Masalah Bedrest Untuk Ibu Hamil

manfaat bedrest untuk ibu hamil
Bedrest untuk ibu hamil adalah saran yang seringkali diberikan oleh para dokter. Jangan khawatir. Saran ini sebaiknya dituruti agar janin dan ibunya sehat. Carilah kegiatan yang mengasyikkan agar tak bosan selama istirahat di rumah.
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan penting tentang bedrest untuk ibu hamil :
  1. Mengapa Harus Bedrest? Bedrest umumnya disarankan bila ada risiko persalinan prematur, perdarahan, kontraksi sebelum usia kehamilan cukup bulan, pecah ketuban, mulut rahim lemah, hamil kembar risiko tinggi, penyakit infeksi seperti tifus, demam berdarah, dan lainnya. Saran agar ibu hamil untuk bedrest oleh dokter bisa terjadi di usia kehamilan beapa pun; 3 bulan, 5 bulan, 7 bulan, bahkan menjelang persalinan.
  2. Apa Tujuan Bedrest? Sesuai namanya, bedrest bertujuan agar ibu beristirahat sehingga kondisi fisik dan psikis tetap terjaga. Dengan bedrest, energi ibu secara fisik tidak banyak terpakai. Pada ibu yang sakit, misalnya tengah menderita demam berdarah, bedrest akan membuat proses penyembuhan lebih optimal. Saat bedrest, dokter akan menyarankan agar ibu tidak hanya mengurangi kegiatan fisik saja, tetapi juga menyingkirkan masalah yang dihadapi agar tidak stres. Dengan kata lain, pikiran ibu saat bedrest harus tenang. Semua ini demi kesehatan ibu dan pertumbuhan janin di dalam kandungan.
  3. Seperti Apa Bedrest Untuk Ibu Hamil Itu? Meskipun bed terjemahannya adalah tempat tidur, istilah bedrest tak selalu harus tiduran. Memang ada ibu yang harus benar-benar berbaring di tempat tidur saat bedrest bahkan mandi hingga buang air pun perlu menggunakan pispot. Ini dinamakan bedrest total, biasanya dialami oleh ibu hamil yang memiliki risiko perdarahan yang tinggi karena letak plasenta ada di bawah. Pada kondisi itu bergerak sedikit saja ketuban ibu dikhawatirkan bisa pecah sehingga memicu persalinan dini. Ada juga bedrest yang masih memperbolehkan ibu duduk di tempat tidur, berjalan di sekeliling rumah. Ibu juga diperkenankan melakukan aktivitas ringan. Ini dinamakan setengah bedrest. Istirahat model ini umumnya dianjurkan kepada ibu hamil yang sedang sakit atau sering mengalami kontraksi karena kelelahan.
  4. Berapa Lama Harus Bedrest? Baik bedrest total maupun setengah bedrest lamanya tidak bisa ditentukan, terpulang kepada kondisi, penyebab, serta usia kehamilan ibu. Contoh, pada perdarahan karena plasenta di bawah, bedrest berlangsung sampai tidak terjadi lagi perdarahan. Pada kondisi bedrest total, biasanya waktunya lebih lama. Ada yang sampai beberapa minggu hingga bulan.
  5. Bedrest Di Rumah Sakit Atau Di Rumah? Tentunya bergantung pada indikasi perawatan. Jika kondisi kehamilan cukup aman dan tidak ada ancaman yang membahayakan, bisa saja ibu tidak perlu bedrest di rumah sakit. Hanya di beri obat dan beristirahat di rumah. Hanya saja jika kondisi memburuk atau dirasakan ada ketidaknyamanan harus segera kembali ke rumah sakit. Umumnya bedrest di rumah sakit disarankan pada ibu hamil yang berisiko keguguran di usia kehamilan muda, perdarahan, atau ancaman kelahiran prematur. Kondisi-kondisi ini perlu dipantau dokter sehingga lebih mudah bila ibu beristirahat di rumah sakit. Jika perdarahan muncul di usia kehamilan yang dekat dengan waktu persalinan, maka ibu diminta untuk bedrest beberapa hari misalnya 2-3 hari atau mungkin seminggu. Ibu diberi kesempatan istirahat total, menjaga janin agar tidak lahir prematur.
  6. Apa Yang Perlu Dilakukan Saat Dokter Menyarankan Bedrest? Yang pasti, saran bedrest dari dokter perlu ditaati. Jangan lupa untuk menanyakan kepada dokter hal-hal atau batasan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak saat bedrest. Pengabaian saran dokter tentu bisa membahayakan kehamilan, misal bayi lahir prematur atau terjadi perdarahan.
  7. Bagaimana Mengusir Bosan Saat Bedrest? Bedrest yang berlangsung lama tentu dapat membuat ibu bosan. Namun ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan di saat bedrest. Tentunya jenis kegiatan perlu disesuaikan dengan kondisi ibu. Kalau diminta bedrest total, ibu tentu tidak boleh jalan-jalan meskipun rasa bosan mendera. Ingat, ibu tetap harus mematuhi perintah dokter demi kesehatan ibu sendiri dan keselamatan janin.

    bedrest untuk ibu hamil
    Berikut kegiatan yang bisa ibu lakukan di saat bedrest. Akan lebih menyenangkan bila ayah dapat menemani di saat ibu beraktivitas.
    1. Menonton Televisi. Posisi ibu di tempat tidur saat bedrest umumnya disarankan berbaring miring agar aliran darah ke arah plasenta lancar. Dengan posisi tersebut ibu bisa menonton teve. Pilih acara favorit ibu. Yang pasti tontonan yang dipilih harus bersifat santai dan menghibur. Jangan memilih tayangan yang menyeramkan atau berat sehingga menambah pikiran.
    2. Membaca Buku, Majalah, Atau Tabloid. Bagi ibu yang hobi membaca, bisa menyelesaikan novel yang sedang dibaca.
    3. Hubungi Teman Atau Kerabat Dekat. Adanya perangkat gadget lebih mempermudah ibu untuk berkomunikasi. Mengobrol dapat menyenangkan hati. Berceritalah tentang apa pun bisa dengan menelpon secara langsung, lewat chatting via line, email, whatsapp, atau BBM.
    4. Main Games. Tentunya dalam posisi berbaring. Manfaatkan fitur-fitur yang ada dalam perangkat gadget. Namun tetap perlu diperhatikan untuk tidak bermain terlalu lama sehingga membuat mata menjadi lelah dan tangan pun kapsul ek.
    5. Menulis. Ibu bisa mengungkapkan perasaan, pengalaman, maupun berbagai ide dalam bentuk tulisan. Meski mungkin sekedar tulisan status di media sosial atau di buku harian, di blog, dan sebagainya. Siapa tahu pengalaman yang ibu tuliskan jika dikumpulkan bisa menjadi sebuah buku. Lakukan jika ibu memang sedang ingin menulis, jangan menjadi beban. Ketika menulis dengan menggunakan laptop, perhatikan posisi duduk. Bila perlu konsultasikan pada dokter, berapa lama ibu boleh berada dalam posisi duduk.
    6. Browsing Internet. Ada banyak sekali pilihan situs, termasuk situs parenting. Atau mungkin ibu yang hobi berbelanja bisa memenuhi keinginannya dengan browsing ke situs-situs belanja online.
    7. Memanjakan Diri Dengan Perawatan. Zaman sekarang beberapa rumah sakit menyediakan fasilitas perawatan kecantikan, temasuk salon untuk ibu yang sedang bedrest. Manfaatkan fasilitas tersebut tentu dengan sebelumnya menanyakan apa yang boleh dan tidak pada dokter terlebih dahulu. Ibu juga bisa merias wajah agar tetap kelihatan cantik di saat bedrest. Terkadang penampulilan fisik segar bisa mempengaruhi mood dan perasaan ibu menjadi lebih baik dan menyenangkan.
    8. Membuat Kerajinan Tangan. Ibu hobi merajut? Lakukan saat bedrest ini. Buatlah bentuk yang sederhana seperti sepatu atau syal buat si kecil.
    9. Membuat Makanan Kesukaan. Bagi ibu yang setengah bedrest masih diperbolehkan jalan-jalan di dalam rumah. Jadi, ibu bisa bersantai di ruang makan. Ibu dapat membuat sendiri makanan kesukaan yang sederhana, misalnya mengoles roti dengan mentega dan selai, membuat salad buah. Begitu juga membuat minuman. Hindari masak memasak yang membutuhkan banyak effort seperti harus ke dapur meracik bumbu, memotong bahan, memasak dan sebagainya karena waktunya lebih lama.
    10. Memperhatikan Kondisi Rumah. Jika bedrest memperbolehkan ibu berjalan-jalan di rumah, ibu bisa melakukan pekerjaan ringan, misalnya mengatur kamar bayi. Tapi selalu hindari menggeser-nggeser perabot. Cukup menata barang-barang pajangan yang kecil atau menata pakaian di lemari bayi. Duduk-duduk di teras halaman / belakang rumah memperhatikan taman, dan sebagainya juga dapat dilakukan ibu.

    Powered by Farmasi-id.com

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *