung-Tenggorokan (THT),
  • gangguan pernafasan,
  • gangguan perkembangan paru.

Jadi, Anda yang tidak merokok pun berisiko karena menjadi perokok pasif. Untuk itu, pastikan diri terhindar dari paparan asap rokok.

Bagi ibu hamil yang merokok tentunya risiko terjadi masalah kesehatan lebih tinggi dibanding yang tidak. Berikut adalah bahaya merokok pada ibu hamil:

  1. ibu hamil perokok 30 persen lebih tinggi mengalami infertilitas dibanding yang tidak merokok
  2. dapat mengalami keterlambatan konsepsi (pembuahan).
  3. ketuban pecah lebih dini
  4. abrupsi plasenta atau plasenta terlepas dari dinding rahim
  5. plasenta previa atau plasenta menempel di bagian bawah rahim lebih tinggi.
  6. meningkatkan risiko asma dan penyakit paru di kemudian hari bagi anak.

Nikotin yang ada dalam serum perokok dapat menembus sawar ibu-bayi, dan mengganggu secara langsung sinyal transduksi protein untuk pertumbuhan paru pada janin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *