Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Harus Bersalin Di Rumah Sakit ?

FARMASI-ID.COM > IBU & ANAK | FARMASI-ID.COM > Tips Kehamilan > Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Harus Bersalin Di Rumah Sakit ?

alasan medis sebaiknya ibu hamil harus bersalin Di rumah sakit
Ada beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan ibu hamil bersalin di rumah sakit dengan fasilitas lengkap. Bukan di klinik bidan atau dokter umum. Kondisi apa sajakah yang dapat menyebabkan hal itu terjadi ?

Pada prinsipnya, setiap ibu punya hak untuk memilih tempat bersalin. Apakah ke bidan, dokter umum, atau dokter spesialis. Tapi ada baiknya pilihan tempat bersalin ini direncanakan sejak awal. Semakin dini rencana dicanangkan, semakin mantap ibu mengambil keputusan. Kemantapan ini penting karena akan memberikan aura positif bagi kelancaran persalinan, masa pasca lahir serta kesuksesan inisiasi menyusu dini (IMD).

Meski pilihan ada pada ibu, namun sungguh bijak bila ibu tetap mendengarkan saran tenaga medis. Terutama bila ibu memeriksakan kehamilan di lini pertama seperti bidan atau dokter umum. Bidan atau dokter umum diharapkan dapat menyeleksi, apakah ibu memang bisa melahirkan di bidan / puskesmas, atau harus di rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.

Mengapa? Sebab dapat saja ketika di trimester awal kehamilan, ibu dalam kondisi baik, namun dalam perjalanan kehamilan di trimester kedua, tensi darah ibu meningkat. Saat mendeteksi hal ini, bidan/dokter umum idealnya akan merujuk ibu  segera ke dokter spesialis untuk mendapatkan pengobatan lebih intens karena kenaikan tensi darah bisa mengindikasikan adanya gangguan pada ibu atau janin.

Saran tersebut sebaiknya ibu ikuti karena salah satu tugas bidan atau dokter umum sebagai lini pertama adalah mengedukasi pasien, termasuk melahirkan di tempat yang tepat. Ibu tak harus langsung pindah ke dokter subspesialis. Boleh saja sampai usia kehamilan tertentu ibu melanjutkan kontrol rutin di bidan/dokter umum. Namun begitu, kontrol kehamilan trimester akhir hingga persalinan harus dilakukan di rumah sakit.

Bila saran ini tidak diabaikan, kemudian saat bersalin ada proses penyulit atau bayi dilahirkan prematur dikhawatirkan ibu atau bayi tidak bisa memperoleh penanganan yang tepat dan cepat karena fasilitas di klinik praktik bidan/dokter umum biasanya tidak lengkap. Di saat genting itu pun akan sangat repot untuk mencari-cari rumah sakit. Kondisi ini bisa membuat stres padahal stres justru dapat menghambat persalinan karena mulut rahim menjadi kaku dan tidak relaks.

Umumnya saat ini, bidan atau dokter umum sudah memilki dokter spesialis kebidanan dan kandungan rujukan. Bila pada trimester dua atau trimester tiga, bahkan menjelang persalinan diketahui ibu ada penyulit, petugas medis/dokter di puskesmas akan segera mengontak rumah sakit daerah/rumah sakit umum terdekat untuk merujuk ibu kesana. Bidan yang terlatih dan berdedikasi, malah akan mengantar ibu ke dokter spesialis yang menjadi mitranya.

 

 

Beragam Alasan Medis

alasan melahirkan di rumah sakit
Seperti disebutkan, ibu hamil memilih tempat bersalin adalah hak ibu. Namun, dengan melihat beberapa kondisi di bawah ini, sebaiknya tanpa ragu, pilihlah rumah sakit besar yang fasilitasnya komplet. Kondisi-kondisi tersebut adalah :
  1. Adanya Gangguan Kesehatan Yang Menetap. Ibu dengan gangguan kesehatan seperti anemia, asma, jantung, dan diabetes, meskipun diprediksi dapat melahirkan normal, sejatinya pada saat persalinan nanti perlu didampulingi oleh tenaga-tenaga spesialis yang menyangkut gangguan kesehatan tersebut. Oleh sebab itu, disarankan utuk melahirkan di rumah sakit besar yang dokter spesialisnya lengkap.
  2. Usia Ibu Hamil. Ini merupakan faktor risiko lain yang patut dipertimbangkan dalam pemilihan tempat bersalin. Ibu yang berusia di bawah 35 tahun berisiko lebih sedikit dibandingkan dengan ibu berusia di atas 35 tahun. Ibu di atas usia 35 tahun apalagi jika melahirkan anak pertama sebaiknya dibantu dokter spesialis di rumah sakit, karena pertimbangan risiko atau penyulit persalinan.
  3. Riwayat Kehamilan. Biasanya saat kelahiran anak pertama ibu belum mempunyai pengalaman mengenai lancar tidaknya melahirkan sehingga diperlukan persiapan mengenai keamanan dalam bersalin. Begitu pun pada persalinan setelah anak ketiga karena ada risiko perdarahan.
  4. Kondisi Janin. Jika ada permasalahan pada janin, maka perawatan harus dilakukan di rumah sakit/rumah sakit rujukan. Bagitu bayi lahir, sudah dapat dilakukan penanganan secara khusus yang hanya dapat dilakukan di rumah sakit besar/rumah sakit rujukan yang memiliki NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan fasilitas High Care lainnya.
    Bila sudah memiliki rumah sakit untuk tempat melahirkan, maka yakinkan bahwa rumah sakitnya termasuk rumah sakit “Sayang Mama”. Rumah sakit ini mempromosikan persalinan senormal mungkin, tanpa intervensi atau tindakan tergesa, menyediakan fasilitas rawat gabung klinik laktasi untuk mendukung ibu dan bayi sukses full ASI, serta memiliki sarana lengkap kamar bersalin dan operasi 24 jam.

 

 

Buku Kontrol Kehamilan

bersalin di rumah sakit
Saat pertama kali kontrol kandungan, ibu tentu di beri buku catatan/buku kontrol, bukan? Nah, buku ini sebaiknya dibawa jika ibu bepergian. Dalam keadaan darurat, buku kontrol bisa membantu petugas medis/dokter melihat data terakhir akan kondisi kehamilan ibu. Misal, usia kehamilan, kondisi ibu (apakah mengalami infeksi saat kehamilan atau tidak), kondisi janin, dan sebagainya.

Buku kontrol ini juga berguna saat ibu memutuskan untuk melahirkan di lokasi yang berbeda dari lokasi yang selama ini ibu datangi untuk kontrol. Contoh, ibu selalu memeriksakan kehamilan di Jakarta dan kemudian mau melahirkan di tempat kelahirannya di Bali supaya dekat dengan keluarga besar.

Jadi, ingat selalu untuk membawa buku catatan kehamilan ini.

 

 

Waspadai Tanda Menjelang Persalinan

Di usia cukup bulan untuk melahirkan, ibu perlu memperhatikan tanda-tanda persalinan berikut ini :
  1. Muncul kontraksi (perut terasa mulas) yang berlangsung dengan jarak teratur dan semakin sering.
  2. Sejak mulas pertama, paling cepat proses persalinan akan terjadi dalam waktu 6 jam. Normalnya, di kala awal, untuk pembukaan 1 cm jalan lahir dibutuhkan waktu sekitar 1 jam.
  3. Jika kontraksi (mulas) sudah membuat ibu tidak tahan, biasanya sudah terjadi pembukaan ketiga atau keempat (3-4 cm). Ibu sudah harus mendatangi bidan atau dokter di klinik/rumah sakit. Disana akan dilakukan pemeriksaan CTG (denyut jantung) untuk memantau kondisi ibu dan janin.

Powered by Farmasi-id.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *